- Berlin International Film Festival (Berlinale)
- Strasbourg European Fantastic Film Festival
- Far East Film Festival, Udine
- SLASH Filmfestival, Wina
- Sydney Film Festival
- Sitges Film Festival
- Karlovy Vary International Film Festival
- Mayhem Film Festival, Nottingham
- Bucheon International Fantastic Film Festival
- MADHORROR, Madrid
- Neuchâtel International Fantastic Film Festival
- Razor Reel Flanders Film Festival, Bruges
- New Zealand International Film Festival
- Octopus Film Festival, Polandia
- Melbourne International Film Festival
- Hong Kong Summer International Film Festival
- FrightFest, London
- Fantasy Filmfest, Jerman
- L’Étrange Festival, Paris
- MOTELX, Lisboa
- Fantastic Fest, Austin
- Helsinki International Film Festival
Ghost in the Cell Menang di Fantastic Fest 2026, Siap Tayang di Amerika

- Ghost in the Cell karya Joko Anwar memenangkan Best Picture kategori Horror Competition di Fantastic Fest 2026, Austin, setelah sebelumnya menjalani pemutaran perdana dunia di Berlinale.
- Film horor-komedi-satire ini memperoleh distribusi Amerika Serikat melalui Well Go USA dan dijadwalkan tayang di jaringan bioskop AS mulai 2 Oktober 2026.
- Berlatar Lapas Labuhan Angsana, cerita mengikuti teror hantu yang memburu penghuni berenergi negatif sambil mengangkat kritik tentang korupsi, kekerasan, relasi kuasa, dan sistem yang bobrok.
Kabar membanggakan kembali datang dari perfilman Indonesia. Ghost in the Cell karya sutradara Joko Anwar berhasil memenangkan penghargaan Best Picture dalam kategori Horror Competition di Fantastic Fest 2026 yang berlangsung di Austin, Texas. Kemenangan tersebut semakin memperpanjang perjalanan internasional film yang memadukan horor, komedi, dan satire sosial ini.
Sebelumnya, Ghost in the Cell telah melakukan world premiere di Berlin International Film Festival atau Berlinale dan kini kembali mendapat pengakuan di salah satu festival film genre besar di Amerika Serikat.
1. Ghost in the Cell Bawa Pulang Best Picture di Fantastic Fest 2026

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell) Ghost in the Cell berhasil meraih Best Picture dalam kategori Horror Competition di Fantastic Fest 2026. Kabar kemenangan ini disampaikan langsung oleh Joko Anwar melalui akun Instagram pribadinya.
"Ghost in the Cell memenangkan Best Picture dalam Horror Competition di Fantastic Fest 2026, Austin, Texas," tulis sutradara yang akrab dipanggil Jokan itu pada Rabu (23/9/2026).
Ghost in the Cell masuk dalam section Forum, salah satu program Berlinale yang menampilkan karya-karya dengan pendekatan sinematik yang beragam. Direktur Pemrograman Fantastic Fest, Annick Mahnert, menyebut film-film pemenang tahun ini memperlihatkan keberagaman budaya dan suara dari generasi pembuat film yang sedang membentuk masa depan sinema genre.
"Film-film pemenang kami mewujudkan suara-suara unik dan kuat dari berbagai budaya, serta generasi talenta baru yang menyenangkan dalam membentuk masa depan sinema genre," ujar Annick Mahnert seperti diberitakan Variety, Selasa (22/9/2026).
2. Ghost in the Cell bakal tayang di Amerika Serikat

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell) Selain membawa pulang penghargaan, Ghost in the Cell juga mendapatkan distribusi untuk penayangan di Amerika Serikat. Film Joko Anwar ini dijadwalkan tayang di jaringan bioskop AS mulai 2 Oktober 2026 melalui distributor Well Go USA. Perilisan tersebut menjadi kesempatan bagi penonton Amerika Serikat untuk menyaksikan Ghost in the Cell di layar lebar setelah filmnya berkeliling dalam rangkaian festival internasional.
Sebelum Fantastic Fest 2026, Ghost in the Cell telah diputar di berbagai festival film internasional, termasuk:
3. Ghost in the Cell mengisahkan apa?

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell) Ghost in the Cell merupakan film horor komedi satire yang mengambil latar di Lapas Labuhan Angsana. Tempat tersebut dipenuhi narapidana yang hidup di bawah tekanan aparat korup, konflik antargeng, serta berbagai bentuk kekerasan. Situasi berubah ketika seorang narapidana baru bernama Dimas masuk ke lapas. Ia didakwa membunuh bosnya secara keji dan harus beradaptasi dengan kehidupan keras di balik jeruji besi.
Tidak lama setelah kedatangan Dimas, para penghuni penjara mulai tewas satu per satu dengan cara mengenaskan. Pelakunya ternyata merupakan sosok hantu tak kasatmata yang memburu manusia yang memiliki aura atau energi negatif paling kuat. Para narapidana dan pihak lapas akhirnya menyadari bahwa bertahan hidup bukan sekadar soal kekuatan fisik. Mereka justru harus berusaha mengubah diri menjadi lebih baik. Mulai dari berbuat baik, beribadah, hingga melakukan berbagai cara kocak untuk menjaga energi positif mereka.
Di balik aksi horor dan komedinya, Ghost in the Cell turut menyelipkan kritik sosial mengenai relasi kuasa, korupsi, kekerasan, dan kebobrokan sistem. Perpaduan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Joko Anwar dalam menghadirkan horor yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga membawa persoalan sosial ke dalam ceritanya.
Ghost in the Cell sendiri sudah tayang di bioskop Indonesia pada 16 April 2026, dan rilis di Netflix sejak 20 Agustus 2026. Sudah nonton?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























