Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Trailer Terbaru The Odyssey Tuai Kritik hingga Kontroversi?
The Odyssey (dok. Universal Pictures/The Odyssey)
  • Trailer final The Odyssey menuai kritik besar karena pemilihan pemain dan dialog modern yang dianggap mengorbankan akurasi sejarah serta memicu perdebatan luas di media sosial.
  • Sejumlah sejarawan membantah tudingan ketidakakuratan, menegaskan bahwa representasi etnis dalam film tidak bertentangan dengan fakta sejarah Yunani kuno.
  • Meski kontroversial, film ini mendapat pujian tinggi dari kritikus internasional atas pencapaian sinematiknya dan penampilan kuat Matt Damon serta Robert Pattinson.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film terbaru Christopher Nolan, The Odyssey (2026), menjadi salah satu rilisan paling dinantikan tahun ini. Namun, menjelang penayangannya pada 17 Juli 2026 di Amerika Serikat, film epik-sejarah tersebut justru diterpa gelombang kontroversi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Bahkan, Universal Pictures sampai mengunci kolom komentar akun X resmi The Odyssey setelah trailer final menuai banjir respons negatif. Di YouTube, trailer tersebut juga mencatat angka tidak suka (dislike) yang jauh lebih tinggi dibanding suka (like). Hampir 9 kali lipat, yakni 588 ribu dislikes banding 66 ribu likes. Lalu, kenapa hal itu bisa terjadi?

1. Deretan kontroversi setelah perilisan trailer final The Odyssey

The Odyssey (dok. Universal Pictures/The Odyssey)

Sumber utama kritik datang dari keputusan pemilihan pemain yang dianggap sebagian penonton mengorbankan akurasi sejarah dan mitologi Yunani demi pendekatan modern. Meski Matt Damon sebagai Raja Odysseus relatif diterima, sejumlah nama lain justru memicu perdebatan panjang, di antaranya:

  • Lupita Nyong'o sebagai Helen of Troy karena dianggap tidak sesuai dengan gambaran historis yang diyakini sebagian penonton (keturunan Kenya-Meksiko).

  • Elliot Page sebagai Sinon yang memicu perdebatan terkait karakter (transgender) maupun fisik tokoh (155 cm).

  • Himesh Patel sebagai Eurylochus karena dinilai tidak merepresentasikan latar Yunani kuno (keturunan India).

  • Travis Scott sebagai Homer yang dianggap pilihan tidak lazim karena merupakan seorang rapper.

Tak hanya soal pemain, trailer juga menuai kritik karena menggunakan ungkapan modern seperti "Daddy" dan "Let's go!" di tengah latar Yunani kuno yang dianggap mengurangi nuansa autentik cerita. Kontroversi semakin memanas setelah Elon Musk ikut mengomentari proyek tersebut. Ia menuding Christopher Nolan sengaja mengambil keputusan-keputusan kontroversial demi mengejar penghargaan.

Di sisi lain, Lupita Nyong'o juga sempat menuai sorotan setelah dalam sebuah wawancara menyebut Homer sebagai sosok misoginis.

"Saya akan bilang, 'Jadi Homer, bagaimana perasaanmu tentang waktu layar yang diberikan kepada para wanita ini, mengingat betapa sedikitnya waktu yang kamu habiskan bersama mereka, oke?'," ucapnya.

Pernyataan tersebut memicu kritik dari sebagian publik yang menganggapnya sebagai bentuk penghinaan terhadap karya sastra klasik berusia hampir 2.800 tahun.

2. Disebut tidak akurat oleh sebagian pihak, sejarawan justru membantah

The Odyssey (dok. Universal Pictures/The Odyssey)

Kontroversi semakin besar karena sebagian besar proses syuting dilakukan di Yunani dan proyek ini mendapat subsidi sekitar 6,5 juta euro dari Kementerian Kebudayaan Yunani. Berbagai media Eropa, termasuk Le Monde, ikut menyoroti perdebatan mengenai representasi etnis dalam film tersebut sehingga isu ini meluas ke ranah internasional.

Namun, tidak semua akademisi sepakat dengan kritik tersebut. Profesor Universitas Brown, Yanis Hamilakis, justru menilai anggapan bahwa seluruh masyarakat Yunani kuno berkulit putih merupakan kesalahpahaman sejarah.

"Klaim bahwa semua orang Yunani kuno berkulit putih adalah tidak benar secara historis," tegasnya.

Pernyataan itu kemudian menjadi salah satu argumen utama bagi pihak yang membela keputusan casting film tersebut, termasuk pemilihan Helen, Sinon, Eurylochus, hingga Homer.

3. Meski menuai kritik, The Odyssey tetap dipuji para kritikus

The Odyssey (dok. Universal Pictures/The Odyssey)

Terlepas dari polemik yang mengiringinya, The Odyssey justru mendapat sambutan luar biasa setelah pemutaran perdana dunia di Leicester Square, London, pada Senin (6/7/2026). Banyak kritikus menyebut film ke-13 Christopher Nolan tersebut sebagai salah satu pencapaian sinematik terbaik dalam kariernya.

Variety menggambarkannya sebagai "epik yang spektakuler dan penuh kemenangan," sementara Time Out meminta publik untuk "percaya pada hype yang ada." Sedangkan Fandango menyebut adaptasi tersebut sebagai "sebuah kemenangan mutlak."

Penampilan Matt Damon sebagai Odysseus juga menuai banyak pujian dan bahkan disebut-sebut berpotensi membawanya masuk persaingan Aktor Terbaik Oscar tahun depan. Di sisi lain, Robert Pattinson sebagai Antinous juga menjadi sorotan. Banyak kritikus menilai aktingnya sebagai karakter antagonis menjadi salah satu penampilan paling mencuri perhatian dalam film tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article