postingan Macklemore (Instagram.com/macklemore)
Macklemore sebelumnya telah tampil dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026. Dalam kedua penampilannya, rapper asal Seattle tersebut menyuarakan dukungan terhadap masyarakat Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Pada konser pertama, Macklemore menyerukan “Free Palestine”, menampilkan gambar kehancuran di Gaza, serta membawakan lagu “Hind’s Hall” yang terinspirasi dari aksi demonstrasi pro-Palestina di Columbia University. Pada konser kedua, ia pun kembali menyerukan “Free Palestine”. Macklemore juga menyampaikan kepada penonton Yahudi bahwa kritik terhadap Israel dan penolakan terhadap apartheid maupun genosida tidak ditujukan kepada mereka. Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan adalah tentang perdamaian serta kesetaraan bagi seluruh manusia.
Pernyataan Macklemore tersebut kemudian mendapat kritik dari sejumlah kelompok pro-Israel. Israeli American Council bahkan meluncurkan petisi yang mendesak Ed Sheeran mengeluarkannya dari sisa tur.
Tak lama setelah kontroversi tersebut, promotor Ed Sheeran di Amerika Serikat mengonfirmasi kepada Rolling Stone bahwa Macklemore tidak akan tampil dalam sisa jadwal tur.
Tak lama setelah dikabarkan dicoret dari tur Ed Sheeran, Macklemore juga buka suara melalui Instagram. Ia mengonfirmasi keputusan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya, Ed Sheeran, maupun Pink, yang sempat ikut disorot bukanlah korban.
“Menurutku, hal ini penting untuk disampaikan saat ini. Aku bukan korban. Ed Sheeran bukan korban. Pink juga bukan korban. Kami memiliki karier, uang, kesempatan, keamanan, dan audiens di seluruh dunia. Apa pun konsekuensi yang kami hadapi atas apa yang kami katakan, kami tetap bisa pulang ke keluarga kami.”