Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Christopher Nolan Respons Kritik soal Travis Scott di Film The Odyssey

Christopher Nolan Respons Kritik soal Travis Scott di Film The Odyssey
cuplikan film The Odyssey (Instagram.com/theodysseymovie)
Intinya Sih
  • Christopher Nolan menanggapi kritik soal pemilihan Travis Scott di The Odyssey dengan menjelaskan bahwa keputusannya terinspirasi dari tradisi puisi lisan yang dianggap mirip dengan rap.
  • Nolan menjelaskan desain armor prajurit yang dikritik mirip kostum Batman sebenarnya didasarkan pada riset sejarah Yunani kuno dan penggunaan material perunggu hitam untuk kesan autentik.
  • Meskipun menuai pro dan kontra, Nolan berharap penonton tetap menikmati The Odyssey sebagai film epik berskala besar yang digarap serius dengan riset mendalam dan teknologi IMAX 70 mm.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Gelombang kritik mulai bermunculan setelah trailer perdana film The Odyssey resmi dirilis pada 7 Mei 2026. Banyak yang memprotes armor para prajurit di karya terbaru Christopher Nolan tersebut dinilai mirip dengan kostum Batman. Di samping itu, kemunculan Travis Scott sebagai Demodocus dalam film tersebut juga menuai pro dan kontra.

Menanggapi kritik tersebut, Christopher Nolan pun angkat bicara melalui wawancara eksklusifnya bersama Time. Ia menjelaskan bahwa semua keputusan kreatif dalam film tersebut memiliki alasan kuat tersendiri. Berikut selengkapnya.

1. Respons Christopher Nolan soal kritik bergabungnya Travis Scott di film The Odyssey

Dua prajurit berzirah dan berhelm khas Yunani kuno saling berhadapan di tepi pantai dengan deretan kapal di latar belakang.
cuplikan film The Odyssey (Instagram.com/theodysseymovie)

The Odyssey menghadirkan jajaran pemain bertabur bintang, mulai dari Tom Holland, Robert Pattinson, Lupita Nyong’o, Zendaya, hingga Charlize Theron. Selain itu, nama Travis Scott juga masuk dalam daftar pemain yang memerankan karakter Demodocus.

Namun, cukup berbeda dari pemain yang lain, pemilihan cast Travis Scott tersebut justru menuai pro dan kontra.

Sebagai respons, dalam wawancaranya bersama Time, Christopher Nolan menjelaskan bahwa ia memilih Travis Scott bukan tanpa alasan. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena ia ingin memberi penghormatan pada tradisi puisi lisan yang dianggap memiliki kemiripan dengan rap.

“Saya memilih Travis karena ingin memberi penghormatan pada tradisi puisi lisan. Dan menurut saya, itu punya kemiripan dengan rap,” kata Nolan, dilansir Variety, Rabu (13/5/2026).

2. Penjelasan Christopher Nolan soal armor yang dinilai mirip kostum Batman

Seorang prajurit menunggang kuda di tepi pantai menyaksikan sekelompok tentara menarik kapal besar yang miring di pasir.
cuplikan film The Odyssey (Instagram.com/theodysseymovie)

Dalam wawancaranya, Christopher Nolan juga membahas proses kreatif di balik pembuatan The Odyssey, termasuk desain armor para prajurit yang dikritik terlalu modern dan dianggap mirip batsuit Batman.

Menanggapi hal itu, Nolan mengungkap bahwa desain armor tersebut sebenarnya dibuat berdasarkan riset sejarah dari era Yunani kuno. Ia mengatakan, pada masa itu sudah ada senjata berbahan perunggu hitam, sehingga tim produksi menggunakan referensi tersebut untuk menciptakan tampilan armor di film.

“Ada belati Mycenaean yang dibuat dari perunggu hitam,” ungkapnya.

Selain itu, Nolan dan perancang kostum Ellen Mirojnick juga sengaja membuat armor karakter Agamemnon terlihat lebih mewah untuk menunjukkan status dan kedudukannya yang lebih tinggi dibanding karakter lain.

“Untuk karakter Agamemnon, Ellen Mirojnick selaku perancang kostum kami mencoba menunjukkan betapa tinggi kedudukannya dibanding karakter lainnya. Cara menunjukkannya adalah melalui penggunaan material yang terlihat sangat mahal.”

3. Berharap penonton tetap dapat menikmati filmnya

Seorang wanita berambut gelap dengan sanggul mengenakan anting emas dan pakaian biru berdiri di luar ruangan dengan latar langit cerah.
cuplikan film The Odyssey (Instagram.com/theodysseymovie)

Christopher Nolan menjelaskan, meski banyak yang tidak setuju dengan beberapa keputusan kreatif di The Odyssey, ia tetap berharap penonton bisa menikmati filmnya.

“Semoga mereka menikmati film ini, meskipun mereka tidak setuju dengan semuanya.”

Menurut Nolan, yang terpenting adalah orang-orang dapat memahami bahwa setiap elemen dalam film dibuat secara serius dan melalui riset yang matang, bukan secara sembarangan.

“Dulu juga banyak ilmuwan yang mengkritik Interstellar. Namun, yang penting orang-orang tidak menganggap kami mengerjakannya secara asal-asalan.”

The Odyssey merupakan salah satu proyek film epik berskala besar yang kini sudah jarang dibuat oleh Hollywood. Film ini menghadirkan set megah, penggunaan practical effect, hingga melibatkan ribuan figuran dalam proses produksinya.

Dengan anggaran mencapai 250 juta dolar AS, film ini juga tercatat sebagai proyek pertama dalam karier Christopher Nolan yang sepenuhnya direkam menggunakan kamera IMAX 70 mm.

Cerita film ini sendiri mengikuti perjalanan Odysseus (Matt Damon), seorang raja Yunani yang berusaha pulang ke rumah setelah perang. Namun, dalam perjalanannya, ia harus menghadapi berbagai rintangan besar demi kembali bertemu istrinya, Penelope yang diperankan Anne Hathaway.

Share
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Related Articles

See More