3 Aksi Politis Ed Sheeran buat Ukraina, Kini Ogah Politik Masuk Konser

- Ed Sheeran menyatakan konsernya bukan forum politik setelah kontroversi pencopotan Macklemore, dengan alasan penontonnya beragam dan banyak yang masih muda.
- Pada 2022, Sheeran menjadi headliner Concert for Ukraine di Birmingham yang menggalang 14,8 juta dolar untuk bantuan kemanusiaan Ukraina melalui DEC.
- Sheeran berkolaborasi dengan Antytila dalam “2step” dan terlibat penggalangan dana WHO Foundation; aksi dukungan Ukraina ini dinilai bertentangan dengan sikap terbarunya.
Klarifikasi Ed Sheeran tentang didepaknya Macklemore justru menjadi bumerang baginya. Meski pelantun "Shape of You" itu mengaku menghormati pilihan Macklemore, tapi ia juga menyatakan memilih tidak menggunakan platform profesional, termasuk konsernya untuk corong politik.
"Ada alasan aku tidak menggunakan platform profesionalku untuk politik, penontonku termasuk orang-orang muda, seringkali anak-anak, dari berbagai latar belakang. Mereka yang datang ke konserku tidak mengharapkan ada forum politik," tulisnya pada Selasa (15/9/2026).
"Aku memilih menggunakan popularitas dan platformku sebagai tempat yang aman dan perlindungan dalam mempertahankan diplomasi serta menjaga percakapan terbuka tidak tertutup."
Ironisnya, pernyataan ini berbanding terbalik dengan fakta rekam jejak sang musisi selama ini. Sebut tak mau pakai platform buat politik, buktinya Ed Sheeran sempat sangat vokal mendukung Ukraina di tengah konflik perang dengan Rusia. Berikut tiga aksi politis Ed Sheeran untuk mendukung Ukraina!
1. Tak hanya menyuarakan dukungan, Ed Sheeran bahkan jadi headliner Concert for Ukraine

Ed Sheeran (instagram.com/edhq) Dilansir DW, Ed Sheeran menjadi headliner di Concert for Ukraine yang diselenggarakan di Resorts World Arena, Birmingham, Inggris pada 29 Maret 2022. Selain Camila Cabello dan Snow Patrol turut menjadi headliner, diikuti penampilan musisi lain, seperti Tom Odell, Emelie Sande, Becky Hill, dan Gregory Porter.
Acara yang bertujuan untuk penggalangan dana untuk mengumpulkan total 14,8 juta dolar atau Rp261,81 miliar. Dana untuk bantuan kemanusiaan di Ukraina tersebut disalurkan ke organisasi Disasters Emergency Committee (DEC).
2. Berkolaborasi dengan musisi Ukraina, Antytila lewat lagu "2step"

Ed Sheeran (instagram.com/teddysphotos) Di sisi lain, band asal Ukraina, Antytila tidak diundang ke Concert for Ukraine untuk menghindari asosiasi militer. Padahal, Antytila telah mengirim pesan kepada Ed Sheeran untuk meminta izin tampil di konser tersebut melalui siaran langsung di Kyiv, ibu kota Ukraina. Ed Sheeran pun memberikan dukungan dan mengaku tidak sabar ingin mendengarkan musik band tersebut.
Meski begitu, Ed Sheeran dan Antytila punya cara lain untuk mendukung Ukraina, dengan merilis lagu kolaborasi berjudul "2step" (2022). Dilansir ABC, Antytila merekam video tersebut menggunakan GoPro saat mengemudi di tengah-tengah pertempuran bersama tentara Ukraina.
3. Menyumbangkan royalti hingga lelang barang ke WHO Foundation yang hasilnya untuk Ukraina

Ed Sheeran (instagram.com/teddysphotos) Antytila mengonfirmasi bahwa royalti lagu, serta video musik mereka yang tayang di YouTube disumbangkan ke Saves UA. Badan amal tersebut sengaja dibentuk oleh Asosiasi Acara Musik Ukraina untuk kampanye kemanusiaan di tengah perang Ukraina vs Rusia.
Dilansir Billboard, WHO Foundation melakukan peluncuran toko online, serta undian berhadiah dari Harry Styles, Ed Sheeran, dan Ellie Goulding pada 24 September 2026 lalu. Di acara tersebut, penggemar bisa memenangkan barang pribadi sumbangan ketiga artis di atas, tiket konser, serta merchandise yang dijual oleh Human Kind.
Beberapa barang yang dijual, seperti piringan hitam LP Styles bertanda tangan, brosur tur dan kaos bertanda tangan Ed Sheeran, dan paket merchandise bertanda tangan Ellie Goulding. Selain itu, WHO Foundation berjanji menyalurkan penjualan untuk mendukung sistem perawatan kesehatan Ukraina.
Tiga aksi politik nyata Ed Sheeran di atas dianggap tidak konsisten dengan sikap tak ingin menjadikan platform dan popularitasnya sebagai panggung politik, usai pro-kontra Macklemore. Apalagi musisi berdarah Irlandia itu beralasan tidak mau membatalkan konser demi kru dan pengisi konsernya. Imbas dari dicopotnya Macklemore, seluruh artis opening act hingga band pengiring Ed Sheeran menyatakan mundur sebagai aksi solidaritas.






















