Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Lagu 70-an yang Mengubah Arah Musik dan Melahirkan Genre Baru
Ramones (facebook.com/Ramones)
  • 'Hot Love' karya T. Rex membawa rock ke arah glam yang catchy, flamboyan, dan playful, sementara 'Psycho Killer' Talking Heads memadukan rock-funk dengan nuansa post-punk serta new wave.

  • Lagu 'Black Sabbath' menghadirkan riff berat, atmosfer gelap, dan elemen menyeramkan yang menjadi fondasi heavy metal, khususnya karakter doom yang muram.

  • David Bowie lewat 'Sound and Vision' memperkuat art rock eksperimental, sedangkan 'Blitzkrieg Bop' Ramones menetapkan blueprint punk melalui energi cepat, sederhana, singkat, dan melodis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Era 1970-an menjadi salah satu periode paling menarik dalam sejarah musik. Setelah ledakan kreativitas pada dekade 1960-an, para musisi mulai mencari cara baru untuk bereksperimen dengan suara, gaya, dan tema yang mereka bawa. Hasilnya, muncul berbagai pendekatan yang kemudian ikut membentuk genre musik populer hingga beberapa dekade setelahnya.

Beberapa lagu bahkan terasa seperti titik awal dari perubahan tersebut. Ada yang memperkenalkan energi glam rock yang lebih flamboyan, ada yang membantu membentuk karakter punk dan heavy metal, sementara lainnya memperluas batas art rock dengan eksperimen yang tidak biasa. Berikut lima lagu era 70-an yang punya peran penting dalam mengubah arah musik dan membuka jalan bagi genre-genre baru.

1. 'Hot Love' — T. Rex

'Hot Love' menjadi salah satu lagu penting dalam perjalanan T. Rex dan Marc Bolan menuju era glam rock. Berangkat dari akar folk rock yang sebelumnya menjadi bagian dari musik Bolan, lagu ini menghadirkan sesuatu yang lebih catchy dan penuh gaya. Gitar yang sederhana tetapi kuat berpadu dengan vokal Bolan yang khas, menciptakan suara yang mudah dikenali.

Penampilan dan persona Bolan juga menjadi bagian penting dari daya tarik tersebut, membuat musik rock terasa lebih flamboyan dan menyenangkan. Kemunculan lagu seperti 'Hot Love' ikut memberikan warna baru setelah dekade 1960-an yang penuh gejolak dan eksperimen. Alih-alih terus mempertahankan kesan serius dan berat, Bolan menunjukkan bahwa rock juga bisa tampil glamor, playful, dan penuh percaya diri.

2. 'Psycho Killer' — Talking Heads

'Psycho Killer' memperkenalkan Talking Heads sebagai salah satu band yang tidak takut bermain-main dengan batas genre. Lagu ini memadukan unsur rock dengan sentuhan funk dan pendekatan yang kemudian menjadi ciri khas post-punk dan new wave. Vokal David Byrne terdengar gugup sekaligus teatrikal, sementara ritmenya terasa minimalis tetapi tetap membuat pendengar sulit diam.

Di balik musiknya yang unik, 'Psycho Killer' juga membawa suasana paranoia dan kegelisahan yang cocok dengan kondisi sosial pada era tersebut. Talking Heads tidak sekadar mengejar suara yang catchy, tetapi juga menggunakan musik untuk menggambarkan perasaan tidak nyaman dan keterasingan. Eksperimen seperti ini membantu memperluas kemungkinan rock setelah ledakan punk mulai muncul.

3. 'Black Sabbath' — Black Sabbath

Sulit membicarakan lahirnya heavy metal tanpa menyebut Black Sabbath. Lagu 'Black Sabbath', yang menjadi pembuka album debut mereka pada 1970, langsung memperlihatkan pendekatan yang jauh lebih gelap dibandingkan musik rock pada umumnya. Intro-nya yang muram, riff gitar yang berat, serta vokal Ozzy Osbourne menciptakan atmosfer menyeramkan sejak detik pertama.

Inspirasi lagu tersebut juga berkaitan dengan pengalaman Geezer Butler yang memiliki ketertarikan pada tema-tema gelap dan cerita menyeramkan. Suasana yang dihasilkan kemudian menjadi salah satu fondasi bagi perkembangan heavy metal, terutama cabang musik yang kelak dikenal dengan karakter doom dan atmosfer muramnya.

4. 'Sound and Vision' — David Bowie

David Bowie memasuki periode Berlin dengan keinginan untuk mengubah arah musik dan kehidupannya. Hasilnya adalah Low, album yang memperlihatkan sisi Bowie yang lebih eksperimental dan minimalis. Salah satu lagu paling menarik di dalamnya adalah 'Sound and Vision', yang menggabungkan vokal, synthesizer, gitar, dan elemen instrumental dengan cara yang tidak biasa.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana Bowie terus menolak untuk terjebak dalam satu gaya musik. 'Sound and Vision' memiliki struktur yang sederhana, tetapi atmosfernya terasa misterius dan agak terasing. Eksperimen seperti ini ikut memperkuat perkembangan art rock dan menunjukkan bahwa musik rock tidak harus selalu bergantung pada struktur lagu konvensional.

5. 'Blitzkrieg Bop' — Ramones

Ketika Ramones merilis 'Blitzkrieg Bop' pada 1976, musik punk belum menjadi fenomena besar seperti beberapa tahun setelahnya. Lagu tersebut langsung menawarkan energi yang cepat dan agresif, tetapi tetap punya melodi yang mudah diingat. Struktur lagunya tidak rumit dan durasinya singkat, sehingga terasa sangat berbeda dari rock progresif yang gemar membuat lagu panjang dan kompleks.

Justru kesederhanaan itulah yang kemudian menjadi salah satu kekuatan utama punk rock. 'Blitzkrieg Bop' juga memperlihatkan bahwa musik dengan energi penuh tidak harus terdengar terlalu serius. Teriakan "Hey! Ho! Let’s go!” menjadi salah satu bagian paling ikonik dari lagu tersebut dan mudah diteriakkan bersama oleh penonton. Gaya Ramones kemudian membantu membentuk blueprint punk rock yang diikuti banyak band setelahnya.

Kelima lagu tersebut menunjukkan betapa beragamnya perubahan yang terjadi dalam musik pada era 1970-an. Dari kelima lagu tersebut, mana yang menurut kalian paling terasa pengaruhnya terhadap musik setelah era 1970-an?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article