Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Konser Artis Internasional yang Didemo di Jakarta, Lady Gaga Batal

3 min read
3 Konser Artis Internasional yang Didemo di Jakarta, Lady Gaga Batal
Konser para artis internasional yang diprotes di Indonesia (instagram.com/andreabocelliofficial | instagram.com/ladygaga)
  • Konser Andrea Bocelli di JIExpo Jakarta pada 3 November 2026 didemo kelompok masyarakat terkait rekam jejaknya, tetapi tetap berlangsung dengan pengamanan TNI dan Polri.
  • Konser Coldplay di SUGBK pada 15 November 2023 mendapat penolakan Geranati LGBT karena dukungan band terhadap LGBTQ+, namun pertunjukan tetap digelar sesuai jadwal.
  • Konser Lady Gaga di SUGBK pada 2012 dibatalkan meski 52 ribu tiket terjual, setelah protes FPI dan tidak adanya rekomendasi izin dari Polda Metro Jaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konser musisi internasional di Jakarta sebenarnya tak selalu berlangsung mulus di tengah euforia penggemar saja. Di balik antusiasme penonton yang berburu tiket, beberapa pertunjukan justru terseret kontroversi hingga berujung aksi demonstrasi.

Penolakan tersebut muncul karena berbagai alasan, mulai dari penampilan sang musisi yang dianggap bertentangan dengan norma tertentu hingga persoalan sikap politik. Bahkan, ada juga konser yang akhirnya batal digelar meski puluhan ribu tiket sudah terjual. Seperti tiga konser artis internasional yang pernah diwarnai aksi demo di Jakarta berikut ini.

  1. 1. Konser Andrea Bocelli pada 2026 diwarnai aksi protes

    IMG_20261102_203801.jpg
    Lea Simanjuntak tampil berduet dengan tenor legendaris dunia Andrea Bocelli dalam konser berkelas internasional (Instagram @leasimanjuntakofficial)

    Konser Andrea Bocelli bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour” di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/11/2026) menjadi konser terbaru yang diwarnai aksi demonstrasi dari sejumlah kelompok masyarakat. Penolakan ini bermula dari pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 16 Oktober 2026. Saat itu, MUI meminta pemerintah untuk membatalkan seluruh rangkaian konser Andrea Bocelli di Indonesia, termasuk pertunjukan di Candi Borobudur, karena rekam jejak Andrea Bocelli yang pernah tampil di acara penggalangan dana untuk Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010 serta menggelar konser di Tel Aviv, Israel, pada 2022.

    Pada hari penyelenggaraan konser, ratusan massa dari sejumlah kelompok, termasuk Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan Front Persaudaraan Islam (FPI), menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat dengan membawa bendera Palestina dan poster berisi tuntutan pembatalan konser. Aksi tersebut bahkan berlanjut di depan JIExpo Kemayoran. Massa mendesak promotor menghentikan pertunjukan hingga sempat terjadi gesekan dengan aparat kepolisian. Ratusan personel TNI dan Polri pun dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Meski begitu, konser tetap digelar dan Andrea Bocelli tampil sekitar pukul 20.00 WIB.

  2. 2. Konser Coldplay pada 2025 juga sempat didemo

    Aksi panggung Coldplay (@annaleemedia via instagram.com/coldplay)
    Aksi panggung Coldplay (@annaleemedia via instagram.com/coldplay)

    Sebelum Andrea Bocelli, konser Coldplay “Music of the Spheres World Tour” pada Rabu (15/11/2023) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta juga mendapat penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat. Penolakan muncul karena Coldplay dinilai kerap menyuarakan dukungan terhadap komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ+).

    Salah satu kelompok yang menolak konser Coldplay ini adalah Gerakan Nasional Anti LGBT (Geranati LGBT). Pada Jumat (10/11/2023), hampir 100 orang dari kelompok tersebut menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dan mendesak pembatalan konser.

    Aksi ini pun kembali berlanjut pada hari konser. Saat itu, massa Geranati LGBT berkumpul di sekitar SUGBK, tepatnya di depan Gate 10. Mereka menuntut agar konser tidak menjadi sarana penyebaran propaganda LGBT. Namun, meski sempat diwarnai demonstrasi dan desakan pembatalan, Coldplay tetap tampil sesuai jadwal di SUGBK.

  3. 3. Lady Gaga batal tampil pada 2012 usai diprotes FPI

    Lady Gaga dalam video music "Runway"
    Lady Gaga dalam video music "Runway" (YouTube.com/Lady Gaga)

    Bahkan, jauh sebelum konser Coldplay dan Andrea Bocelli, konser Lady Gaga yang bertajuk “The Born This Way Ball” juga pernah menghadapi gelombang penolakan. Namun, pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, tersebut akhirnya dibatalkan meski 52 ribu tiket dilaporkan telah terjual.

    Saat itu, penolakan terutama datang dari Front Pembela Islam (FPI). Mereka mempersoalkan gaya berpakaian, koreografi, serta penampilan Lady Gaga yang dianggap bertentangan dengan norma agama dan budaya Indonesia. FPI bahkan mengancam akan menghadang kedatangan sang penyanyi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta jika konser tetap digelar.

    Situasi semakin rumit setelah Polda Metro Jaya menyatakan tidak merekomendasikan penerbitan izin konser. Pada 27 Mei 2012, konser tersebut pun akhirnya diumumkan batal digelar dengan mempertimbangkan alasan keamanan.

    Itu dia tiga konser musisi internasional yang pernah diwarnai aksi demonstrasi di Jakarta. Beragam peristiwa tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan konser tidak hanya melibatkan musisi dan penonton, tetapi juga berbagai dinamika di tengah masyarakat. Respons publik, kebebasan berekspresi, hingga pertimbangan keamanan menjadi bagian dari tantangan dalam menghadirkan pertunjukan musik internasional.

Related Articles

See More