Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Musisi yang Sisipkan Budaya Indonesia di Lagu, Terbaru No Na

10 Musisi yang Sisipkan Budaya Indonesia di Lagu, Terbaru No Na
no na di set video musik lagu "honk!" (instagram.com/nonawav)
  • No Na menyisipkan istilah lokal seperti “Om Telolet Om”, gamelan, angkot, dan jedag-jedug dalam “honk!” serta “rollerblade” dengan kemasan musik modern.

  • Sejumlah musisi memadukan musik modern dan tradisional, termasuk Dipha Barus dengan rindik serta unsur Flores, Sumba, Papua Timur.

  • Agnez Mo menampilkan kebaya serta batik dalam video musik internasional, sementara ALFFY REV menggabungkan lagu daerah dan kesenian tradisional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Musik gak hanya jadi media menyampaikan cerita, tapi juga bisa memperkenalkan budaya kepada khalayak umum. Nah, cara ini sering dilakukan sejumlah musisi yang sisipkan budaya Indonesia di lagunya.

Menariknya, cara mereka mengemas budaya Indonesia pun beragam. Ada yang memadukan gamelan dengan musik modern, memasukkan bahasa Jawa ke dalam lirik, hingga menyebutkan budaya populer Indonesia seperti lagu-lagu milik No Na.

Selain kata angkot, gamelan, dan sepatu roda yang sudah mendunia, kira-kira budaya Indonesia apa saja ya yang pernah masuk di karya musisi Indonesia? Yuk, simak daftanya di bawah ini!

  1. 1. No Na - "honk!" dan "rollerblade"

    Akhir-akhir ini, lagu dari girl group No Na tengah naik daun dan mencuri perhatian warganet. Pasalnya, mereka kerap membawa budaya Indonesia ke dalam lirik lagu mereka.

    Setelah merilis rollerblade pada April 2026, No Na kembali menyisipkan unsur budaya lokal dalam single terbaru mereka, honk!. Jika sebelumnya kalimat “Sudah siap, belum?” begitu melekat lewat rollerblade, kini giliran “Om Telolet Om” yang kembali dimasukkan dalam lirik honk!.

    Buat yang belum tahu, “Om Telolet Om” merupakan kebiasaan anak-anak yang meminta supir bis untuk membunyikan klakson bus. Menariknya, fenomena ini sempat viral hingga ke mancanegara pada 2016.

    Gak cuma itu, beberapa kata dan istilah khas Indonesia lainnya juga bisa ditemukan dalam honk! dan rollerblade, mulai dari gamelan, angkot, hingga jedag-jedug. Dengan melodi yang ear catching, gak heran kalau No Na berhasil membawa budaya kita ke mancanegara dengan musik yang lebih modern dan universal!

  2. 2. Dewa Budjana - "Mahandini"

    Gitaris GIGI, Dewa Budjana, juga dikenal kerap memasukkan nuansa Nusantara ke dalam karya solonya. Salah satunya bisa kamu temukan dalam album Mahandini yang dirilis pada 2018 dan menjadi album solo ke-10 miliknya.

    Dalam album tersebut, Dewa menggandeng sejumlah musisi ternama, termasuk Soimah Pancawati sebagai guest vocalist untuk lagu "Hyang Giri". Di lagu "Hyang Giri", Dewa memadukan tembang Jawa yang dilantunkan Soimah dengan gaya sinden, dengan musik jazz fusion/progressive rock.

    Gak cuma itu, kamu akan menemukan sentuhan gamelan Bali yang berpadu dengan petikan gitar yang kuat dalam lagu ini. Alhasil, lagu "Hyang Giri" bakal cocok untuk kamu yang suka mendengarkan musik modern dengan sentuhan tradisional yang kental.

  3. 3. Weird Genius - "Lathi"

    Siapa yang masih ingat dengan lagu Lathi Karya Weird Genius bersama Sara Fajira ini sempat viral pada 2020-an hingga ke berbagai negara. Selain punya beat EDM yang catchy, melodi Lathi juga memiliki berbagai unsur budaya Jawa, lho.

    Lagu ini memasukkan pepatah Jawa kuno dan bunyi gamelan, sementara video musiknya menampilkan elemen seperti wayang dan kuda lumping. Bahkan, judul Lathi sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti lidah.

    Menariknya, Lathi menceritakan tentang hubungan asmara yang dipenuhi luka dan saling menyakiti lewat ucapan. Kisah tersebut menggambarkan hubungan yang gak sehat atau yag saat ini dikenal dengan istilah toxic relationship.

  4. 4. Rich Brian, NIKI, Warren Hue - "California"

    Berbeda dari beberapa lagu dalam daftar ini, sentuhan budaya Indonesia dalam “California” milik Rich Brian, NIKI, dan Warren Hue memang gak begitu terlihat. Namun, identitas Indonesianya tetap bisa kamu rasakan lewat cerita di balik lagunya.

    Faktanya, ketiga penyanyi ini adalah musisi asal Indonesia yang akhirnya membangun karier di Los Angeles. Nah, lewat “California”, mereka menceritakan perjalanan tiga anak bangsa dalam mengejar mimpi dan merintis karier di kancah internasional. Sangat membanggakan, kan?

  5. 5. Ardhito Pramono - "Wijayakusuma"

    Penyanyi sekaligus pencipta lagu, Ardhito Pramono juga pernah mengeksplorasi musik tradisional lewat lagu "Wijayakusuma". Menariknya, lagu tersebut terinspirasi dari nama bunga Wijayakusuma yang memiliki makna tersendiri dalam mitologi Jawa.

