Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film tentang Orang-orang yang Menjual Integritasnya

3 min read
5 Film tentang Orang-orang yang Menjual Integritasnya
Lola (dok. Criterion/Lola)
  • Lima film lawas menyoroti tokoh yang mengorbankan integritas demi stabilitas finansial, status sosial, popularitas, atau kenyamanan, dalam situasi ekonomi dan politik yang menekan.
  • The Marriage of Maria Braun, Lola, dan The Boom menggambarkan pilihan pragmatis menghadapi ketidakstabilan, ambisi, serta utang, yang membawa tokohnya ke permainan penuh kompromi.
  • Mephisto dan Velvet Goldmine mengeksplorasi harga kesuksesan di dunia seni: Hendrik Höfgen menjadi ikon propaganda Nazi, sementara misteri karier Brian Slade diusut jurnalis musik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tekanan ekonomi sampai godaan untuk mencapai status tertentu sering jadi alasan mengapa orang menjual integritas. Misal dengan menerima suap atau bayarang dari proyek yang secara etika layak dipertanyakan. Praktik ini juga bikin anggapan kalau uang bisa membeli segalanya kembali bergaung. Namun, benarkah ketenteraman dan kenyamanan bisa didapat setelah menjual integritas?

Coba tapaki fenomena ini lewat film-film berlakon orang-orang yang menjual integritasnya berikut. Didominasi film lawas, tetapi masih sangat relevan dengan kenyataan masa kini.

  1. 1. The Marriage of Maria Braun (1979)

    The Marriage of Maria Braun
    The Marriage of Maria Braun (dok. Criterion/The Marriage of Maria Braun)

    Maria adalah perempuan Jerman yang hidup pada era Perang Dunia II. Pragmatis, ia memutuskan untuk menikahi seorang prajurit demi kestabilan finansial. Saat suaminya dinyatakan hilang di medan perang, Maria memilih untuk segera mencari pengganti sang suami. Namun, hidup tak sesederhana itu, pendekatan pragmatis dan oportunis yang dianut Maria kontras dengan kondisi negaranya yang belum stabil. Ini membuatnya terus berada dalam kondisi tak tenang, alih-alih merasakan kenyamanan yang diidam-idamkannya. Ia juga merasakan kontradiksi dari “kebebasan” yang dipilihnya.

    • Genre: drama
    • Pemain: Hanna Schygulla, Klaus Löwitsch
    • Sutradara: Rainer Werner Fassbinder

  2. 2. Lola (1981)

    Lola 1981
    Lola (dok. Criterion/Lola)

    Masih berlatar Jerman dan disutradarai Fassbinder, kita akan dibawa menyelami kehidupan penyanyi kabaret bernama Lola. Muda dan rupawan, Lola tak kesulitan dapat proyek dari bidang yang ia tekuni. Namun, ia tak puas dan ingin lebih. Lola butuh status sosial dan harta yang bisa memberinya kenyamanan. Dimulailah petualangannya mengarungi dunia yang korup dan penuh tipu daya itu. Ia awalnya mengikuti permainan kotor yang dijalankan banyak pendahulunya, tetapi apakah ia bisa dapat hasil sesuai keinginannya?

    • Genre: drama
    • Pemain: Barbara Sukowa, Mario Adorf
    • Sutradara: Rainer Werner Fassbinder

  3. 3. The Boom (1963)

    The Boom 1963
    The Boom (dok. Rialto Pictures/The Boom)

    Berlatar tahun 1960-an ketika Italia mengalami economic boom, Giovanni justru mengalami guncangan finansial. Ia yang bekerja sebagai pebisnis justru terlilit utang karena menuruti keinginan istrinya yang hobi berfoya-foya. Terdesak kebutuhan dan utang yang jatuh tempo, Giovanni dapat tawaran menggiurkan dari seseorang yang hendak membeli salah satu aset berharganya. Akankah ia benar-benar menjualnya?

    • Genre: satire, neorealisme
    • Pemain: Alberto Sordi
    • Sutradara: Vittorio de Sica

  4. 4. Mephisto (1981)

    Mephisto 1981
    Mephisto (dok. Mafilm/Mephisto)

    Berstatus aktor amatir, Hendrik Höfgen justru menemukan peluang sukses pada era Nazi Jerman. Ketika rekan-rekan sesama senimannya memutuskan jadi eksil bahkan dipersekusi karena berseberangan dengan Nazi, Höfgen justru mengiyakan tawaran Nazi untuk jadi ikon propaganda mereka. Benar saja, Höfgen dapat apa yang selama ini hanya bisa ia bayangkan. Status sosial, popularitas, dan gelimang harta tentunya.

    • Genre: drama politik
    • Pemain: Klaus Maria Brandauer, Krystyna Janda
    • Sutradara: István Szabó

  5. 5. Velvet Goldmine (1998)

    Velvet Goldmine
    Velvet Goldmine (dok. Channel Four Films/Velvet Goldmine)

    Brian Slade adalah musisi yang sukses besar karena gayanya yang nyentrik dan beda. Ia adalah angin segar di industri musik global. Namun, pada satu konsernya, ia memutuskan melakukan aksi teatrikal yang menyiratkan kematian personanya itu. Brian kemudian menghilang dari sorotan dan bikin penggemarnya marah serta bingung. Seorang jurnalis musik akhirnya memutuskan untuk melakukan riset soal hidup dan karier Brian. Di sinilah beberapa fakta baru terungkap dan kamu pun akan merasakan berbagai gejolak emosi, apalagi pada babak terakhirnya.

    • Genre: drama, musikal, queer
    • Pemain: Jonathan Rhys Meyers, Ewan McGregor
    • Sutradara: Todd Haynes

    Film-film tadi rasanya gak jauh dengan kenyataan, bukan? Pahitnya, menjual integritas adalah praktik yang cukup mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari. Kecewa, marah, dan kesal, tetapi kita tak bisa mengontrol keputusan orang lain. Pernah melakukannya atau menyaksikan orang terdekatmu jatuh ke perangkap serupa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More