Comscore Tracker

Drama sampai Action, 7 Film dan Serial Terbaik Oka Antara

Semuanya menyabet penghargaan, lho! #IDNTimesHype

Oka Antara merupakan aktor populer tanah air yang terbilang sangat produktif. Memulai karier sejak tahun 2006, ia tercatat telah membintangi lebih dari 20 film layar lebar hingga serial. Beberapa film yang berhasil dibintanginya pun gak jarang mendapat penghargaan bergengsi.

Genre dan peran yang dimainkan pria kelahiran 1981 ini cenderung beragam dan gak main aman. Meski awalnya dikenal banyak bermain drama, ia juga berani eksplor beragam karakter dan genre film asalkan ceritanya menarik dan menantang. Maka tak heran, film yang ia bintangi selalu mendapat review positif dari para kritikus.

Apa kamu sudah penasaran dengan film dan serial dari aktor tampan berdarah Bali ini? Berikut ini tujuh di antaranya.

1. Hari untuk Amanda (2010)

https://www.youtube.com/embed/FZGKRHipUYc

Hari untuk Amanda adalah film drama romantis yang jauh dari kesan cheesy, tetapi simpel dan dikemas begitu manis dan menyentuh. Film ini menceritakan tentang pernikahan Amanda (Fanny Fabriana) dan Doddy (Reza Rahadian) yang akan berlangsung sepuluh hari lagi. Namun, Amanda harus dipertemukan kembali dengan Hari (Oka Antara) yang berstatus sebagai mantan pacarnya. 

Amanda yang kesal karena Doddy tak bisa diandalkan, meminta Hari untuk mengantarnya membagikan undangan. Siapa sangka, perjalanan satu harinya dengan Hari ini justru membuat hati Amanda bimbang. Hari meyakinkan Amanda jika ia yang terbaik untuknya, memaksa gadis tersebut menentukan pilihan, Hari atau Doddy?

Disutradarai Angga Dwimas Sasongko, film ini diganjar 5 nominasi FFI, termasuk Aktor Utama Pria Terbaik untuk Oka Antara. Ia juga berhasil menyabet piala Pemeran Utama Pria Terpuji FFB 2010. 

2. Sang Penari (2011)

https://www.youtube.com/embed/Uo9B_xPyc6k

Terinspirasi dari novel trilogi 'Ronggeng Dukuh Paruk' karya Ahmad Tohari, film ini menceritakan kisah cinta tragis antara Rasus (Oka Antara) dan Srintil (Prisia Nasution). Srintil ingin menjadi penari ronggeng untuk menebus kesalahan orang tuanya di masa lalu, tetapi mendapat reaksi negatif dari Rasus, sahabat masa kecil sekaligus kekasihnya. 

Di Kampung Dukuh Paruh tahun 1960-an, penari ronggeng sesuai adat harus melayani para lelaki yang bisa membayarnya dengan harga yang tinggi. Karena terhalang adat dan kepentingan politik inilah, hubungan asmara Srintil dan Rasus harus berhenti dan menempuh jalan hidup masing-masing. 

Istimewa dari segi penceritaan, sinematografi, dan akting pemain yang maksimal, film yang disutradarai Ifa Isfansyah ini berhasil meraih 4 Piala Citra FFI 2011, salah satunya Film Bioskop Terbaik.

3. Killers (2014)

https://www.youtube.com/embed/BIO6BbkeBc8

Film ini menceritakan Nomura (Kazuki Kitamura), seorang eksekutif muda Tokyo yang berwajah tampan, tetapi ternyata gemar membunuh dan mendokumentasikannya dalam sebuah video di internet. Sementara itu di Jakarta, Bayu (Oka Antara) seorang jurnalis frustasi dengan kegagalan karier dan rumah tangganya menemukan video Nomura. Dari situlah, ia perlahan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama.

Bagi kamu pencinta thriller psikologis, film kolaborasi Indonesia dan Jepang ini patut kamu tonton. Sisi kelam dan sadis dari dua orang berbeda negara dipoles begitu apik oleh dua sutradara, Timo Tjahyanto dan Kilo Stamboel. Berkat hal itulah, film ini menjadi film ketiga Indonesia yang berhasil tayang di Sundance Film Festival 2014. Makin penasaran buat nonton, 'kan?

