Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Lagu Ikonik Era 80an yang Ternyata Ditulis oleh Remaja
George Michael (Facebook.com/George Michael)
  • Banyak lagu legendaris era 80-an ternyata ditulis oleh musisi yang masih remaja, membuktikan bahwa kreativitas dan kepekaan tidak bergantung pada usia.
  • Kate Bush, George Michael, dan Debbie Gibson menulis lagu ikonik mereka di usia belasan tahun, bahkan ada yang mencetak rekor dunia berkat karya tersebut.
  • Lagu-lagu seperti 'True Colors' dan 'Don't You (Forget About Me)' menjadi simbol semangat remaja serta pesan penerimaan diri yang tetap relevan lintas generasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang mengira lagu-lagu legendaris era 1980-an lahir dari musisi yang sudah matang dan berpengalaman. Padahal, tidak sedikit karya besar yang justru ditulis ketika penciptanya masih berusia belasan tahun. Meski masih remaja, mereka mampu menuangkan emosi, pengalaman, dan imajinasi ke dalam lirik yang akhirnya dikenang hingga puluhan tahun kemudian.

Hal ini membuktikan bahwa kreativitas tidak selalu bergantung pada usia. Dengan bakat, kepekaan, dan keberanian bereksperimen, para musisi muda berhasil menciptakan lagu-lagu yang terus diputar lintas generasi. Berikut lima lagu ikonik era 80-an yang ternyata ditulis saat penciptanya masih remaja.

1. 'The Man With The Child In His Eyes' – Kate Bush

Kate Bush sudah menunjukkan bakat luar biasa sejak usia yang sangat muda. Ia menulis lagu 'The Man With The Child In His Eyes' ketika baru berusia 13 tahun, jauh sebelum namanya dikenal sebagai salah satu penyanyi sekaligus penulis lagu paling berpengaruh di Inggris. Lagu tersebut kemudian dimasukkan ke album debutnya, The Kick Inside, dan direkam saat Bush berusia 16 tahun.

Lagu ini menampilkan lirik puitis dan emosional, sesuatu yang cukup mengejutkan mengingat usianya saat itu masih sangat belia. Kabarnya, inspirasi lagu tersebut datang dari Steve Blacknell, yang merupakan pacar pertamanya. Blacknell sendiri mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar karya Kate Bush dan langsung menyadari bahwa gadis muda itu memiliki bakat yang luar biasa.

2. 'Careless Whisper' – George Michael

Meski baru dirilis beberapa tahun setelah ditulis, 'Careless Whisper' ternyata lahir dari ide George Michael saat dirinya masih berusia 17 tahun. Lagu ini ditulis bersama rekan satu grup Wham!, Andrew Ridgeley, sebelum akhirnya menjadi salah satu lagu solo paling ikonik dalam karier George Michael. Melodi saksofon yang khas membuat lagu ini begitu mudah dikenali hingga sekarang.

Inspirasi lagu tersebut berasal dari pengalaman pribadi George Michael saat menjalin hubungan dengan dua perempuan sekaligus. Ia membayangkan bagaimana jika salah satu dari mereka mengetahui kenyataan tersebut dan rasa bersalah yang mungkin muncul setelahnya. Meski kisah dalam lagu terdengar dramatis, George mengungkapkan bahwa situasi yang ia bayangkan itu sebenarnya tidak pernah benar-benar terjadi.

3. 'Foolish Beat' – Debbie Gibson

Debbie Gibson mencatat sejarah musik pop lewat Foolish Beat. Saat lagu ini mencapai posisi nomor satu di Billboard Hot 100, ia menjadi orang termuda yang berhasil menulis, memproduksi, sekaligus menyanyikan sendiri lagu yang sukses memuncaki tangga lagu tersebut. Prestasi itu membuat namanya langsung diperhitungkan di industri musik internasional.

Yang lebih menarik, sebagian besar lagu-lagu awal Debbie justru dibuat di rumahnya sendiri. Garasi keluarganya diubah menjadi studio sederhana yang juga berfungsi sebagai ruang mencuci pakaian. Debbie bahkan pernah bercerita bahwa ia harus menghentikan proses rekaman setiap kali ada anggota keluarga yang ingin menggunakan mesin cuci.

4. 'True Colors' – Cyndi Lauper

Meski bukan penulis tunggal lagu ini, Cyndi Lauper berhasil menghidupkan 'True Colors' dengan interpretasi yang sangat personal ketika masih berada di awal masa kejayaannya. Lagu ini mengajak pendengar untuk berani menunjukkan jati diri tanpa takut dihakimi orang lain. Pesannya terasa sederhana, tetapi memiliki dampak emosional yang sangat kuat.

Seiring berjalannya waktu, 'True Colors' berkembang menjadi lagu penyemangat bagi banyak orang yang sedang menghadapi masa sulit. Melodi yang lembut dipadukan dengan lirik penuh harapan, membuat lagu ini tetap relevan hingga sekarang. Bahkan, banyak yang menganggapnya sebagai salah satu anthem tentang penerimaan diri yang paling menyentuh.

5. 'Don't You (Forget About Me)' – Simple Minds

Lagu yang identik dengan film The Breakfast Club ini menjadi simbol kehidupan remaja pada era 1980-an. Meski awalnya Simple Minds sempat ragu membawakannya, 'Don't You (Forget About Me)' justru berubah menjadi lagu terbesar dalam karier mereka. Tema tentang persahabatan dan keinginan untuk dikenang begitu dekat dengan kehidupan anak muda.

Popularitas lagu ini semakin meroket setelah menjadi soundtrack film tersebut. Hingga kini, banyak orang masih mengaitkan lagu ini dengan semangat remaja yang penuh harapan sekaligus kegelisahan dalam mencari jati diri. Itulah sebabnya 'Don't You (Forget About Me)' tetap dikenang sebagai salah satu lagu paling ikonik dari dekade 1980-an.

Lima lagu di atas membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk menciptakan karya yang luar biasa. Dari kelima lagu ikonik era 80an ini, mana yang paling sering kamu dengarkan hingga sekarang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article