    Dalam kepercayaan Jawa, bunga ini kerap dikaitkan dengan kemenangan dan kejayaan. Bukan cuma dari inspirasinya, nuansa Jawa dalam lagu Wijayakusuma juga semakin terasa lewat sentuhan gamelan dalam aransemennya.

    Usut punya usut, Ardhito tergerak menciptakan lagu tersebut karena merasa resah melihat berbagai kekayaan budaya Indonesia yang perlahan tergerus oleh perkembangan zaman. Oleh sebab itu, ia menjadikan "Wijayakusuma" sebagai karya yang membawa pesan tentang pentingnya menjaga kekayaan budaya Indonesia.

  6. 6. Dipha Barus - "No One Can Stop Us" dan "All Good"

    Kalau ngomongin musisi yang sering menggabungkan musik modern dengan budaya Nusantara, nama Dipha Barus tentu wajib masuk. Musisi asal Jakarta ini dikenal lewat karya-karyanya yang memadukan musik elektronik dengan berbagai unsur musik tradisional Indonesia.

    Beberapa di antaranya bisa kamu temukan dalam lagu “No One Can Stop Us” dan “All Good”. Dalam "No One Can Stop Us", Dipha Barus mengeksplorasi gamelan rindik dan mengolahnya ke dalam aransemen elektronik yang terdengar modern.

    Sementara itu, kolaborasi Dipha Barus bersama Nadin Amizah lewat “All Good” juga menghadirkan eksplorasi musik Nusantara yang gak kalah menarik, lho. Di lagu ini, kamu bisa menemukan unsur musik tradisional dari Flores, Sumba, hingga Papua Timur dalam melodinya.

  7. 7. Chrisye - "Kala Cinta Menggoda"

    Chrisye juga pernah memasukkan unsur tradisional dalam karya populernya. Salah satunya ada di lagu "Kala Cinta Menggoda" yang dirilis pada 1997.

    Pada bagian setelah chorus kedua, terdengar suara Waldjinah yang membawakan bagian sinden dengan lirik berbahasa Jawa. Dengan perpaduan vokal khas Chrisye dengan warna tembang Jawa, membuat lagu ini memiliki karakter yang berbeda dari lagu pop pada masa itu.

  8. 8. Weird Genius ft. Novia Bachmid - "Your Side"

    Weird Genius kembali memasukkan unsur tradisional Indonesia lewat lagu terbarunya, "Your Side", bersama Novia Bachmid. Dirilis pada 15 Mei 2026, lagu ini menjadi hasil eksplorasi Weird Genius terhadap budaya Sumba, Nusa Tenggara Timur.

    Dengan musik EDM khas Weird Genius, lagu ini memadukan budaya modern dengan instrumen tradisional Sumba seperti jungga dan dungga roro. Gak cuma itu, mereka juga membawa penonton untuk mengenal keindahan alam Sumba lewat musik video "Your Side".

  9. 9. Agnez Mo - "Coke Bottle" dan "Long As I Get Paid"

    Masih ingat lagu Coke Bottle milik Agnez Mo? Lagu yang dirilis pada 2014 ini gak cuma menjadi salah satu langkah Agnez di industri musik internasional, tetapi juga menjadi momen ketika ia membawa budaya Indonesia ke dalam karyanya.

    Dalam video musiknya, Agnez terlihat mengenakan kebaya bermotif batik Bali rancangan Anne Avantie. Kebanggaan Agnez Mo terhadap busana tradisional Indonesia, kembali terlihat pada lagu Long As I Get Paid.

    Kali ini, Agnez tampil mengenakan busana batik karya Anne Avantie yang terdiri dari bustier dan jubah batik megah. Gak berhenti di situ, penampilannya juga dilengkapi hiasan kepala bernuansa Indonesia.

    Lewat pilihan busana tersebut, Agnez menunjukkan bahwa budaya Indonesia juga bisa dikemas secara modern dan dibawa ke panggung musik internasional. Inspiratif banget, ya!

  10. 10. ALFFY REV - "Wonderland Indonesia"

    Kalau bicara soal musik yang mengangkat kekayaan Nusantara, ALFFY REV tentu wajib masuk dalam daftar ini. Ia berhasil mengemas beragam budaya Indonesia ke dalam karya musik modern lewat proyek Wonderland Indonesia.

    Musik Wonderland Indonesia sendiri memadukan aransemen modern dengan berbagai lagu daerah dari sejumlah wilayah Indonesia. Mulai dari “Paris Barantai” dari Kalimantan, “Si Patokaan” dari Sulawesi Utara, “Sajojo” dari Papua, “Janger” dari Bali, hingga “Manuk Dadali” dari Jawa Barat.

    Gak cuma lagunya, video musik Wonderland Indonesia juga menampilkan berbagai kesenian tradisional, seperti gamelan Bali, tari Janger, hingga tari Piring. Jadi, gak cuma enak didengar, karya ALFFY REV juga berperan penting untuk mengenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada generasi muda!

    Itulah deretan musisi yang sisipkan budaya Indonesia di lagunya. Mulai dari No Na hingga ALFFY REV, 10 musisi di atas berhasil memperkenalkan budaya Indonesia kepada para pendengarnya dengan cara mereka sendiri. Dari daftar lagu di atas, mana nih yang paling sering kamu dengarkan?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More