Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Lagu Klasik yang Terseret Kasus Kriminal Mengerikan, Kok Bisa?

4 min read
5 Lagu Klasik yang Terseret Kasus Kriminal Mengerikan, Kok Bisa?
sampul album AC/DC (youtube.com/AC/DC)
  • Lima lagu populer terseret kasus kriminal karena digunakan pelaku, muncul dalam rekaman kejahatan, atau dikaitkan dengan pandangan dan obsesinya.

  • 'Meet the Flintstones' dikaitkan dengan pengebom David Copeland, sementara 'True Faith' menjadi musik latar rekaman pembunuhan Jun Lin oleh Luka Magnotta.

  • 'Night Prowler', 'Helter Skelter', dan 'Stray Bullet' dikaitkan dengan Richard Ramirez, Charles Manson, serta pelaku penembakan Columbine, Eric Harris dan Dylan Klebold.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lagu sering kali menjadi bagian dari momen menyenangkan dalam hidup, mulai dari menemani perjalanan hingga menjadi pengiring acara televisi favorit. Namun, ada sejumlah lagu yang kemudian memiliki kaitan dengan kasus kriminal mengerikan, meskipun awalnya diciptakan hanya untuk hiburan atau menyampaikan pesan tertentu.

Hubungan tersebut muncul karena lagu-lagu itu digunakan oleh pelaku kejahatan atau ditemukan dalam rekaman yang berkaitan dengan tindakan kriminal. Kisah di balik lagu-lagu ini menunjukkan bahwa sebuah karya musik bisa mendapatkan makna yang jauh berbeda ketika dikaitkan dengan peristiwa di dunia nyata. Berikut lima lagu yang terseret dalam kasus kriminal mengerikan.

  1. 1. 'Meet the Flintstones' — Hoyt Curtin, Joseph Barbera, dan William Hanna

    Lagu tema The Flintstones dikenal luas sebagai pengiring serial animasi keluarga yang populer sejak 1960. Dengan melodi ceria dan lirik yang ringan, lagu ini seharusnya mengingatkan pendengar pada petualangan Fred Flintstone dan keluarganya. Namun, lagu tersebut justru memiliki kaitan tak terduga dengan David Copeland, pelaku serangkaian pengeboman bermotif rasis dan homofobik di London pada 1999.

    Salah satu serangannya menyasar Admiral Duncan, sebuah pub yang menjadi tempat berkumpul komunitas LGBTQ+, dan menewaskan tiga orang. Copeland memiliki pandangan ekstremis sayap kanan dan terobsesi dengan gagasan perang rasial.

    Menurut laporan yang dikutip jurnalis Nick Ryan, penggalan lirik lagu The Flintstones yang menyebut frasa “we’ll have a gay old time” turut dikaitkan dengan ketakutan pribadi Copeland mengenai seksualitasnya saat remaja. Ia menafsirkan kata gay dengan cara yang membuatnya merasa tidak nyaman.

  2. 2. 'True Faith' — New Order

    Dirilis pada 1987, 'True Faith' merupakan salah satu lagu populer dari band Inggris New Order. Lagu dengan nuansa elektronik yang khas ini dikenal melalui melodi yang mudah diingat dan video musiknya yang unik. Namun, namanya kemudian ikut terseret dalam kasus pembunuhan Jun Lin, mahasiswa asal China yang dibunuh di Montreal, Kanada, pada 2012.

    Pelakunya, Luka Magnotta, merekam tindakan kriminal tersebut dan menyebarkan videonya secara daring, sehingga kasus ini mengejutkan publik internasional. Lagu 'True Faith' terdengar sebagai musik latar dalam rekaman mengerikan yang dibuat Magnotta. Alasan pasti pemilihan lagu tersebut tidak pernah dijelaskan secara meyakinkan, meskipun berbagai spekulasi sempat bermunculan.

  3. 3. 'Night Prowler' — AC/DC

    'Night Prowler' merupakan lagu penutup album Highway to Hell milik AC/DC yang dirilis pada 1979. Dengan nuansa hard rock yang gelap, lagu ini bercerita tentang seseorang yang menyelinap ke kamar kekasihnya ketika orangtua sang kekasih sedang tidur. Namun, makna tersebut kemudian dikaitkan dengan Richard Ramirez, pembunuh berantai yang meneror wilayah California pada pertengahan 1980-an.

    Ramirez, yang dijuluki media sebagai Night Stalker, melakukan serangkaian kejahatan brutal dan akhirnya dinyatakan bersalah atas banyak tindak kriminal. Ramirez diketahui menyukai musik AC/DC, dan lagu 'Night Prowler' ikut mendapat sorotan setelah kasusnya terungkap. Sebagian laporan menyebut lagu tersebut sebagai salah satu favoritnya, sementara atribut band juga dikaitkan dengan dirinya.

  4. 4. 'Helter Skelter' — The Beatles

    'Helter Skelter' ditulis oleh Paul McCartney dan dirilis dalam album ganda The Beatles pada 1968. Dengan suara gitar yang kasar dan energi yang meledak-ledak, lagu ini dikenal sebagai salah satu karya band tersebut yang memiliki pendekatan rock lebih keras. Namun, lagu itu kemudian dikaitkan dengan Charles Manson, pemimpin sekte yang pengikutnya melakukan serangkaian pembunuhan di Los Angeles pada 1969.

    Manson meyakini bahwa musik The Beatles menyimpan pesan tersembunyi tentang konflik rasial dan kehancuran yang akan datang. Manson menggunakan istilah Helter Skelter untuk menggambarkan ramalan apokaliptik yang ia yakini, lalu menghubungkannya dengan gagasan perang rasial. Pengikutnya kemudian melakukan pembunuhan terhadap sejumlah korban, termasuk aktris Sharon Tate dan beberapa orang lainnya.

  5. 5. 'Stray Bullet' — KMFDM

    'Stray Bullet' merupakan lagu dari KMFDM, band industrial asal Jerman yang dikenal dengan musik elektronik keras dan lirik bernuansa sosial-politik. Lagu ini kemudian mendapat perhatian setelah Eric Harris dan Dylan Klebold melakukan penembakan di Columbine High School, Colorado, pada 20 April 1999. Serangan tersebut menewaskan 12 siswa dan seorang guru, sebelum kedua pelaku mengakhiri hidup mereka sendiri.

    Tragedi ini menjadi salah satu kasus penembakan sekolah paling dikenal di Amerika Serikat dan memicu perdebatan panjang mengenai kekerasan di lingkungan pendidikan. Harris diketahui menyukai KMFDM dan pernah memuat lirik 'Stray Bullet' di situs pribadinya sebelum penembakan. Hubungan tersebut membuat band ini ikut disorot ketika media berusaha mencari tahu faktor-faktor yang mungkin memengaruhi para pelaku.

    Kelima lagu tersebut memiliki kisah yang sangat berbeda, tetapi semuanya memperlihatkan bagaimana musik dapat terseret ke dalam pemberitaan kasus kriminal yang mengerikan. Menurutmu lagu mana yang memiliki kisah di baliknya paling mengejutkan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More