Sal Priadi Lengkapi MASPF dengan Video Ada Titik-Titik di Ujung Doa
- Sal Priadi merilis video musik 'Ada Titik-Titik di Ujung Doa' sebagai penutup perjalanan album keduanya, MASPF, dengan harapan menjadi awal bagi karya selanjutnya.
- Video musik berdurasi 8 menit 9 detik garapan Bernardus Raka menampilkan kisah reflektif tentang hubungan dan jarak emosional, membuka ruang interpretasi bagi pendengar dan penonton.
- Lagu ini telah diputar lebih dari 80 juta kali di berbagai platform dan menjadi video musik keempat dari album MASPF, memperkuat posisi Sal dalam skena musik Indonesia.
Titik-titik boleh jadi pertanda jujur bagi rasa sesal yang tak kunjung tertumpahkan. Namun, dalam kehidupan yang berlalu dan selalu dipungkasi doa-doa penghujung malam, titik-titik itu tidak pernah berupa kekosongan, melainkan terisi pasti oleh nama orang-orang tersayang.
Sal Priadi, pencipta sekaligus penyanyi lagu "Ada Titik-Titik di Ujung Doa", tahu persis soal itu. Maka dengan cara yang sama, Sal mantap melengkapi titik-titik perjalanan album penuh keduanya, Markers and Such, Pens, Flashdisks (MASPF), dengan merilis video musik Ada Titik- Titik di Ujung Doa.
"Lagu 'Ada Titik-Titik di Ujung Doa' yang dilengkapi dengan video musik ini akan menjadi penghujung rangkaian album MASPF. Saya harap karya ini dapat menjadi titik pengharapan terbaik untuk bertolak ke titik-titik perjalanan selanjutnya," ujar Sal dalam keterangan resminya.
1. Membuka ruang-ruang interpretasi melalui sajian audio-visual yang kian reflektif

Video Musik "Ada Titik-Titik di Ujung Doa" sendiri ditulis dan diarahkan oleh Bernardus Raka, sutradara yang berpengalaman memvisualisasikan banyak nada dan rasa dari suatu lagu ke dalam gambar bergerak.
Memusatkan kisah pada seorang bapak yang bekerja sebagai pengemudi truk, video musik berdurasi 8 menit 9 detik ini menggulirkan pergulatan batin yang tak terucap. Seperti mengelaborasi liriknya, kisah tersebut memperlihatkan bagaimana jarak dan kealpaan raga dapat menghantui hubungan seseorang dengan orang-orang terkasih.
Pendekatan naratif yang dibangun Bernardus Raka tidak dimaksudkan untuk membatasi makna “Ada Titik-Titik di Ujung Doa”. Sebaliknya, video musik ini justru membuka ruang-ruang interpretasi melalui sajian audio-visual yang kian reflektif.
2. Viso musik keempat dari album MASPF

Sejak dirilis sebagai bagian dari album MASPF (2024), “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” telah diputar lebih dari 80 juta kali di berbagai platform streaming digital, termasuk lebih dari 50 juta pemutaran di Spotify serta lebih dari 30 juta penayangan versi audio dan video lirik di YouTube.
Video musik "Ada Titik-Titik di Ujung Doa" merupakan yang keempat dari album MASPF, menyusul "Semua Lagu Cinta", "Dari Planet Lain", dan "Gala Bunga Matahari". Kehadirannya juga siap melengkapi pengalaman video live performance "Ada Titik-Titik di Ujung Doa" yang meraih lebih dari 1,8 juta penonton dalam satu bulan sejak dirilis.
3. Titik penyambung menuju fase kreatif berikutnya
Sementara bagi Sal, perilisan video musik "Ada Titik-Titik di Ujung Doa" tidak semata-mata menamatkan perjalanan. Karya ini justru disiapkan sebagai titik penyambung menuju fase kreatif berikutnya.
"Meski belum genap dua tahun dari peluncuran album MASPF, saya sudah siap menyambut album studio ketiga. Saya merasa ada kisah-kisah yang terus mengetuk sejak lama, dan ingin sekali saya bagikan kepada banyak orang," kata Sal.