Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Anime yang Punya Formasi Trio Ikonik selain Naruto

5 Anime yang Punya Formasi Trio Ikonik selain Naruto
Tim 7 di anime Naruto (dok. Studio Pierrot/Naruto Shippuden)
  • Artikel menyoroti formasi trio ikonik di anime shonen yang mengembangkan pola dinamika Tim 7 Naruto melalui karakter protagonis, rival, anggota perempuan, serta mentor.
  • Jujutsu Kaisen, Chainsaw Man, dan Demon Slayer menampilkan trio dengan relasi berbeda: kerja sama tanpa rivalitas toksik, keluarga kecil yang kacau, hingga sinergi petarung berkepribadian kontras.
  • Black Torch dan The God of High School mengandalkan konflik awal, mentor berpengalaman, serta kombinasi kemampuan bertarung yang menempa tiga karakter muda menjadi tim solid.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Formasi Tim 7 dari serial Naruto (2002-2017) telah lama menjadi cetak biru (blueprint) paling berpengaruh dalam sejarah anime shonen. Komposisi klasik yang terdiri dari protagonis berisik penuh tekad, rival genius yang dingin, serta satu anggota perempuan berkemauan keras di bawah asuhan mentor eksentrik terbukti menciptakan dinamika narasi yang sangat solid.

Formula emas dalam Naruto tidak hanya sukses memikat emosi penonton, tetapi juga terus diadaptasi dan didekonstruksi oleh berbagai mangaka generasi baru. Banyak serial populer masa kini yang mengadopsi struktur trio serupa dengan sentuhan konflik modern yang tak kalah seru.

Nah, selain Naruto, masih ada beberapa anime yang juga punya formasi trio ikonik, lho. Salah satunya mungkin adalah anime favoritmu, nih!

  1. ​1. Yuji Itadori, Megumi Fushiguro, dan Nobara Kugisaki - Jujutsu Kaisen

    Yuji, Megumi, dan Nobara dalam Jujutsu Kaisen
    Yuji, Megumi, dan Nobara dalam Jujutsu Kaisen (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

    Trio penyihir pemula dalam serial Jujutsu Kaisen menjadi penerus spiritual nyata dari pola Tim 7 Naruto. Yuji Itadori berperan sebagai protagonis ramah pembawa entitas kutukan terkuat, Megumi Fushiguro sebagai deuteragonis berkepala dingin dari klan ternama, dan Nobara Kugisaki sebagai figur perempuan tangguh yang mandiri. Kehadiran Satoru Gojo sebagai guru bermata tertutup yang jenius semakin memperkuat paralelitas dengan dinamika Kakashi Hatake di era klasik.

    ​Meskipun fondasi karakternya terasa sangat familier, Gege Akutami menyuntikkan nuansa pertarungan kutukan yang jauh lebih kelam dan realistis. Hubungan antarketiganya dibangun atas dasar rasa saling percaya yang tulus tanpa bumbu rivalitas toksik yang berlarut-larut. Dinamika kerja sama taktis mereka saat menghadapi kutukan tingkat tinggi membuktikan bahwa formula trio klasik tetap sangat efektif jika dieksekusi dengan pendekatan modern.

  2. ​2. Denji, Aki Hayakawa, dan Power - Chainsaw Man

    Denji, Aki Hayakawa, dan Power dalam Chainsaw Man
    Denji, Aki Hayakawa, dan Power dalam Chainsaw Man (dok. MAPPA/Chainsaw Man)

    Tatsuki Fujimoto mengambil struktur dasar Tim 7, lalu mendekonstruksinya menjadi dinamika keluarga fungsional yang kacau dalam serial Chainsaw Man. Denji merepresentasikan sosok pemuda liar tanpa impian mulia, Aki Hayakawa sebagai rekan senior berdisiplin tinggi yang menyimpan trauma masa lalu, serta Power sebagai iblis darah yang manipulatif dan narsis. Di bawah kendali dingin Makima, ketiga individu bermasalah ini dipaksa tinggal satu atap dan bekerja sama sebagai tim pemburu iblis.

    ​Keunikan trio ini terletak pada transformasi relasi emosional mereka yang berlangsung secara natural dan menyentuh hati. Dari sekadar rekan kerja paksaan yang saling membenci, ketiganya perlahan menemukan kehangatan keluarga kecil di tengah kejamnya dunia perburuan iblis. Ikatan tragis yang terjalin di antara mereka memberikan kedalaman psikologis luar biasa yang melampaui pakem cerita aksi pada umumnya.

