Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jurus JUNI Records Perangi AI dalam Karya Musiknya

Jurus JUNI Records Perangi AI dalam Karya Musiknya
CEO Juni Records, Adryanto Pratono dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • JUNI Records memperkuat perlindungan karya musik dari penyalahgunaan AI dengan pencatatan metadata digital dan patroli manual untuk menjaga hak moral serta ekonomi para artisnya.
  • CEO Adryanto Pratono menegaskan pentingnya edukasi bagi generasi muda tentang nilai moral dan usaha di balik setiap ciptaan agar lebih menghargai hak kekayaan intelektual.
  • Langkah JUNI Records disampaikan dalam Indonesia Summit 2026 yang juga meluncurkan survei nasional mengenai aspirasi dan nilai-nilai generasi Milenial serta Gen Z di berbagai wilayah Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Akal imitasi (artificial intelligence/AI) dianggap JUNI Records sebagai bencana yang 'mati satu, tumbuh sejuta'. Oleh sebab itu mereka melakukan meta data pencatatan digital yang lebih spesifik tentang apa yang mereka miliki.

Sebagai master recording, JUNI Records berjibaku dengan waktu untuk urusan hak moral dan hak ekonomi. CEO JUNI Records, Adryanto Pratono, mengatakan, mereka memberikan penyuluhan kepada artis generasi baru.

"Tapi di samping itu kita juga berkejaran dengan waktu perihal AI. Kalau dari saya, jujur, sampai sekarang secara sistem kami coba untuk proteksi. Secara manual kami juga melakukan patroli," kata dia dalam acara Indonesia Summit 2026 dengan tema diskusi Culture is Currency: The Challenge for Local IP Goes Global, pada Kamis (18/06/2026).

JUNI Records membentuk tim patroli untuk melakukan kurasi secara subjek, judul lagu sampai artis. Sedikit saja perubahan, platform digital streaming membutuhkan waktu untuk mengenali perubahan.

"Jadi kita lumayan rajin, kebetulan biasanya setiap hari Senin bikin email blast kalau ada temuan-temuan, kita adressing ke distributor, ke publishing bahwa ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakulan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Adryanto.

Layaknya sebuah foto yang dilindungi hak cipta secara moral dan ekonomi yang ketika digunakan secara komersil, hak ekonominya akan terpengaruh. Sementara objeknya, terimbas di sisi moral.

"Hak moral ini kayanya menjadi langkah awal untuk ditekankan kepada generasi muda bahwasanya ciptaan itu ada effort yang melekat di sana, ada crafting di sana," Adryanto mengatakan.

Harapannya, AI di Indonesia bisa melindungi secara hak moral dan hak ekonomi. Karya musik yang 'diacak-acak' AI, perlu ditanyakan moralitasnya.

IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More