Konten Indonesia Saingi KDrama di Market Streaming Asia Tenggara!

2025 menjadi momentum bagi pasar layanan streaming premium di Asia Tenggara. Pertumbuhan tidak hanya dilihat dari jumlah akun yang mendaftar, tapi kuantitas hingga kualitas konten.
Kabar bahagianya, Indonesia menjadi salah satu negara yang berperan besar terhadap pertumbuhan pasar layanan streaming premium tersebut. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
1. Market streaming Asia Tenggara naik 19 persen, Indonesia cukup berperan

Dilansir Variety, jumlah akun streaming berbayar di Asia Tenggara meningkat 19 persen dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025, jumlah akun streaming berbayar di Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura melampaui 61 juta.
Fakta menariknya, Indonesia mendominasi penambahan akun terbanyak, sekaligus porsi waktu tonton terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya. Selain itu, Indonesia juga mengalami peningkatan total akun berlangganan mencapai 26,9 juta di berbagai platform, seperti Netflix, Vidio, VIU, hingga iQIYI.
2. Pada kuartal terakhir di 2025, produksi konten Indonesia hampir menyamai Korea

Bukan hanya penambahan akun dan waktu tonton, tapi produksi konten Indonesia juga mengalami peningkatan tajam. Bahkan pada kuartal keempat tahun 2025, produksi konten Indonesia menyamai program Korea dalam hal jumlah penonton dengan masing-masing 30 persen. Sementara dari segi porsi basis pengguna, mereka identik mencapai angka 47 sampai 48 persen.
"Konten Korea terus menjadi andalan jangkauan di seluruh Asia Tengara pada tahun 2025, tetapi konten orisinal lokal kini memainkan peran yang jauh lebih sentral dalam mendorong akuisisi dan keterlibatan," ujar Dhivya T, Head of Analyst dan Head of Insight di MPA dan AMPD yang merilis data laporan tersebut.
Secara spesifik, dijelaskan bahwa judul-judul Indonesia mampu bersaing dengan drama Korea di platform streaming premium. Alasan utamanya karena peningkatan kualitas konten, distribusi lebih kuat, dan terbentuknya kepercayaan penonton terhadap gaya penceritaan Indonesia.
"Indonesia menonjol tahun ini, dengan judul-judul lokal bersaing langsung dengan drama Korea di puncak peringkat VOD premium," lanjut Dhivya T yang berkata konten Thailand dan Tiongkok juga cukup diperhitungkan.
3. Platform-platform yang merajai Asia Tenggara

Di kuartal terakhir 2025, penonton Asia Tenggara menghabiskan 4,2 miliar jam konten streaming premium. Netflix mengalami lonjakan 14 persen, iQIYI 10 persen, sedangkan Vidio paling taja, yaitu sebesar 24 persen. Di Asia Tenggara, Netflix masih mempertahankan posisinya sebagai layanan streaming paling dominan lewat berbagai kombinasi waralaba. Termasuk tayangan Korea, serta konten lokal Indonesia dan Thailand.
Sementara itu, Vidio menjadi platform lokal Indonesia dengan capaian tertinggi, dari segi pengguna aktif bulanan. Dari segi waktu tonton dan pendapatan, Vidio menempati posisi kedua setelah Netflix. Disusul iQIYI yang mengalami peningkatan pelanggan khususnya di Indonesia dan Thailand berkat tayangan Tiongkok hingga Thailand.
Peningkatan pelanggan platform streaming premium di Indonesia tidak lepas dari ajakan sineas Indonesia agar penonton menyaksikan tayangan mereka secara legal. Terlebih lagi untuk film layar lebar yang sebelumnya sempat tayang di bioskop.


