  3. 3. Tanjiro Kamado, Zenitsu Agatsuma, dan Inosuke Hashibira - Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

    Inosuke, Zenitsu, dan Tanjiro dalam Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba
    Inosuke, Zenitsu, dan Tanjiro dalam Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (dok. ufotable/Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba)

    Serial Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba mengemas ulang konsep trio petarung dengan menyajikan kontras kepribadian yang ekstrem namun saling melengkapi. Tanjiro Kamado memegang peran sebagai kompas moral kelompok yang penuh empati dan ketenangan dalam berpikir di segala situasi. Kehadirannya menjadi penyeimbang sempurna bagi sifat penakut dan histeris dari Zenitsu Agatsuma serta keliaran agresif tanpa perhitungan milik Inosuke Hashibira.

    ​Kekuatan utama dari formasi tiga pembasmi iblis ini terletak pada kerja sama tim yang selalu berhasil menutupi kelemahan satu sama lain. Setiap karakter memiliki gaya bertarung unik yang, jika digabungkan, mampu menciptakan sinergi luar biasa saat menghadapi ancaman Iblis Bulan Atas. Interaksi kocak di luar medan laga yang dipadukan dengan kesolidan bertarung menjadikan trio ini salah satu formasi paling dicintai penggemar anime.

  4. 4. Jiro Azuma, Ichika Kishimoji, dan Reiji Kirihara - Black Torch

    Jiro, Reiji dan Ichika dalam Black Torch
    Jiro, Reiji dan Ichika dalam Black Torch (dok. 100studio/Black Torch)

    Serial aksi supranatural Black Torch menghadirkan kembali formula klasik Tim 7 dengan sentuhan tema ninja modern yang sangat kental. Jiro Azuma berperan sebagai protagonis berandalan berhati lembut yang mendapatkan kekuatan siluman kucing purba bernama Rago. Sementara itu, Ichika Kishimoji hadir sebagai agen perempuan tangguh dengan dedikasi tinggi dan Reiji Kirihara mengisi posisi rival berdarah dingin dari keluarga elit yang ahli dalam taktik pertempuran.

    ​Dinamika ketiga petarung muda ini semakin diperkuat oleh kehadiran sosok Ryosuke Shiba, kepala divisi eksentrik yang bertindak layaknya mentor pembimbing di lapangan. Ketidakcocokan kepribadian di awal tugas kerap memicu friksi sengit, terutama antara arogansi Reiji dan sifat impulsif Jiro. Namun, seiring berjalannya misi perburuan siluman jahat (mononoke), mereka bertransformasi menjadi unit tempur yang saling melengkapi dan tak terpisahkan.

  5. 5. Jin Mori, Han Daewi, dan Yoo Mira - The God of High School

    Jin Mori, Han Daewi, dan Yoo Mira dalam The God of High School
    Jin Mori, Han Daewi, dan Yoo Mira dalam The God of High School (dok. MAPPA/anime The God of High School)

    Adaptasi webtoon populer garapan Studio MAPPA, The God of High School, menyajikan formasi trio petarung bela diri yang sangat kental dengan nuansa Tim 7. Jin Mori berperan sebagai petarung Taekwondo berkarakter santai dan doyan makan yang menyimpan kekuatan dewa kera purba, Han Daewi sebagai praktisi Karate berkepala dingin dengan beban masa lalu, serta Yoo Mira sebagai pendekar pedang wanita ambisius yang bertekad membangkitkan nama baik klannya. Ketiganya dipertemukan lewat babak penyisihan turnamen bela diri antarsekolah sebelum akhirnya disatukan dalam satu tim perwakilan resmi wilayah Seoul.

    ​Daya tarik utama dari trio ini bertumpu pada sinergi kombinasi gaya bertarung dan soliditas ikatan persahabatan yang mereka bangun di atas arena laga. Meskipun sempat bersaing ketat sebagai rival individu, benturan fisik dan ujian emosional di babak nasional berhasil menempa mereka menjadi unit tempur yang saling melindungi tanpa ragu. Kehadiran para komisioner turnamen sebagai pengawas semakin memperkuat dinamika tim muda yang bertarung di bawah pengawasan mentor berpengalaman dalam menghadapi konspirasi para dewa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More