7 Momen Kesabaran Abang Salleh Diuji Bocah Kampung Durian Runtuh

- Abang Salleh dikenal sebagai karakter mudah bergaul namun emosional, sering diuji kesabarannya oleh anak-anak Kampung Durian Runtuh lewat berbagai kejadian lucu dan menyebalkan.
- Beragam momen seperti lantai rumah kotor, keributan di perpustakaan, hingga mobil barunya rusak akibat ulah anak-anak menunjukkan betapa seringnya Abang Salleh harus menahan emosi.
- Meskipun sering dibuat kesal, Abang Salleh tetap dekat dengan anak-anak dan menjadi sosok yang disukai karena sifatnya yang sabar serta mampu memahami mereka.
Abang Salleh dalam animasi Upin & Ipin adalah karakter yang bisa bergaul dengan siapa saja. Meski karakternya agak menyebalkan karena suka ceplas-ceplos dan mudah terpancing emosi, tapi ia mampu memosisikan diri baik itu di hadapan orang dewasa ataupun anak-anak.
Karakter Abang Salleh yang mampu bergaul dengan siapa saja ini menjadikannya sebagai sosok yang disukai anak-anak. Sayangnya, ketika dihadapkan dengan anak-anak, Abang Salleh juga harus mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan. Pasalnya, anak-anak di Kampung Durian Runtuh sering membuat ulah yang bikin Abang Salleh kesal.
Kembali lagi pada karakternya yang mudah terpancing emosi, tentunya momen-momen seperti itu sangat menguji kesabarannya. Nah, mari simak tujuh momennya sekaligus cari tahu separah apa kelakuan anak-anak Kampung Durian Runtuh lewat pembahasan di bawah.
1. Anak-anak bikin kotor lantai depan rumah Abang Salleh yang baru saja dibersihkan

Tinggal sendirian di rumah yang terbilang besar, Abang Salleh tidak melupakan kewajibannya untuk merawat tempat tinggalnya dengan baik. Menjaga kebersihan rumah tentu menjadi hal dasar yang dilakukan oleh pemilik rumah, termasuk Abang Salleh. Abang Salleh sendiri cukup rutin mengepel lantai rumahnya. Bisa dilihat dari seberapa seringnya scene yang menampilkannya tengah mengepel lantai depan rumah.
Salah satu contoh momennya ada pada episode "Esok Raya". Di episode ini Abang Salleh diperlihatkan sibuk mengepel lantai depan rumahnya karena Lebaran akan segera tiba. Meski capek, mood Abang Salleh tetap bagus lantaran lantai tersebut menjadi mengkilap. Sayangnya, dalam hitungan detik, lantai tersebut kembali kotor setelah diinjak-injak oleh anak-anak yang mengejar Rembo. Abang Salleh terpaksa harus membersihkan kembali lantai tersebut.
2. Kejadian serupa di episode lain

Pada episode "Usahawan Muda", kamu juga bisa melihat momen yang mirip dengan sebelumnya. Di saat Abang Salleh baru saja selesai mengepel lantai depan rumahnya, seketika lantai yang masih basah tersebut menjadi kotor dipenuhi jejak kaki. Pelakunya adalah Mail, Upin, dan Ipin yang seenaknya menginjakkkan kaki dan pergi begitu saja dari rumah Abang Salleh. Sebelumnya, Mail datang ke rumah Abang Salleh untuk meminta tolong menjualkan ayam gorengnya secara online. Sementara Upin dan Ipin datang untuk memamerkan tabungan mereka. Meski Abang Salleh kesal, tapi tak ada yang bisa ia lakukan selain membersihkan kembali lantai depan rumahnya.
3. Saat anak-anak ramai di perpustakaan

Abang Salleh dikenal sebagai pemuda pekerja keras yang punya banyak pekerjaan. Nah, salah satu pekerjaan Abang Salleh adalah petugas perpustakaan. Menariknya, Abang Salleh pernah bertugas di perpustakaan bergerak Tadika Mesra, tempat Upin dan Ipin menuntut ilmu. Hal ini membuat Abang Salleh dipertemukan kembali dengan bocah-bocah di lingkungan tempat tinggalnya bahkan saat bekerja. Uniknya, kesabaran Abang Salleh juga kembali diuji oleh mereka. Momen yang terekam pada episode "Seronoknya Membaca" itu terjadi setelah anak-anak saling berbicara di dalam perpustakaan. Anak-anak ini tak kunjung diam meski telah ditegur oleh Abang Salleh. Sampai akhirnya Abang Salleh melemparkan sebuah rotan ke atas meja.
4. Momen jarjit tidak membawa buku yang seharusnya dikembalikan

