Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Lagu Indonesia tentang Ketergantungan Emosional dalam Cinta
Bernadya (instagram.com/bernadyaribka)
  • Artikel ini membahas tujuh lagu Indonesia yang menggambarkan ketergantungan emosional dalam hubungan cinta, di mana seseorang menaruh seluruh kebahagiaan dan rasa aman pada pasangannya.
  • Melalui lirik-liriknya, tiap lagu menunjukkan bentuk kehilangan identitas diri, rasa takut ditinggalkan, hingga pengorbanan berlebihan demi mempertahankan hubungan yang tidak sehat secara emosional.
  • Pesan utamanya mengajak pendengar untuk mengenali tanda-tanda ketergantungan emosional agar bisa mencintai dengan lebih sadar tanpa kehilangan jati diri sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketergantungan emosional adalah situasi saat seseorang menempatkan kebutuhan emosionalnya seperti rasa aman dan kebahagiaan pada orang lain. Artinya, sumber kebahagiaannya sepenuhnya bergantung pada orang lain. Hal itu sering terjadi dalam percintaan.

Melalui lagu Indonesia berikut ini, kamu akan memahami tanda ketergantungan emosional melalui liriknya. Berdasarkan interpretasi secara tekstual, liriknya menggambarkan seseorang yang kehilangan identitas diri hingga terlalu takut hidup tanpa pasangan. Yuk, simak apa saja lagu Indonesia tentang ketergantungan emosional dalam cinta!

1. "Langit Bumi" - Wali

cuplikan video klip "Langit Bumi" (youtube.com/NAGASWARA Official Video Indonesia)

“Langit Bumi” milik Wali menyuarakan kepedihan saat pasangan hendak mengakhiri hubungan. Tokoh dalam lagu ini tak bisa menerima keputusan itu. Dia tak yakin sanggup menjalani segalanya tanpa sang pujaan hati.

Alhasil, dia menunjukkan ketergantungan emosional saat mulai memohon kepada sang pujaan hati agar tak ditinggalkan. Dia bahkan rela mengorbankan segala hal tentang dirinya, selama sang pasangan masih bersedia bersamanya. Baginya, hidup tanpa kasih sayang pasangan tidaklah berarti.

2. "Kata Mereka Ini Berlebihan" - Bernadya

cuplikan video klip "Kata Mereka Ini Berlebihan" (youtube.com/Bernadya)

“Kata Mereka Ini Berlebihan” dari Bernadya menggambarkan upaya untuk selalu menyesuaikan diri dengan preferensi pasangan. Tokoh dalam lagu ini rela mengubah penampilannya dan membaca buku yang disukai pasangannya agar jadi sosok sempurna bagi pasangannya.

Dia mulai menggantungkan identitas dirinya pada hal yang disukai pasangannya. Padahal, pasangannya justru sengaja membuatnya menderita dengan semua permintaan tak masuk akal. Ia menganggap semua tindakannya sebagai perjuangan cinta, padahal itu hanya ketergantungan yang tak sehat.

3. "Takut" - Vierra

cuplikan video klip "Takut" (youtube.com/Musica Studios)

“Takut” dari Vierra menggambarkan usaha seseorang dalam memahami pasangannya. Dia merasa ketakutan berlebihan akan ditinggalkan. Makanya, reaksi bosan dari sang pujaan hati kerap membuatnya tak tenang.

Liriknya menggambarkan ketergantungan yang membuatnya tak ingin kehilangan pasangan. Ia bahkan rela menyalahkan diri saat menilai pasangannya bosan bersamanya. Ia bertekad untuk selalu bersama pasangannya. Ia juga butuh selalu diyakinkan bahwa pasangannya tak akan meninggalkannya.

4. "Separuh Nafas" - Dewa

cuplikan video klip "Separuh Nafas" (youtube.com/Aquarius Musikindo)

“Separuh Nafas” dari Dewa mengibaratkan sang pujaan hati sebagai bagian dari diri yang terasa tak lengkap tanpanya. Napas adalah kebutuhan dasar, jadi menyamakan seseorang dengan itu menggambarkan emosi yang cukup intens. Tokoh di lagu ini pun merasa runtuh usai ditinggalkan.

Liriknya juga menempatkan sang pujaan hati di posisi yang sangat tinggi dalam hidup, selayaknya dewi. Makanya, kehilangannya terasa lebih menyiksa. Jadi, liriknya mengekspresikan unsur kehilangan diri dan kebutuhan besar terhadap kehadiran pujaan hati sebagai wujud ketergantungan emosional.

5. "Lemah Tanpamu" - Radja

cuplikan video klip "Lemah Tanpamu" (youtube.com/Radja Band)

“Lemah Tanpamu” dari Radja terkesan mengagungkan sosok pasangan dalam liriknya. Tokoh di lagu ini merasa tak sanggup jika mesti menjalani hari tanpa pasangan. Baginya, pasangannya mengajarkannya cinta yang sangat berharga.

Maka dari itu, dia mulai merasa tak berdaya jika tidak berada di sisi pasangannya pada malam ataupun siang hari. Ia menggantungkan kebahagiaan sendiri pada pasangannya. Ia menganggap ketergantungan itu sebagai cinta yang wajar.

6. "Benci" - Utopia

cuplikan video klip "Benci" (youtube.com/Aquarius Musikindo)

“Benci” milik Utopia menyuarakan pengaruh buruk pasangan dalam kehidupan. Tokoh dalam lagu ini kerap menyadari perasaannya kacau saat bersama pasangannya. Dia berbahagia, tapi sering kali sedih kala menyadari perubahannya ke arah yang buruk.

Hal itu terjadi karena dirinya sebenarnya dikenal sebagai sosok yang pantas dikagumi dan punya banyak impian positif sebelum menjalin hubungan asmara. Namun, pasangannya mengubahnya jadi orang yang kelam dan penuh kebencian. Pasangannya merenggut impiannya dan membuatnya terjebak dalam ketergantungan emosional.

7. "Aku Terjatuh" - ST12

cuplikan video klip "Aku Terjatuh" (youtube.com/Trinity Optima Production)

“Aku Terjatuh” milik ST12 mendeskripsikan kesulitan seseorang dalam menghadapi pasangannya yang terlalu bergantung padanya secara emosional. Ia tak lagi merasakan cinta pada pasangannya. Namun, sang kekasih tak bisa menjalani hari tanpa dirinya.

Dia pun menyadari perubahan pasangannya yang terlalu tergila-gila padanya. Ketergantungan emosional juga membuat sang kekasih kerap menangis saat merasa hubungan akan diakhiri. Hal itu membuat tokoh dalam lagu ini mesti menetap bersamanya karena tak tega meninggalkannya.

Lagu Indonesia tentang ketergantungan emosional dalam cinta menggambarkan bahwa sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri dari dependensi. Ini dikarenakan pasangan kerap dianggap lebih penting daripada diri sendiri. Semoga saja liriknya dapat membuatmu menghindari ketergantungan semacam itu, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team