Nonton Senja Teduh Pelita, Maliq & D'Essentials: Seperti Lihat Band Sendiri

Teater musikal Senja Teduh Pelita yang diadaptasi dari lagu-lagu Maliq & D'Essentials resmi digelar di TIM Jakarta dan sukses memukau penonton, termasuk para personel band yang hadir langsung.
Widi Puradiredja gak menampik merasa tertekan usai melihat karya bandnya diangkat ke panggung teater, dan merasa mendapat perspektif baru dari sisi pendengar tentang dampak lagu-lagu Maliq.
Vokalis Indah Wisnuwardhana menilai musikal ini membuat karya Maliq & D'Essentials hidup lebih lama dalam medium berbeda, menjadi bentuk apresiasi baru bagi perjalanan musik mereka selama 24 tahun.
Jakarta, IDN Times – Hari pertama teater musikal bertajuk Senja Teduh Pelita yang diadaptasi dari lagu-lagu Maliq & D'Essentials telah resmi digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026). Acara tersebut berjalan dengan lancar dan sukses memukau penonton yang hadir.
Menariknya, para personel Maliq & D'Essentials pun ikut menyaksikan secara langsung dengan duduk di antara penonton. Angga selaku vokalis Maliq & D'Essentials mengaku, diangkatnya lagu-lagu grupnya menjadi teater musikal merupakan hal gak terduga selama berkarier di industri musik.
"24 tahun kita ada di sini, dan hari ini kita dapat satu rezeki yang gak pernah kita sangka-sangka. Ini adalah sebuah mahakarya bagi kita, bagi Maliq karena di umur kita yang ke-24, kita dapat energi baru lagi yang sangat-sangat besar untuk kembali berkarya," ucap Angga usai pertunjukan teater.
1. Widi Puradiredja sebut lihat musikal Senja Teduh Pelita seperti nonton bandnya sendiri

Di sisi lain, drummer Maliq & D'Essentials, Widi Puradiredja, menyebut perasaannya campur aduk saat menyaksikan aksi teater Senja Teduh Pelita. Ia blak-blakan menyebut baru kali ini merasa seperti penonton yang menyaksikan penampilan Maliq & D'Essentials, bandnya sendiri.
"Gak nyangka bahwa ini pertama kali kita nonton Maliq, ya? Pertama kali kita bisa merasakan, 'Oh ternyata Maliq kalau di panggung begini rasanya'," ucap Widi.
Lebih lanjut, ia mengaku gak pernah membayangkan sebelumnya seperti apa perasaan para pendengar saat menciptakan lagu-lagu Maliq & D'Essentials. Setelah menonton musikal tersebut, Widi kini jadi memahami bahwa karya grupnya ternyata dapat memberikan dampak yang besar bagi para pendengar.
"Contohnya lagu, 'Dia', orang gak ada cerita personal, tapi gue merasa bikin orang tersenyum, happy, punya harapan, jalan-jalan sama keluarganya ke acara ini. Menurut gue, itu sudah punya nilai yang luar biasa melebihi dari lagu 'Dia' itu sendiri waktu gue bikin. Itu perasaan yang gue belum pernah rasain selama 24 tahun berada di industri ini," imbuhnya.
2. Widi akui jadi pressure bagi Maliq & D'Essentials bikin karya baru

Melihat tingginya antusias publik terhadap lagu Maliq & D'Essentials hingga akhirnya diangkat menjadi teater musikal membuat Widi gak menampik makin merasa ada tekanan bagi grupnya untuk menciptakan karya terbaru. Terlebih lagi, saat ini mereka juga tengah menggarap album ke-10.
"Ngeluarin karya saja sekarang sudah banyak mikirnya, 'Ini orang bakal suka gak ya? Fans bakal gimana?' Sudah ganti generasi yang dengerin Maliq dulu, sekarang, dan lain-lain. Banyak pertimbangan," kata Widi.
Walau ada perasaan tertekan untuk bikin karya terbaru, Widi tetap optimis lagu-lagu dari grupnya akan tetap dapat mencuri perhatian hingga sampai ke pendengar dengan cara tersendiri.
"Melihat situasi hari ini, udahlah bikin lagu sebagus-bagusnya, se-lo baper-bapernya, pasti akan ada celah untuk nyampe ke orang dengan cara yang terbaik kapan pun," pungkasnya.
3. Indah Maliq & D'Essentials merasa terharu usai nonton musikal Senja Teduh Pelita

Vokalis Indah Wisnuwardhana pun mengaku merasa terharu setelah menyaksikan musikal Senja Teduh Pelita sampai akhir. Perasaan itu muncul karena ia merasa karya yang selama ini Maliq & D'Essentials miliki dapat dinikmati dalam medium lain yang lebih dari sekadar musik saja.
"Bukan sedih, lebih ke terharu banget bahwa apa yang kita kerjakan selama ini umurnya bisa lebih panjang lagi, bisa dinikmati dalam bentuk lain, dan memang itu salah satu tujuan kita dengan adanya musikal Senja Teduh Pelita, kita pengin karya-karya kita gak berhenti sampai di situ saja. Kita pengin karya kita bisa lebih panjang," ucap Indah.
Pertunjukan teater musikal Senja Teduh Pelita masih akan terus berlangsung sampai 12 Juli 2026 mendatang di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Tertarik untuk datang?










![[QUIZ] Kamu Lebih Suka Jaemin Atau Jeno NCT Dream, Sih?](https://image.idntimes.com/post/20260608/1000299615_65670e23-5d4b-4768-a50f-bed61f28edc8.jpg)









