Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lirik Lagu Rayuan Pulau Kelapa, Pencipta dan Maknanya

Lirik Lagu Rayuan Pulau Kelapa, Pencipta dan Maknanya
ilustrasi keindahan alam Indonesia (pixabay.com/keulefm)

  • "Rayuan Pulau Kelapa" diciptakan oleh Ismail Marzuki dan merupakan lagu nasional Indonesia.

  • Lagu ini memuji keindahan alam Indonesia dan sumber daya alam yang melimpah, serta menggambarkan kecintaan kepada bangsa dan negara.

  • Ismail Marzuki, pencipta lagu "Rayuan Pulau Kelapa", juga menciptakan beberapa lagu lainnya dan diabadikan sebagai pahlawan nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

"Rayuan Pulau Kelapa" tercatat sebagai lagu nasional yang diciptakan oleh komposer musik Indonesia, Ismail Marzuki. Lagu ini juga pernah dimainkan saat acara pidato kenegaraan di DPR/MPR RI pada 15 Agustus 2014.

Sederhananya, lagu ini menggambarkan variasi flora dan fauna di Tanah Air, lho. Untuk mengetahui lebih jauh tentang lagu "Rayuan Pulau Kelapa", simak liriknya berikut ini!

  1. Lirik lagu Rayuan Pulau Kelapa

    Tanah airku Indonesia

    Negeri elok amat kucinta

    Tanah tumpah darahku yang mulia

    Yang kupuja sepanjang masa

     

    Tanah airku aman dan makmur

    Pulau kelapa yang amat subur

    Pulau melati pujaan bangsa

    Sejak dulu kala

     

    Melambai lambai

    Nyiur di pantai

    Berbisik bisik

    Raja Kelana

     

    Memuja pulau

    Nan indah permai

    Tanah Airku

    Indonesia

  2. Makna lagu Rayuan Pulau Kelapa

    ilustrasi keindahan alam Indonesia
    ilustrasi keindahan alam Indonesia (pixabay.com/Kanenori)

    Lagu "Rayuan Pulau Kelapa" berisi tentang pujian terhadap alam negeri Indonesia untuk menumbuhkan kecintaan kepada bangsa serta negara. Lagu ini melukiskan keindahan Indonesia berupa tanah yang subur, hamparan sawah yang luas, dan sumber daya alam yang tersimpan.

  3. Pencipta lagu "Rayuan Pulau Kelapa"

    Ismail Marzuki lahir di Kampung Kwitang, Jakarta, 11 Mei 1914. Ia merupakan keturunan asli Betawi. Selain Rayuan Pulau Kelapa, Ismail Marzuki juga menciptakan lagu-lagu yang lain, seperti "O Sarinah" (1931), "Gugur Bunga" (1945), "Halo-halo Bandung" (1946), "Selendang Sutera" (1946), "Sepasang Mata Bola" (1946), dan "Melati di Tapal Batas" (1947).

    Ismail Marzuki wafat pada 25 Mei 1958 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ia mendapatkan gelar pahlawan nasional yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November di Istana Negara pada 2004. Nama Ismail Marzuki juga diabadikan sebagai nama Pusat Kesenian Jakarta TIM, yang terletak di Jl. Cikini, Jakarta Pusat.

    Nah, itulah dia lirik lagu "Rayuan Pulau Kelapa" yang ternyata menggambarkan tentang keindahan alam Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah. Sebagai orang Indonesia, kita patut bangga telah lahir di negeri yang kaya, lho.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More