Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Layak Reza Lagi Reza Lagi, Anggi Noen Puji Kualitas Reza Rahadian

5 min read
Layak Reza Lagi Reza Lagi, Anggi Noen Puji Kualitas Reza Rahadian
potret Yosep Anggi Noen dan Reza Rahadian (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Celetukan “Reza lagi, Reza lagi” kembali ramai terdengar setelah Reza Rahadian diumumkan menjadi pemeran Biru Laut di Laut Bercerita. Celetukan tersebut sebenarnya sudah lama menjadi candaan di kalangan penonton film Indonesia setiap kali Reza kembali muncul dalam sebuah film. Pasalnya, aktor bernama asli Reza Rahadian Matulessy tersebut memang dikenal cukup produktif membintangi berbagai film sehingga kemunculannya dalam proyek baru kerap diikuti celetukan, “Reza lagi, Reza Lagi.”

Selain soal frekuensi kemunculannya di layar lebar, pemilihan Reza dalam Laut Bercerita juga menjadi perhatian karena ia memerankan karakter mahasiswa yang berlatar era 1990-an. Reza sendiri kini telah berusia 39 tahun sehingga perannya sebagai mahasiswa turut menjadi sorotan, terutama karena karakter Biru Laut digambarkan sebagai aktivis mahasiswa pada akhir 1990-an.

Yosep Anggi Noen selaku sutradara film Laut Bercerita pun menanggapi hal tersebut dengan santai dalam sesi roundtable interview di kantor IDN, Kamis (17/9/2026). Bagi Anggi, komentar “Reza lagi, Reza lagi” bukan alasan untuk mengesampingkan sang aktor dari pilihan pemain. Ia justru melihat kualitas yang dimiliki Reza Rahadian saat ini sebagai hasil dari proses panjang selama berkarier di industri hiburan. Selain itu, Anggi memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih Reza sebagai Biru Laut.

  1. 1. Respons Anggi Noen soal komentar ‘Reza lagi, Reza lagi’

    Potret Yosep Anggi Noen yang didokumentasikan oleh Rani Asnurida untuk IDN Times sebagai dokumentasi.
    potret Yosep Anggi Noen (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Yosep Anggi Noen mengungkap pandangannya soal celetukan “Reza lagi, Reza lagi” yang belakangan ramai terdengar di media sosial setiap kali Reza Rahadian hadir dalam proyek film baru, termasuk Laut Bercerita. Menurut Anggi, ada banyak alasan kenapa Reza terus dipercaya untuk berbagai proyek, salah satunya karena profesionalisme sang aktor.

    Sang sutradara menilai Reza merupakan aktor yang sangat profesional dan cepat dalam bekerja. Menurutnya, kualitas tersebut menjadi salah satu hal yang membuat Reza terus mendapatkan tawaran untuk berbagai proyek.

    “Reza itu very professional. Dia sangat profesional, dia sangat cepat. Jadi kualitas itulah yang membuat dia punya tawaran yang banyak dan diinginkan oleh banyak orang untuk pekerjaan itu,” ungkap Yosep Anggi Noen kepada IDN Times.

    Menurutnya, profesionalisme yang dimiliki oleh Reza Rahadian saat ini pun juga tidak terbentuk secara instan. Ada proses panjang selama berkarier yang membuatnya terus belajar dan berkembang hingga berada di level ‘Reza lagi, Reza lagi.’”

    “Aku yakin dia tidak lahir dari sesuatu hal yang begitu perfect-nya, tapi dia ditempa oleh persoalan, ditempa oleh waktu, ditempa oleh tanggung jawab, dan kemudian dia belajar terus sampai dia punya level Reza lagi, Reza lagi,” lanjutnya.

    Jadi, alih-alih mempermasalahkannya, Anggi justru melihat “Reza lagi, Reza lagi” sebagai sebagai gambaran dari kualitas dan profesionalisme yang telah dibangun Reza Rahadian selama bertahun-tahun berkarier sebagai aktor.

