Kenjiro Tsuda Gugat TikTok Usai Marak Video AI Diduga Tiru Suaranya

- Aktor dan seiyuu Kenjiro Tsuda menggugat TikTok karena 188 video AI di platform tersebut diduga meniru suaranya tanpa izin sejak tahun 2024.
- Tsuda menuntut penghapusan konten serta kompensasi atas pelanggaran hak publisitas dan dugaan keuntungan ilegal hingga ratusan ribu yen per bulan dari akun anonim.
- TikTok membantah tuduhan itu, menyatakan suara AI berasal dari pria biasa, sementara sidang kasus ini masih berlangsung di Pengadilan Distrik Tokyo.
Jepang akhirnya punya kasus gugatan terhadap konten-konten yang dibuat di TikTok. Gugatan ini diajukan oleh aktor kondang dan pengisi suara Kenjiro Tsuda. Seiyuu Kento Nanami di anime Jujutsu Kaisen ini secara resmi menggugat TikTok terkait video-video yang dibuat oleh AI dan diduga menirukan suaranya.
Menurut Japan News, ini adalah gugatan pertama di Jepang soal penggunaan suara orang lain tanpa izin melalui AI. Kenjiro Tsuda telah mengumpulkan bukti video-video yang diduga memakai suaranya sejak tahun 2024. Berikut detail kasusnya.
1. Ada 188 video buatan AI di TikTok yang diduga meniru suara aktor Jepang Kenjiro Tsuda

Gugatan ini telah dilayangkan oleh tim Kenjiro Tsuda ke Pengadilan Distrik Tokyo sejak November tahun lalu. Dalam gugatan tersebut, pengisi suara karakter Seto Kaiba di anime Yu-Gi-Oh! ini mengungkap ada 188 video yang diunggah oleh akun anonim sejak 2024, yang diduga menggunakan suaranya.
Tsuda mengaku suara itu sangat mirip dengan suaranya. Ia khawatir fans akan mengira kalau yang mengisi suara dari konten-konten tersebut adalah dirinya yang asli, padahal hanya tiruan buatan AI. Konten-konten itu punya isi yang macam-macam mulai dari legenda urban hingga fakta unik sehari-hari yang disampaikan menggunakan narasi suara.
2. Kenjiro Tsuda menuntut penghapusan konten-konten tersebut

Kenjiro Tsuda menuntut TikTok agar konten-konten tersebut dihapus dari platform mereka, karena melanggar Undang-Undang Pencegahan Persaingan Tidak Sehat serta hak publisitas. Menurut laporan, akun-akun tersebut diduga mendapat cuan dari konten yang mereka bikin menggunakan suara AI mirip Kenjiro Tsuda. Pendapatan ini berkisar 500 ribu yen hingga 750 ribu yen per bulan, atau setara dengan Rp55,5 juta hingga Rp83 juta.
"Kalau pembuatan suara tiruan lewat AI dibiarkan begitu saja, industri pengisi suara bisa terdampak serius. Lewat kemenangan kasus ini, kami ingin memperjelas apa saja yang termasuk pelanggaran hukum, sekaligus melindungi hak-hak voice actor," ujar pengacara Tsuda, sepert dikutip The Yomiuri Shimbun.
3. TikTok membantah gugatan Kenjiro Tsuda, sebut suara AI dari pria biasa

TikTok telah memberikan tanggapan publik mengenai kasus ini. Menurut mereka, suara yang dimaksud oleh Kenjiro Tsuda bukan merupakan hasil tiruan dari suara asli sang aktor pengisi suara. Suara tersebut dihasilkan oleh AI yang dilatih menggunakan suara pria biasa. TikTok juga mengklaim bahwa hal tersebut sudah tertulis di situs pribadi sang pengunggah konten bahwa suara yang dipakai di kontennya merupakan suara AI yang dilatih dari suara temannya. Jadi, menurut TikTok, tidak ada yang tertipu dan melanggar hukum di kasus ini.
Di sisi lain, netizen dan fans meragukan klaim tersebut. Mereka memprotes suara Kenjiro Tsuda disebut bagaikan suara pria biasa saja. Sebagai informasi, aktor dan seiyuu ini adalah salah satu seleb Jepang terpopuler yang dikenal karena suara sangat khas. Bahkan banyak sesama pengisi suara yang mengidolakan suara Kenjiro Tsuda.
Sejak gugatan yang diajukan pertama kali pada November 2025, Kenjiro Tsuda telah menjalani sidang tertutup selama tiga kali. Kasus ini diperkirakan akan berakhir paling cepat pada musim panas ini.


















