Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Karakter Anime yang Berbuat Jahat Hanya karena Bosan, kok Bisa?
Ryomen Sukuna (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)
  • The Major, Kaido, Ryuk, Hisoka, dan Sukuna digambarkan berbuat jahat karena bosan, bukan tujuan besar.

  • Kebosanan mereka jadi pemicu beragam aksi ekstrem, seperti kekacauan, pembunuhan, atau pertarungan.

  • Deretan antagonis anime ini benar-benar jahat, tanpa motivasi kompleks. Mereka hanya mencari hiburan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap penjahat dalam anime punya alasan tersendiri kenapa mereka berbuat jahat. Ada yang ingin menguasai dunia, ada juga yang justru ingin menghancurkan dunia. Meski begitu, tidak semua penjahat ternyata membutuhkan alasan untuk berbuat jahat.

Kelima karakter ini memiliki tujuan yang tidak jelas dari kejahatan mereka. Bagaimana tidak, mereka berbuat jahat hanya karena bosan. Siapa saja karakter yang dimaksud?

1. The Major (Hellsing Ultimate)

The Major (dok. Madhouse/Hellsing Ultimate)

Dalam serial Hellsing Ultimate, The Major merupakan mantan prajurit Nazi. Setelah kekalahan Nazi, The Major sempat bersembunyi sehingga dirinya tidak bisa ditemukan. Di balik persembunyiannya, The Major mempersiapkan perang selanjutnya.

Alasan The Major menyerang London bukanlah untuk balas dendam, melainkan hanyalah bosan. The Major sendiri mengakui bahwa dirinya hanya seseorang yang terobsesi pada kehancuran. Melihat dunia terbakar karena perang merupakan hiburan yang memuaskan bagi The Major.

2. Kaido (One Piece)

Kaido (dok. Toei Animation/One Piece)

Terlepas dari ambisinya dalam mengejar One Piece, Kaido juga merupakan seorang penjahat yang bosan. Dikenal sebagai makhluk terkuat di dunia, hanya sedikit orang yang bisa benar-benar menandingi kekuatan seorang Kaido. Sementara dirinya sangat menyukai pertarungan, Kaido bosan karena kesulitan mencari lawan yang sepadan.

Hanya untuk mengusir rasa bosannya, Kaido kerap melakukan banyak hal yang ekstrem. Dirinya sering melakukan percobaan bunuh diri atau sengaja ditangkap Angkatan Laut hanya untuk mengusir rasa bosan. Dalam Perang Puncak, Kaido juga sempat pergi ke Marineford hanya untuk membuat kekacauan yg lebih besar di sana.

3. Ryuk (Death Note)

Ryuk (dok. MADHOUSE/Death Note)

Light Yagami memang berperan sebagai penjahat utama dalam seri. Namun, cerita Death Note tidak akan pernah ada jika Ryuk tidak merasa bosan. Secara tidak langsung, Ryuk juga bertanggung jawab atas semua pembunuhan yang dilakukan Light.

Sebagai Dewa Kematian atau Shinigami, Ryuk sudah muak hidup di alam kematian. Karena itu, Ryuk sengaja menjatuhkan Death Note ke dunia manusia untuk mencari hiburan. Setelah puas dengan pertunjukan yang diperankan oleh Light, L, dan Near, Ryuk hanya perlu mengakhiri pertunjukan dengan membunuh Light.

4. Hisoka Morow (Hunter x Hunter)

Hisoka Morow (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)

Dari semua penjahat dalam Hunter x Hunter, Hisoka Morow merupakan penjahat dengan tujuan yang paling tidak jelas. Hisoka sama sekali tidak ingin mendominasi dunia ataupun mencari kekayaan. Hisoka hanya ingin mencari hiburan dari pertarungan yang sengit.

Bagi Hisoka, sensasi menegangkan saat bertarung atau membunuh orang lain merupakan cara terbaik dalam mengusir rasa bosan. Karena itu, Hisoka akan melakukan apa saja demi bertarung dengan seseorang yang sepadan dengannya. Hisoka bahkan sempat bergabung dengan Phantom Troupe hanya karena dirinya ingin bertarung dengan Chrollo Lucilfer.

5. Sukuna (Jujutsu Kaisen)

Sukuna (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

Terlepas dari gelarnya sebagai Raja Kutukan, Sukuna sangat berbeda dengan Suguru Geto dan Kenjaku. Sukuna sama sekali tidak memiliki tujuan yang besar. Di balik reputasinya, Sukuna hanyalah penjahat yang bosan.

Satu-satunya keinginan Sukuna hanyalah kebebasan mutlak. Sukuna ingin melakukan apa saja yang dia mau tanpa terikat oleh moral atau aturan. Ketika sang Raja Kutukan merasa bosan, Sukuna ingin membunuh tanpa ada orang yang menghalanginya.

Kelima karakter di atas mungkin bisa dibilang sebagai wujud dari pure evil. Mereka tidak membutuhkan alasan yang besar untuk berbuat kejahatan. Kebosanan sudah cukup untuk mendorong mereka melakukan kejahatan. Jadi, bagaimana pendapatmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article