Sebagai petugas perpustakaan bergerak di lingkungan sekolah anak-anak, Abang Salleh harus menghadapi kelakuan anak yang bermacam-macam. Nah, Jarjit adalah anak yang pernah menguji kesabaran Abang Salleh saat bekerja, seperti yang diperlihatkan pada episode "Kisah Raja Pemburu". Pasalnya, Jarjit tidak membawa buku perpustakaan yang seharusnya ia kembalikan pada hari itu. Kelalaian Jarjit ini membuat Abang Salleh marah besar sampai-sampai melemparkan rotan tepat di hadapannya. Abang Salleh mungkin tidak akan semarah itu jika Jarjit berterus terang menjelaskan dari awal.
5. Momen Jarjit merusakkan kompang

Episode "Kompang Dipalu" menampilkan kembali kelakuan Jarjit yang bikin Abang Salleh ngelus dada. Sebelumnya, perlu kamu ketahui kalau Abang Salleh ini pandai memainkan kompang. Ia juga menjadi orang yang dipercaya mengurus pertunjukan kompang di acara pernikahan. Nah, pada episode tersebut, Abang Salleh terpaksa meminta anak-anak untuk bermain kompang di acara pernikahan. Sebenarnya, tidak ada masalah dengan permainan kompang dari anak-anak ini. Bahkan, mereka justru tampil dengan sangat baik sampai membuat Abang Salleh takjub. Sayangnya, suasana hati Abang Salleh seketika berubah ketika Jarjit merusakkan kompang yang ia pegang.
6. Kaca mobil Abang Salleh dijadikan bahan percobaan

Mobil Abang Salleh pernah menjadi bahan percobaan anak-anak yang ingin melihat pelangi. Pada episode "Warna Warni", Upin, Ipin, dan teman-teman mereka baru saja belajar tentang fenomena alam pelangi di sekolah. Sepulang sekolah, anak-anak ini masih penasaran dengan pelangi. Ketika anak-anak ini bermain, Ehsan, Susanti, dan Fizi mengaku bisa memunculkan warna-warna pelangi. Menariknya, cara yang digunakan Fizi sedikit berbeda karena memerlukan sebuah mobil. Tanpa merasa janggal, Abang Salleh pun mengizinkan anak-anak ini untuk melihat penyeka kaca mobil. Di luar dugaan Abang Salleh, cara Fizi ini ternyata mengakibatkan kaca depan mobilnya seketika penuh coretan krayon begitu penyeka kaca dinyalakan.
7. Beberapa kenakalan anak-anak saat diperbolehkan naik mobil Abang Salleh

Abang Salleh mengalami tiga kejadian tidak menyenangkan ketika baru saja membeli sebuah mobil. Momen tersebut bisa kamu saksikan di episode "Kuih untuk Opah". Pertama, kebaikan Abang Salleh menuruti anak-anak untuk jalan-jalan menggunakan mobilnya justru membuat bagian dalam mobil baru itu berantakan. Kedua, Abang Salleh hampir mengalami kecelakaan karena anak-anak ini tak bisa diam di dalam mobil ketika ia berkendara. Ketiga, Abang Salleh harus mencuci sendiri mobilnya yang kotor karena anak-anak memilih kabur begitu saja.
Reaksi yang Abang Salleh tunjukkan saat dihadapkan momen-momen di atas kebanyakan menunjukkan bahwa ia masih bisa menahan diri. Namun, tetap ada momen di mana emosinya meledak, sehingga membuatnya berlaku keras pada anak-anak. Misalnya, ketika mereka ramai di perpustakaan dan tidak membawa buku pinjaman yang seharusnya dikembalikan. Itu pun Abang Salleh lakukan karena memang kesalahan mereka.
Meski kesabaran Abang Salleh diuji berulang kali oleh anak-anak, ia bahkan tak pernah berniat menjauhi mereka. Sementara itu, anak-anak juga tak kapok untuk kembali bergaul dengan Abang Salleh. Membuktikan bahwa sosoknya memang disukai anak-anak.



















