Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kunto Aji soal Kiriman Aneh dari Buzzer, Dapat Banyak Orderan Makanan Fiktif

3 min read
Kunto Aji soal Kiriman Aneh dari Buzzer, Dapat Banyak Orderan Makanan Fiktif
Kunto Aji pada Rabu (4/11/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Kunto Aji menyatakan musisi perlu menyuarakan keresahan masyarakat, termasuk mewakili orang-orang yang tidak memiliki kesempatan menyampaikan pendapat di ruang publik.

  • Ia mengaku kerap mendapat serangan dari akun yang diduga buzzer, termasuk pesanan makanan fiktif bernilai ratusan ribu rupiah saat cuitannya ramai diperbincangkan.

  • Serangan tersebut sejauh ini tidak banyak memengaruhi pekerjaannya sebagai penyanyi; Kunto tetap bertemu pelaku industri musik yang merasakan kegelisahan serupa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kunto Aji menjadi salah satu musisi yang kerap menyuarakan keresahan terhadap kondisi negara melalui karya maupun ruang publik. Saat ditemui di red carpet AMI Awards 2026 pada Rabu (4/11/2026), Kunto pun bercerita tentang dampak dari vokal bersuara. Pelantun lagu "Rehat" ini mengaku sering sekali menerima serangan dari buzzer.

Salah satu kejadian yang paling diingatnya adalah ketika ia dikirimi pesanan makanan fiktif hingga ke rumahnya. Kendati demikian, Kunto masih bersikeras menilai bahwa musisi memiliki tanggung jawab untuk mewakili suara orang-orang yang tidak selalu punya kesempatan menyampaikan pendapatnya.

  1. 1. Kunto Aji merasa musisi harus berani bersuara

    Kunto Aji pada Rabu (4/11/2026)
    Kunto Aji pada Rabu (4/11/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Menurut Kunto Aji, musisi memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan keresahan yang dirasakan masyarakat. Ia menilai suara-suara tersebut perlu diangkat agar tidak hanya berhenti di kalangan tertentu, tetapi juga bisa terdengar lebih luas. Apalagi, ikut mewakili pihak-pihak yang tidak bisa menyuarakan pendapatnya.

    “Harus (bersuara). Menurut saya, posisi punya tanggung jawab. Kita sebagai orang-orang yang mewakili suara-suara yang di luar sana, mewakili orang-orang yang tidak bisa bersuara, kita harus mengeluarkan keresahan-keresahan itu. Jadi jangan hanya sampai di bawah saja gitu. Biar suara-suara itu muncul di permukaan. Dan musik kan selalu jadi penanda sebuah peradaban dan kebudayaan ya, jadi musisi harus bisa menyuarakan keresahan-keresahan itu dengan lantang,” ujarnya.

  2. 2. Kunto Aji pernah dikirim makanan fiktif

    Kunto Aji pada Rabu (4/11/2026)
    Kunto Aji pada Rabu (4/11/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Meski tahu berisiko, Kunto mengaku tak gentar untuk menghadapinya. Ia cerita sering menerima pesan-pesan dari akun yang diduga buzzer. Ketika ditanya kiriman paling gak masuk akal, pelantun "bERANI" ini menyebut, pernah mendapat kiriman pesanan makanan fiktif melalui layanan ojek online.

    “Aneh, gak masuk akal? Dikirimin gojek nggak dibayar kali ya. Di-gojek makanan banyak banget gitu tiba-tiba di alamat rumah. Pada saat lagi rame-nya satu tweet yang rame gitu, tiba-tiba dikirimin,” ceritanya.

    Ia mengatakan, kejadian itu terjadi tahun ini ketika salah satu cuitannya sedang ramai diperbincangkan. Ia menyebut nilai pesanan yang diterimanya mencapai sekian ratus ribu rupiah. Namun kini, ia sudah pindah dari rumah sebelumnya.

  3. 3. Serangan tersebut sejauh ini gak memengaruhi pekerjaan Kunto Aji

    Kunto Aji pada Rabu (4/11/2026)
    Kunto Aji pada Rabu (4/11/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Meski pernah mengalami serangan seperti itu, Kunto mengatakan hal tersebut sejauh ini tak terlalu berdampak pada pekerjaannya sebagai penyanyi di atas panggung. Ia tetap bertemu dan bekerja dengan orang-orang di industri musik yang memiliki keresahan yang sama. Menurutnya, ada banyak pihak yang memiliki kegelisahan serupa sehingga penting untuk menyampaikannya secara kompak.

    “Alhamdulillah sejauh ini sih gak terlalu berpengaruh menurut saya ya, yang datang ke saya. Tapi saya gak tahu kalau misalnya yang gak menghubungi saya gak tahu. Tapi sejauh ini saya bertemu dengan orang-orang, karena ini bukan keresahan yang hanya dirasakan satu-dua orang dan kita tidak punya kepentingan di sini. Jadi menurut saya secara kolektif kita merasakan keresahan yang sama,” ujarnya.

Related Articles

See More