"Nyawa dan Harapan" mungkin sudah dirilis oleh Raisa pada 2016 melalui album Handmade. Namun, lagu tersebut masih relevan untuk didengarkan pada 2026, terlebih di masa seperti sekarang, di mana terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa daerah.
Raisa juga diketahui merilis kembali video musik "Nyawa dan Harapan" pada 28 Oktober 2026 sebagai bentuk kampanye kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dampak karhutla terhadap ekosistem serta kehidupan satwa liar di Indonesia.
Dalam video musiknya, Raisa menyisipkan beberapa dokumentasi yang memperlihatkan kondisi hutan akibat karhutla. Ada kobaran api yang melahap pepohonan, habitat fauna yang rusak, hingga orangutan yang kehilangan tempat tinggal.
Lirik lagu "Nyawa dan Harapan" milik Raisa ini memiliki makna mendalam soal penyesalan atas apa yang kini sudah kita miliki. Didengarkan di masa-masa karhutla seperti sekarang ini rasanya miris banget!