7 Hal Positif yang Dilakukan Tok Aba dalam Mendidik BoBoiBoy

- Tok Aba digambarkan sebagai kakek sederhana yang berperan penting dalam membimbing BoBoiBoy lewat nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebiasaan positif sehari-hari.
- Ia menanamkan pentingnya pendidikan, menghormati guru, hidup sederhana, serta menjaga kesehatan melalui pilihan makanan dan kebiasaan yang baik.
- Tok Aba menunjukkan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan dengan mendengarkan penjelasan BoBoiBoy, menegur saat salah, serta selalu mengutamakan keselamatan cucunya.
Tok Aba memang bukan termasuk jajaran karakter superhero dalam serial BoBoiBoy. Ia hanya digambarkan sebagai sosok kakek tua sederhana yang memiliki kedai dengan berbagai menu bertemakan cokelat. Meski begitu, perannya di serial ini tetap penting sebagai pendukung cerita sekaligus figur orang tua yang kerap memberi nasihat dan petuah baik untuk anak-anak di sekitarnya.
Walaupun banyak dari kamu yang mungkin gak terlalu sadar atau sering melewatkan momen screentime Tok Aba di serial ini, sebenarnya ada banyak sikap positif yang ia tunjukkan secara subtle. Kalau diperhatikan lebih detail, cara Tok Aba bersikap dan membimbing BoBoiBoy bisa jadi contoh alias panduan bagi orang tua dalam mendidik anak. Nah, berikut beberapa poin yang bisa diperhatikan!
1. Membiasakan bangun pagi

Semenjak pertama kali menginap di rumah Tok Aba untuk menghabiskan momen liburan sekolahnya yang panjang, Tok Aba sudah membiasakan BoBoiBoy untuk bangun pagi. Kadang ia bangun sendiri, kadang juga dibangunkan Tok Aba karena permintaan BoBoiBoy yang ingin ikut membantu sang kakek di kedai. Waktu pagi memang jadi momen yang pas untuk memulai hari karena udaranya masih segar, suasana lebih tenang, dan banyak aktivitas bermanfaat bisa dilakukan seperti joging atau bersepeda. Jadi, buat kamu yang punya anak, gak ada salahnya mulai membiasakan mereka bangun pagi, termasuk saat libur sekolah sekalipun.
2. Mengutamakan pendidikan dan hormat pada guru

Dalam episode 1 musim 2 "Selamat Kembali, BoBoiBoy!", BoBoiBoy yang kini pindah ke kawasan tempat Tok Aba tinggal, ternyata sudah didaftarkan untuk bersekolah di SD setempat. Bahkan, meski baru tiba di stasiun kereta pagi itu, Tok Aba tetap menyuruh BoBoiBoy untuk langsung bersekolah meski cucunya itu merasa penat. Sang kakek menganggap bahwa bolos sekolah meski hanya sehari adalah pilihan yang gak bisa dibenarkan. Tok Aba bahkan turut mengawasi BoBoiBoy di hari pertamanya bersekolah sekaligus turut memberi petuah untuk taat pada perkataan guru agar ilmu yang diperoleh juga dapat menjadi berkah.
3. Mengajari untuk memanfaatkan yang ada dulu

Sebelum berangkat sekolah di hari pertamanya, BoBoiBoy sempat merasa ragu, apalagi ia sendiri tidak punya seragam yang sesuai dengan sekolah barunya. Namun, Tok Aba meyakinkannya dengan memberikan seragam yang sudah ia siapkan, yang rupanya merupakan seragam lama miliknya yang masih layak pakai meski bagian celananya sudah gampang sobek. Kalau diamati, ini termasuk poin positif, karena daripada bersikap hedon dan memaksakan diri membeli barang baru, Tok Aba justru mengajarkan BoBoiBoy untuk memanfaatkan apa yang sudah ada selama masih terlihat baik dan pantas digunakan.
4. Memerhatikan asupan tubuh BoBoiBoy

