para musisi di presscon EP Garis Tegak pada Kamis (30/7/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Menanggapi hal tersebut, Ananda Badudu menjelaskan bahwa lagu kolaborasi mereka dalam EP Garis Tegak justru berangkat dari hal-hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ketika dunia terasa semakin kacau, menjaga kewarasan diri sendiri menjadi langkah pertama yang tidak kalah penting.
"Di dunia yang semakin gila ini, dari hari ke hari, situasi dunia dan situasi negara yang semakin, ya kita tahu sendiri berbagai persoalan sosial yang terjadi. Sebelum kita siap menghadapi itu semua, kita perlu mengontrol diri dulu. Apa yang bisa bikin kita tetap waras? Apa yang kita punya di rumah?" ujar Ananda Badudu.
Ia mengatakan lagu tersebut menjadi pengingat untuk berfokus pada hal-hal kecil yang masih bisa dikendalikan sebelum menghadapi persoalan yang lebih besar di luar sana. Personel Banda Neira ini mengungkapkan, "Di lagu ini kami ingin menyampaikan bahwa kita mengontrol apa yang masih bisa kita pegang, supaya kita siap menghadapi dunia luar."
Kolaborasi Hindia dan Banda Neira akan menjadi track penutup dalam rangkaian EP Garis Tegak garapan Lafa Pratomo. EP ini terdiri dari enam lagu kolaborasi yang masing-masing mempertemukan musisi lintas genre dan akan dirilis setiap bulan. Proyek ini dibuka lewat lagu "Seperti Angka 8" yang dibawakan Feby Putri dan Matter Mos pada 4 Agustus 2026.
Sementara itu, judul lagu kolaborasi Hindia dan Banda Neira masih dirahasiakan oleh tim produksi. Yang pasti, lagu tersebut akan menjadi penutup perjalanan Garis Tegak dengan membawa perspektif baru dari dua musisi yang selama ini dikenal kerap menuangkan keresahan sosial dalam karya mereka. Kita tunggu saja hasil deep talk Baskara Putra dan Ananda Badudu di lagunya nanti, ya!