Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Lagu Olivia Rodrigo tentang Overthinking dan Self-Doubt, Relate?
Olivia Rodrigo dalam musik video "the cure" (dok. Geffen Records/the cure)
  • Olivia Rodrigo dikenal lewat lagu-lagu bertema overthinking, self-doubt, dan insecurity sejak debut album Sour hingga karya terbarunya di album you seem pretty sad for a girl so in love (2026).
  • Lagu 'the cure' menggambarkan luka emosional dan rasa tidak percaya diri yang tak bisa disembuhkan hanya dengan cinta, menampilkan sisi mellow dan matang dari Olivia.
  • Selain 'the cure', lagu seperti 'jealousy, jealousy', 'lacy', 'pretty isn't pretty', dan 'making the bed' juga menyoroti tekanan sosial, standar kecantikan, serta refleksi diri terhadap rasa insecure.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak debut lewat album Sour (2021), Olivia Rodrigo dikenal sebagai musisi yang sering menulis lagu tentang patah hati, overthinking, dan insecure secara personal. Terbaru, Olivia baru saja merilis lagu "the cure" dengan tema serupa untuk album terbarunya, you seem pretty sad for a girl so in love (2026).

Lewat lagu "the cure", Olivia menunjukkan sisi rapuhnya lewat cerita self-doubt dan luka emosional yang gak akan sembuh hanya karena cinta. Sebenarnya, "the cure" bukan satu-satunya lagu tentang overthinking yang pernah ditulis Olivia, lho.

Termasuk "the cure", ini beberapa rekomendasi lagu Olivia Rodrigo yang bahas soal overthinking dan self-doubt. Coba dengarkan, karena gak semuanya soal cinta, sehingga mungkin relate dengan hidupmu.

1. "the cure"

Olivia Rodrigo dalam musik video "the cure" (dok. Geffen Records/the cure)

Menjelang perilisan album ketiganya, Olivia Rodrigo kembali "menggoda" penggemar lewat lagu baru bertajuk "the cure". Lagu 4 menit 57 detik itu punya nuansa alt-pop dreamy yang lebih mellow dan matang dibandingkan dengan lagu-lagu Olivia sebelumnya.

Lagu "the cure" punya makna cukup emosional. Lagu ini berpusat pada rasa self-doubt dan insecurity yang tetap ada walau seseorang sedang dicintai. Oliva menggambarkan pasangan sebagai "obat", tetapi luka emosional dalam dirinya ternyata tidak bisa sembuh hanya karena cinta.

2. "jealousy, jealousy"

Dalam album Sour, Olivia Rodrigo memasukkan lagu "jealousy, jealousy" yang memadukan nuansa pop-rock, pop-punk, dan alt-pop dengan energi yang lebih agresif dibanding lagu balada Olivia lainnya. Lagu ini ditulis Olivia bersama Dan Nigro dan Casey Smith.

Secara gamblang, Olivia membahas soal tekanan media sosial yang membuat kebanyakan perempuan membandingkan diri mereka sendiri dengan orang lain. Lewat lirik lagunya, Olivia menggambarkan rasa iri, minder, dan kelelahan mental akibat merasa tidak puas dengan hidupnya.

3. "lacy"

Olivia Rodrigo dalam album GUTS (dok. Geffen Records/GUTS)

Lagu "lacy" memiliki tema yang terasa nyambung dengan "the cure", yakni soal self-worth. Dengan durasi 2 menit 57 detik, Olivia membahas soal obsesi, insecurity, dan rasa iri terhadap seseorang yang dianggap sempurna. Ada rasa kagum, tapi juga terintimidasi di dalamnya.

Lagu ini punya nuansa folk pop dan dreamy yang lembut, berbeda dengan sisi pop-rock Olivia yang biasanya lebih meledak-ledak. Meski liriknya puitis dan penuh metafora, "lacy" punya topik yang cukup berat untuk dibahas.

4. "pretty isn't pretty"

Berasal dari album Guts (2023), "pretty isn't pretty" membahas soal masalah fisik dan tekanan untuk selalu tampil ideal, baik laki-laki maupun perempuan. Olivia memakai lagu ini untuk mengkritik standar kecantikan yang sering membuat orang merasa gak cukup sempurna.

Lewat durasi 3 menit 19 detik dan musik pop yang upbeat, Olivia menggambarkan bagaimana seseorang bisa melakukan banyak hal demi terlihat cantik, tetapi rasa insecure itu gak akan hilang. Apakah kamu relate dengan isu yang Olivia angkat dalam lagu "pretty isn't pretty"?

5. "making the bed"

Olivia Rodrigo dalam album GUTS (dok. Geffen Records/GUTS)

Masih dari album Guts, Olivia membahas soal self-sabotage dan perasaan terjebak dalam hidup yang sebenarnya ia bangun sendiri melalui lagu "making the bed". Di lagu ini, Olivia lebih reflektif dibandingkan dengan lagu balada miliknya yang lainnya.

Dengan durasi 3 menit 18 detik, lagu ini terasa seperti percakapan internal seseorang yang sadar kalau dirinya lelah, tetapi juga bingung cara keluar dari pola pikir negatifnya. Instrumen lagu yang minimalis bikin kamu hanya fokus pada liriknya.

Olivia Rodrigo memang punya banyak lagu balada yang sedih, tetapi gak semuanya soal cinta. Kelima lagu Olivia di atas membahas soal overthinking dan self-doubt yang merugikan hidup kalau terus dibiarkan. Lagu mana saja yang kamu sukai?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team