Ada satu momen ketika BoBoiBoy dibuat ngiler usai melihat Gopal memesan Special Hot Chocolate. Ia pun lalu berniat meminta dibuatkan menu Ice Chocolate oleh Tok Aba. Namun, sang kakek langsung melarang dan menolak permintaannya karena menganggap tidak baik minum es di pagi hari. Sebagai gantinya, ia membuatkan cokelat panas untuk BoBoiBoy sebagai opsi yang lebih aman dan menghangatkan tubuh di pagi hari. Meski tak selalu diperlihatkan adegan Tok Aba memberi makan BoBoiBoy secara rutin, momen satu ini tetap jadi bukti bahwa sang kakek selalu berusaha memperhatikan asupan sang cucu. Kamu sebagai orangtua pun tak perlu selalu menuruti semua keinginan anak soal makanan. Sesekali menolak justru bisa jadi cara untuk mengajarkan mana yang lebih baik untuk kesehatannya.
5. Mengutamakan mendengar penjelasan dulu ketimbang langsung memarahi

BoBoiBoy di sekolahnya tidak selalu mulus dalam urusan akademik. Ada kalanya ia gagal dalam ujian atau bahkan mendapat hukuman karena melanggar peraturan. Meski begitu, Tok Aba tetap selalu berusaha mendengar langsung penjelasan dari cucunya, meskipun sebelumnya sudah mendapat cerita dari guru atau teman sekelasnya. Hal ini termasuk penting, karena sudut pandang anak pun juga perlu didengar agar mereka bisa menjelaskan alasan di balik tindakannya. Memarahi atau langsung membentak tanpa mendengar penjelasan anak justru bisa membuat mereka merasa tidak dipahami. Poin ini juga termasuk sikap positif Tok Aba dalam mendidik yang bisa dijadikan panutan.
6. Tak ragu menegur ketika BoBoiBoy kedapatan berbuat salah

Walaupun Tok Aba adalah sosok kakek yang bijaksana, lemah lembut, dan penuh perhatian, bukan berarti ia sepenuhnya memanjakan dan membenarkan apa pun yang BoBoiBoy lakukan. Dalam beberapa momen, seperti saat BoBoiBoy lalai dan memilih bermain video game berjam-jam, Tok Aba tetap menegurnya. Bahkan, ketika BoBoiBoy berkelahi dengan elemen lain dari pecahan dirinya sendiri, Tok Aba sempat geram dan menjewer telinga keduanya. Sesekali memberi teguran, atau bahkan cubitan serta jeweran kasih sayang, sebenarnya bisa jadi cara agar anak tidak kebablasan dan paham bahwa tindakannya salah. Jadi, orangtua tidak harus selalu bersikap lembut dan membenarkan semua hal, karena memberi batasan juga termasuk bentuk perhatian.
7. Selalu mengutamakan keselamatan cucunya

Dalam episode 1 musim pertama "Pengembaraan Bermula", saat BoBoiBoy baru saja mendapat kuasa dari Ochobot dan mencoba mengetes kekuatannya hingga menimbulkan efek seperti gempa. Di situasi yang seperti bencana itu, Tok Aba tak hanya memikirkan dirinya sendiri, ia tetap naik ke loteng untuk memastikan kondisi cucunya aman terlebih dahulu. Bahkan, di episode 12 musim 3 "Ketibaan Ibu Adu Du", ketika BoBoiBoy hendak pergi membantu memadamkan gerai es krim ayah Gopal yang kebakaran, Tok Aba lebih dulu membekali cucunya dengan perlengkapan seperti masker, perbekalan makanan, hingga botol minuman, agar sang cucu tetap aman dan tak kelaparan saat sedang sibuk di luar.
Nah, berbagai poin positif tadi meskipun tampak biasa dan barangkali sudah sering kamu dengar dari berbagai sumber. Tapi, tentunya gak ada salahnya untuk diingatkan kembali. Dapat dilihat juga kalau Tok Aba sebenarnya adalah sosok kakek yang cukup realistis dan gak neko-neko. Terlebih, ia juga termasuk pribadi yang lemah lembut dan bijaksana, namun tetap tegas di saat yang bersamaan. Semoga kamu yang kini telah menjadi orangtua, dapat mencontoh dan mengambil beberapa inspirasi positif dari beberapa tindakan Tok Aba tadi, ya?


















