Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Marshanda soal Sienna Lepas Hijab: Di Luar Pengaruh dan Kuasa Saya

Marshanda soal Sienna Lepas Hijab: Di Luar Pengaruh dan Kuasa Saya
potret Marshanda dan Sienna (Instagram.com/marshanda99)
Intinya Sih
  • Marshanda menegaskan keputusan Sienna melepas hijab sepenuhnya berada di luar pengaruh dan kuasanya, serta bagian dari proses pencarian jati diri sang anak.
  • Ia berharap Sienna tidak membuat keputusan hidup hanya untuk menyenangkan orangtuanya, melainkan berdasarkan keyakinan dan pemahaman dirinya sendiri.
  • Marshanda menyatakan akan menghormati setiap proses yang dijalani Sienna dan mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan pilihan hidup sebagai bentuk sikap religius sejati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sienna Ameerah Kasyafani, anak Marshanda dan mantan suaminya, Ben Kasyafani, mendadak menjadi sorotan setelah terlihat melepas hijab. Siapa sangka, hal ini memicu banyak perbincangan di media sosial hingga Marshanda dituding menjadi penyebabnya.

Namun, alih-alih marah, Marshanda justru memberikan respons bijak. Dalam pernyataan yang dibagikan ke Instagram-nya, pemain film La Tahzan (2025) tersebut menegaskan bahwa meski ia merupakan ibu kandung Sienna, keputusan hidup sang anak bukanlah sesuatu yang bisa ia pengaruhi. Simak berikut selengkapnya di bawah ini.

1. Marshanda tegaskan keputusan Sienna soal hijab bukan sesuatu yang bisa ia kendalikan

potret Marshanda
potret Marshanda dan Sienna (Instagram.com/marshanda99)

Menurut Marshanda, keputusan Sienna untuk melepas hijabnya merupakan bagian dari proses pencarian jati diri. Oleh sebab itu, selama bukan merupakan pilihan yang menyimpang, sebagai ibu, ia pun menyatakan akan tetap mendukung apa pun keputusan sang anak.

“Saya tidak mendukung pilihan untuk menjadi sesat. Yang saya dukung adalah belajar mengenal diri melalui proses yang jujur,” tulis Marshanda, Rabu (25/3/2026).

Meski merupakan ibu kandung Sienna, Marshanda menyebut, tidak memiliki hak untuk mengatur takdir sang anak, termasuk dalam hal berhijab. Ia menegaskan bahwa pilihan Sienna untuk kembali mengenakan hijab atau tidak sepenuhnya berada di luar pengaruh dan kuasanya. Menurutnya, akan menjadi sikap yang arogan jika ia merasa berhak mengatur takdir sang anak, apalagi jika melebihi kehendak Allah SWT.

“Kalau jalan-Nya Sienna pakai hijab lagi atau tidak, itu di luar pengaruh dan kuasa saya. Arogan sekali, kalau saya merasa berhak dan bisa atur takdir Sienna lebih dari Allah SWT bisa melakukannya. Bukan tempatnya saya mempengaruhi pilihan hidup Sienna,” lanjutnya.

2. Tak ingin Sienna membuat keputusan hanya demi menyenangkan orangtuanya

potret Marshanda
potret Marshanda (Instagram.com/marshanda99)

Bagi Marshanda, peran orangtua adalah terus berupaya menjadi versi terbaik dari diri sendiri, sekaligus membesarkan anak agar dapat tumbuh secara sehat dan mampu mengambil keputusan hidup berdasarkan keyakinannya sendiri.

Oleh sebab itu, ia tidak ingin Sienna menjalani pilihan hidup hanya untuk menyenangkan ayah atau ibunya. Ia berharap Sienna dapat tumbuh dengan mengenal jati dirinya sendiri sehingga mampu menjalani hidup yang selaras dan menjadi inspirasi bagi orang lain.

“Jangan sampai anakku Sienna ambil jalan hidup hanya untuk menyenangkan Ibunya atau Ayahnya. Saat dewasa, doaku adalah agar Sienna hidup mengenal true self-nya. Agar bisa menginspirasi orang lain untuk hidup selaras. Apa yang ditunjukkan sesuai dengan yang di hati.”

3. Akan menghormati apa pun keputusan Sienna

potret Marshanda
potret Marshanda (Instagram.com/marshanda99)

Marshanda menambahkan, apa yang dijalani Sienna saat ini hanyalah satu langkah dari sekian banyak tahapan yang akan dilalui di masa depan. Sebagai ibu, ia pun akan menghormati setiap proses yang dijalani oleh sang anak.

This is only 1 step before 100.000 others more dalam hidup. Aku menghormati proses Sienna sekarang, persis sama sebagaimana aku menghormati proses Sienna sebelum ini. l embrace, celebrate, and love my daughter with all her colors,” tambah Marshanda.

Sebagai penutup, Marshanda mengingatkan tentang pentingnya menghormati hak asasi manusia dalam menyikapi perbedaan pilihan hidup. Ia menilai bahwa sikap religius yang sejati justru tercermin dari kemampuan seseorang untuk tidak menghakimi orang lain. Baginya, setiap orang berhak menjalani hidup sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Kalau berdasarkan kitab, ada ajarannya kan? Agamamu, agamamu, agamaku, agamaku,” tutup Marshanda.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More