  2. 2. Sudah incar Reza Rahadian sejak awal, sering satu take, syuting jadi efektif dan efisien

    Yosep Anggi Noen dan Reza Rahadian berpose bersama dalam potret dokumentasi IDN Times karya Rani Asnurida.
    potret Yosep Anggi Noen dan Reza Rahadian (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Sutradara Yosep Anggi Noen juga menegaskan bahwa Reza Rahadian memang sudah menjadi pilihannya sejak awal untuk memerankan karakter Biru Laut di film Laut Bercerita. Pemilihan tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan film, terutama dari kualitas akting.

    Pertimbangan visual juga menjadi bagian dari proses tersebut. Oleh karena itu, terkait penilaian Reza memerankan karakter mahasiswa muda di usianya saat ini, Anggi menjelaskan bahwa tim produksi memang ingin menghadirkan gambaran mahasiswa era 1990-an yang berbeda dengan anak muda masa kini. Bahkan, penyesuaian tersebut tidak hanya diterapkan kepada Reza Rahadian, tetapi juga kepada para extras yang berperan sebagai mahasiswa.

    “Aku memilih mereka karena justru muka mereka itu seperti muka mahasiswa tahun 90-an. Itu extrasnya pun kupilih yang muka tua-tua. Bahkan secara umur mereka juga tua,” kata Anggi.

    Anggi melanjutkan, “Kamu bayangkan ya, ada satu extras duduk-duduk. Aku lagi break shooting. Dia lagi video call sama anaknya. Jadi kan itu extras udah berumur, mungkin 30-an, berkeluarga juga, udah muka kayak ibu-ibu. Ya memang ibu-ibu, tapi jadi mahasiswa di situ. Jadi memang ini adalah standar visual mengenai muka manusia yang berbeda dari generasi ke generasi sekarang.”

    Selain itu, Anggi juga merasa sangat terbantu dengan cara kerja Reza Rahadian di lokasi syuting. Ia menilai Reza mampu memberikan performa yang dibutuhkan sejak pengambilan pertama, sehingga adegan dapat diselesaikan sering dalam satu kali take. Bagi Anggi, cara kerja tersebut membuat proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien karena ia jarang membutuhkan pengambilan gambar kedua atau ketiga ketika bekerja dengan Reza.

    “Kalau aku mau testimoni, bekerja sama Reza itu aku senang, karena aku merasa terbantu banget. Produser juga merasa terbantu banget kalau yang main Reza. Aku itu orangnya punya keyakinan, 'First take is a diamond, second take is a gold.' Jadi kalau misalnya acting, satu kali aja, cut, selesai. Saya tidak punya take kedua. Jadinya efektif dan efisien,” lanjut Anggi Noen.

  3. 3. Akui sedang mengawasi aktor muda yang potensial

    Potret Reza Rahadian dalam dokumentasi Rani Asnurida, digunakan sebagai materi visual untuk publikasi.
    potret Reza Rahadian (dok. Rani Asnurida)

    Terlepas dari pilihannya yang jatuh pada Reza Rahadian, Anggi Noen tak menutup mata terhadap kualitas yang dimiliki oleh aktor-aktor muda. Menurutnya, ada banyak aktor muda yang memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang dalam sebuah produksi. Ia pun mengaku tengah memperhatikan sejumlah aktor muda yang dinilainya memiliki potensi untuk berkembang.

    “Aku sekarang sedang juga sedang mengawasi beberapa aktor muda yang punya potensi. Tidak perlu saya katakan siapa-siapa, tapi memang banyak yang punya potensi,” lanjut Anggi Noen.

    Namun, Anggi menekankan bahwa potensi saja tidak cukup. Hal tersebut perlu diimbangi dengan konsistensi dan profesionalisme dalam bekerja. Kemampuan menghafal dialog dengan cepat serta kesiapan mengikuti kebutuhan proses syuting juga menjadi beberapa hal yang turut dipertimbangkan dalam memilih aktor.

    “Tinggal ini aja, konsistensi dan profesionalisme, menurut saya. Kadang-kadang ada juga yang punya potensi, tapi mungkin, kurang profesional, gak cepat hafal dialog, misalnya. Itu ada juga. Nah, hal-hal seperti itu memang kadang mungkin menghambat aja pertimbangannya.”

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More