Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kristo Immanuel Spill Tips di Balik Proses Nulis Naskah Film, Harus Jujur!

Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal
Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal (dok. Pribadi/Tinggal Meninggal)
Intinya sih...
  • Usahakan menulis naskah film yang ingin ditonton
  • Saat bercerita dan beropini harus jujur, jangan takut salah
  • Setiap adegan harus memiliki continuity dengan adegan lainnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Perbincangan saya dengan Kristo Immanuel dalam program #COD (Cerita Orang Dalam) masih berlanjut. Setelah 30 menit berbicara panjang lebar tentang film Tinggal Meninggal (2025), saya menanyakan pertanyaan terakhir kepada pemeran Pelor di The Big 4 (2022) ini.

Sebagai debut layar lebar, Tinggal Meninggal (2025) terbilang sukses dari segi penceritaan dan pengemasan. Sebenarnya bagaimana sih proses Kristo Immanuel saat menulis sebuah naskah film?

Hari itu, Selasa, 27 Januari 2026, Kristo berbagi ada tiga aspek yang menurutnya penting dalam menulis naskah film. Penasaran? Simak selengkapnya wawancara khusus Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal (2025) berikut ini.

Table of Content

1. Usahakan menulis naskah film yang memang mau kamu tonton

1. Usahakan menulis naskah film yang memang mau kamu tonton

Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal
Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal (dok. Pribadi/Tinggal Meninggal)

Menurut Kristo, aspek pertama yang paling penting saat membuat naskah, apakah kamu ingin menonton film tersebut? Kalau menurut penulisnya saja tidak menarik, apalagi bagi penonton.

"Kalau aku pribadi sih merasa saat bikin skrip yang paling penting salah satunya adalah, lu mau nonton gak film ini gitu? Ini adalah film yang lu bakal tonton apa gak?" ungkap Kristo yang langsung menjawab pertanyaan tanpa banyak berpikir.

Bagi sutradara seperti Kristo yang memiliki privilege bisa menulis naskah, aspek ini harus dimanfaatkan dengan maksimal. Pasalnya, premis menarik belum tentu disukai penonton, jika tidak didukung dengan naskah yang baik.

"Karena kalau aku pribadi, aku punya privilege untuk bisa menulis skrip yang aku pengen gitu. Bukan skrip yang, 'Itu gua udah (ada) ide cerita. Ini tolong di tulisin ya skripnya' gitu," lanjutnya.

2. Saat bercerita dan beropini harus jujur, jangan takut salah

Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal
Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal (dok. Pribadi/Tinggal Meninggal)

Aspek selanjutnya yang harus kamu perhatikan saat menulis cerita adalah kejujuran. Pasalnya, saat ini semakin banyak orang yang takut beropini, karena berpotensi mengalami cancel culture.

"Terus yang kedua adalah jujur dari dalam hati, jujur dari diri sendiri gitu. Yang mau kamu sampaikan itu apa? You have to be honest gitu,'' ujar asisten sutradara dari film Kaka Boss (2024) ini.

Saat membuat film, penulis naskah atau sutradara harus berani menunjukkan opini mereka. Meski ada yang tidak menyukai opini tersebut, tapi setidaknya bisa membuka cara pandang orang lain tentang hal baru.

"Tapi kan kita jadi membuka pikiran orang baru terhadap opini ini. Oh, ada ya opini seperti ini. Masalah dia setuju atau tidak itu belakangan. Yang penting orang terpapar dengan opini-opini baru. That's the importance of films menurutku," tambahnya.

3. Setiap adegan yang muncul harus memiliki continuity dengan adegan lainnya

Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal
Kristo Immanuel, sutradara dan penulis naskah film Tinggal Meninggal (dok. Pribadi/Tinggal Meninggal)

Continuity adalah aspek yang paling penting dalam menulis naskah. Jangan sampai adegan yang kamu tulis berdiri sendiri dan tidak berhubungan dengan keseluruhan alur cerita.

"Bagaimana saat menulis itu adegan-adegan ini men-support adegan lainnya. Jangan sampai adegan-adegan ini berdiri sendiri gitu," ucap Kristo yang sesekali menggerakkan tangannya selaras dengan intonasi.

Seandainya tidak ada continuity, adegan tersebut berpotensi di-take out dari film. Selain itu, naskah yang sejak awal ditulis dengan rapi akan lebih mudah dikembangkan menjadi film dan juga menumbuhkan rasa penasaran penonton.

"Kalau adegan-adegan ini makin banyak yang berdiri sendiri, akan ada kemungkinan adegannya di-take out atau adegannya jadi gak works, karena adegannya itu gak mendorong adegan lainnya gitu. Jadi gimana caranya keep it exciting? Nanti saat turun, gimana caranya naikin lagi," jelasnya.

Nah, buat kamu yang lagi struggle untuk menulis naskah-naskah film, coba deh terapin tiga tips di atas. Oh iya, kalau kamu belum menonton film Tinggal Meninggal (2025), langsung aja meluncur ke Netflix, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More

Kristo Immanuel Spill Tips di Balik Proses Nulis Naskah Film, Harus Jujur!

13 Feb 2026, 07:19 WIBHype