Lirik Lagu When I'm Home, Soundtrack The Odyssey

- Film The Odyssey (2026) menuai pujian besar dari penonton Indonesia berkat kualitas cast, alur cerita, sinematografi, dan scoring yang kuat meski hanya memiliki satu soundtrack utama.
- Lagu 'When I'm Home' menggambarkan perjalanan Odysseus mencari rumahnya selama delapan tahun dan menjadi penutup emosional film tanpa adanya post-credit atau petunjuk sekuel.
- Christopher Nolan ikut menulis lirik bersama James Blake, Travis Scott, dan Ludwig Goransson serta mengarahkan penggunaan gong perunggu dan kecapi sebagai elemen musik pengganti orkestra.
The Odyssey langsung menjadi perbincangan hangat penikmat film setelah tayang di Indonesia pada Rabu (15/7/2026). Segala aspek di film ini menerima pujian dari penonton, mulai dari cast, desain produksi, alur cerita, teknik kamera dan pengambilan gambar, hingga scoring.
Kamu tahu gak sih, ternyata film berdurasi sekitar 3 jam ini hanya memiliki satu soundtrack, yaitu "When I'm Home" (2026) yang dinyanyikan oleh James Blake, Travis Scott, dan Ludwig Goransson. Simak lirik dan maknanya di bawah ini!
1. Lirik lagu When I'm Home - James Blake, Travis Scott, Ludwig Goransson

It's not going in
It's not going in
You need to sharpen your tools
And now I can't forget
The sound of a drill
(The sound of a drill)
And now I can't forget
The sound of a drill
Oh-woah-woah
And I wonder what a real way to fall in love? (In love)
And I wonder what a real way to fall in love? (In love)
A face (Wait for you)
A plea (For you)
A war (For you)
When it's not going in
It's not going in
You need to sharpen your tools
(It's not going in)
Don't speak, hold him instead
Look up and see, the man on the ledge
And he will know what it was, when he's home
Don't, don't, don't, don't die
What the feelin' is
It's not easy, it's not easy
I will, I will know what it was
When I'm home (He)
I will know (Mm)
A face (High)
Drown in my feet (High)
Raisin' a fleet (High)
Patrollin' the sea
Endin' a war
Life on the sand
Dreamin' of land
Sight of a man
Fantasies and drеams (Ooh)
A nightmare of thought (Ooh)
Night tales and schemеs (Ooh)
I nailed the trick
Those spells was sick (Sick, sick)
A lost soul in Troy
My heart growin' old
What happened to stickin' to the plan, man?
I'm marchin' to this beach, I'm havin' band withdrawals
Ran to a god, I'm askin', "Please, leave me"
These tools I'm workin' with ain't really sharp at all
Lookin' for a siren, hopin' that they call
Floatin' over water, I can hear those holes
Those holes (Those holes)
The sun is under you
'Der you, of you
The sun is under you (And now I can't forget)
'Der you, of you (The sound of a drill)
In my defense
In my defense
I will know
What I did worst
When I'm home, baby
I will know what I did worst
When I'm home
When I'm home
2. Makna lagu When I'm Home

Arti lirik lagu "When I'm Home" (2026) menceritakan tentang perjalanan Odysseus mengarungi lautan selama 8 tahun untuk menemukan rumahnya. Bahkan ada bait lagu "When I'm Home" yang juga muncul sebagai dialog di film The Odyssey (2026).
Lagu "When I'm Home" seakan menjadi penutup manis, sekaligus perpisahan penonton dengan petualangan Odysseus. Pasalnya, lagu ini mengiringi keseluruhan credit title The Odysseus (2026). Terlebih lagi, film karya Christopher Nolan itu tidak menampil post-credit atau hint untuk potensi sekuel.
3. Christopher Nolan ikut dalam proses penulisan lirik "When I'm Home"

Menilik credit title The Odyssey (2026), Christopher Nolan terlibat dalam penulisan lirik "When I'm Home" bersama James Blake, Ludwig Goransson, dan Travis Scott. Selain itu, Christopher Nolan juga menginstruksikan Ludwig Goransson untuk tidak menggunakan orkestra sebagai musik latar.
"Orkestra memang belum ada saat itu," ungkap Ludwig Goransson, dilansir Time.
Maka dari itu, Ludwig Goransson menyewa 35 gong perunggu dengan berbagai ukuran dan merekamnya menggunakan synthesizer. Selain itu, suara kecapi yang dianalogikan sebagai petikan busur juga ide dari Christopher Nolan.
"Chris memiliki ide bahwa suara kecapi adalah petikan busur Odysseus," sambungnya.
Christopher Nolan turut menjelaskan bahwa alasan Travis Scott memerankan Bard alias penyair, karena puisi lisan berisi kisah Odysseus dianalogikan sebagai rap. Apakah kamu sudah dengar lagunya?





















