5 Musisi Legendaris yang Ternyata Kurang Disukai Paul McCartney

- Paul McCartney mengaku iri pada kesuksesan Madonna era 1990-an, tetapi kemudian menilai perasaan itu muncul dari sifat kompetitif, bukan kebencian pribadi.
- McCartney mengkritik Oasis karena dianggap terlalu banyak meniru band lain dan terlalu percaya diri, sementara ia menilai The Rolling Stones lebih berakar pada blues dibanding The Beatles.
- Persahabatan McCartney dengan Michael Jackson retak setelah Jackson membeli katalog penerbitan sebagian besar lagu The Beatles; hubungan dengan Phil Collins juga sempat memburuk akibat komentar yang dianggap merendahkan.
Paul McCartney dikenal sebagai salah satu musisi paling berpengaruh sepanjang masa. Sebagai personel The Beatles, ia telah bekerja sama dengan banyak musisi hebat dan sering menunjukkan sikap ramah kepada rekan-rekannya di industri musik. Namun, di balik citranya yang kalem, ternyata McCartney juga pernah berselisih pendapat dengan sejumlah nama besar yang sama-sama memiliki status legenda.
Alasan di balik hubungan yang kurang harmonis itu pun beragam. Ada yang dipicu oleh persaingan di tangga lagu, komentar yang dianggap terlalu sombong, hingga konflik bisnis yang berujung pada renggangnya persahabatan. Berikut lima musisi legendaris yang pernah membuat Paul McCartney melontarkan komentar pedas atau menunjukkan ketidaksukaannya.
1. Madonna

Meski sama-sama berstatus ikon musik dunia, Paul McCartney pernah mengaku merasa iri terhadap kesuksesan luar biasa Madonna pada era 1990-an. Dalam buku Conversations with McCartney, ia mengungkapkan bagaimana media dan publik menempatkan Madonna layaknya sosok tak tersentuh. Menurutnya, citra tersebut membuat sang penyanyi seolah dipuja sebagai "dewi", sesuatu yang saat itu cukup mengusik pikirannya.
Belakangan, McCartney mengakui bahwa perasaannya lebih dipengaruhi oleh sifat kompetitif daripada kebencian pribadi. Saat itu ia melihat Madonna sebagai pesaing utama di industri musik, sehingga wajar jika dirinya sering membandingkan pencapaian mereka. Sementara itu, Madonna sendiri pernah mengungkapkan bahwa selera musiknya lebih banyak dipengaruhi Motown dibanding The Beatles.
2. Oasis

Banyak orang mengira Paul McCartney akan langsung menyukai Oasis karena band asal Manchester itu terang-terangan menjadikan The Beatles sebagai inspirasi utama. Namun, hubungan keduanya justru sempat memanas setelah Noel Gallagher menyatakan bahwa dua album pertama Oasis lebih hebat daripada karya The Beatles. Pernyataan itu langsung menjadi perbincangan besar di dunia musik pada pertengahan 1990-an.
McCartney kemudian merespons dengan cukup tajam. Ia menyebut musik Oasis terdengar terlalu banyak mengambil inspirasi dari band lain dan menilai para personelnya terlalu percaya diri. Meski begitu, beberapa tahun kemudian ia melunakkan pendapatnya.
McCartney mengakui Oasis memang menulis banyak lagu bagus, tetapi menurutnya kesalahan terbesar mereka adalah terlalu cepat mengklaim akan melampaui The Beatles, sebuah pernyataan yang menurutnya justru menjadi bumerang.
3. The Rolling Stones

Persaingan antara The Beatles dan The Rolling Stones sudah berlangsung sejak era 1960-an. Walaupun para personelnya saling mengenal dan berteman, McCartney beberapa kali memicu perdebatan lewat komentarnya mengenai band yang dipimpin Mick Jagger tersebut. Ia pernah menyebut The Rolling Stones pada dasarnya merupakan band yang berakar kuat pada musik blues, sedangkan The Beatles memiliki pengaruh musik jauh lebih beragam.
Komentar itu sempat memancing reaksi publik karena dianggap meremehkan The Rolling Stones. Meski demikian, McCartney tetap memberikan pujian atas kualitas mereka sebagai band rock yang luar biasa. Mick Jagger sendiri memilih menanggapi dengan santai. Bahkan, ia mengajak McCartney berkolaborasi dalam album Hackney Diamonds pada 2023 sebagai bukti bahwa hubungan pribadi mereka tetap baik.
4. Phil Collins

Hubungan Paul McCartney dan Phil Collins memburuk bukan karena persaingan musik. Collins pernah menceritakan pengalaman yang menurutnya sangat mengecewakan ketika bertemu McCartney di sebuah acara di Istana Buckingham pada 2002. Saat meminta tanda tangan di buku tentang The Beatles, McCartney disebut bercanda dengan menyebutnya sebagai penggemar kecil The Beatles di depan orang lain.
Bagi Collins, ucapan itu terdengar merendahkan sehingga membuatnya merasa diperlakukan seperti penggemar biasa, bukan sesama musisi yang telah memiliki karier panjang. Bertahun-tahun kemudian ia masih mengingat kejadian tersebut dan mengungkapkannya dalam sebuah wawancara. Setelah komentarnya ramai diberitakan, McCartney sempat menghubunginya. Meski tidak benar-benar meminta maaf, keduanya sepakat untuk tidak lagi memperpanjang persoalan itu.
5. Michael Jackson

Hubungan Paul McCartney dan Michael Jackson awalnya sangat akrab. Mereka bahkan sempat menghasilkan beberapa lagu populer bersama, seperti 'The Girl Is Mine' dan 'Say Say Say'. Ironisnya, persahabatan itu justru retak karena urusan bisnis. Saat bekerja bersama, McCartney pernah menyarankan Jackson agar berinvestasi di hak cipta lagu karena nilainya sangat besar di masa depan.
Saran tersebut ternyata benar-benar dilakukan Jackson. Pada 1985, ia membeli perusahaan ATV yang memiliki hak penerbitan sebagian besar katalog lagu The Beatles. McCartney yang saat itu berharap bisa mendapatkan kembali hak atas lagu-lagunya merasa sangat kecewa karena justru didahului oleh sahabatnya sendiri.
Ia bahkan menyebut tindakan tersebut terasa seperti menarik karpet dari bawah kaki seorang teman. Sementara Michael Jackson memilih melihatnya sebagai keputusan bisnis semata, sehingga konflik itu membuat hubungan keduanya tak pernah benar-benar pulih.
Kisah Paul McCartney dengan lima musisi di atas menunjukkan bahwa hubungan antarikon musik tidak selalu berjalan mulus meski mereka sama-sama dihormati di seluruh dunia. Dari semua kisah tersebut, konflik mana yang menurutmu paling mengejutkan?





