4. Mencari Hilal (2015)

https://www.youtube.com/embed/xFdxXISyeoA

Bertema road movie, Mencari Hilal bisa dibilang sebagai film religi terbaik yang pernah dibintangi Oka Antara. Pak Mahmud (Deddy Sutomo), seorang Muslim taat kalau tak mau disebut kolot terusik dengan berita dana miliaran rupiah yang digelontorkan kementerian agama hanya demi menggelar sidang isbat. Karena perkara tersebut, ia merencanakan melakukan perjalanan mencari Hilal namun ditentang lantaran kondisi buruk di usia tua.

Bersikeras ingin pergi, putra bungsu yang telah lama pergi dari rumah karena bertentangan dengannya, Heli (Oka Antara), ditugaskan menemani. Dalam perjalanan mencari hilal yang tidak diketahui tempatnya ini, kita akan menemukan beraneka ragam perbedaan di negeri ini. Menyentil isu intolerasi tanpa blak-blakan menceramahi. Perbedaan pandangan hidup antara Heli dan Pak Mahmud sebagai sepasang ayah dan anak memberi pelajaran berharga bahwa kita bisa hidup bertoleransi dan berdampingan.

Disutradarai Ismail Basbeth, film ini berhasil meraih 7 nominasi FFI 2015, memenangkan 1 Piala Citra Aktor Utama Pria Terbaik untuk Deddy Sutomo. Selain itu, Oka Antara menang IBOMA 2015 kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

Baca Juga: Berperan jadi Polisi, 10 Adu Karisma Ario Bayu vs Oka Antara

5. Aruna dan Lidahnya (2018)

https://www.youtube.com/embed/rK9ko8QCCVA

Masih bertema road, film ini adalah adaptasi lepas dari novel berjudul sama karya Laksmi Pamuntjak. Secara garis besar bercerita tentang Aruna (Dian Sastro) diberi tugas menyelidiki kasus flu burung di beberapa wilayah Indonesia. Tak sendiri, ia bersama sahabatnya, Bono (Nicholas Saputra) dan Nadezhda (Hannad Al Rashid) sekaligus untuk berwisata kuliner.

Di Surabaya, mereka bertemu Farish (Oka Antara), dokter hewan sekaligus mantan teman kantor yang pernah disukai Aruna. Pada akhirnya, empat tokoh ini saling bercerita sepanjang perjalanan mencicipi kuliner Nusantara. Gak hanya menonjolkan makanan, film ini juga menyajikan sisi romansa dan persahabatan yang dikemas elegan. 

Jadi karya keempat dari Edwin selaku sutradara, film ini mendapat 9 nominasi FFI 2018. Selain itu, film ini juga tayang di Macau dan Berlin International Film Festival.

6. Brata Season 1 & 2 (2018-2020)

https://www.youtube.com/embed/l2Olnk25kLg

Brata adalah serial kriminal dua musim yang tayang di aplikasi streaming HOOQ dan Maxstream. Pada musim pertama, cerita berfokus pada Brata (Oka Antara) seorang perwira polisi unit reserse krimininal dihadapkan pada pembunuhan mutilasi di mana cepot sebagai simbolnya. Kasus ini makin rumit karena ternyata motif pelaku berhubungan dengan sosok penguasa di kota tersebut.

Lanjut ke musim kedua, Brata yang telah ditransfer ke Departemen Kearsipan ditugaskan kembali ke lapangan ketika serangkaian pembunuhan sadis terjadi di Sukadamai. Berkisah tentang detektif yang memiliki kemampuan ingatan fotografis di masa lalu, serial ini makin keren didukung pemain pendukung antara lain Laura Basuki, Yayu Unru, Ully Triani, Rendy Kjaernett, Emil Kusumo, dan masih banyak lagi.

Pada Asean Academy Creative Awards (AACA) 2019, serial ini berjaya dengan menyabet 7 piala. Salah satunya Best Actor in Leading Role untuk Oka Antara. 

7. Foxtrox Six (2019)

https://www.youtube.com/embed/K6n3VPO1oGE

Kombinasi aksi dan fiksi ilmiah, Foxtrot Six adalah salah satu film Indonesia dengan badget produksi tertinggi, yakni 70 Milliar. Gak heran, film ini didukung teknologi CGI penuh yang sangat mulus dan memuaskan. Karena diperuntukkan untuk pasar internasional, semua dialog mengggunakan bahasa Inggris.

Berkisah tentang Angga (Oka Antara), anggota dewan yang terketuk hatinya untuk menjatuhkan kuasa PIRANAS dan mengembalikan kedaulatan rakyat. Tak sendiri, ia bersama 5 rekan yang diperankan oleh Verdi Solaiman, Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Arifin Putra, dan Mike Lewis. Beberapa adegan juga dibumbui romansa Angga dengan Sari (Julie Estelle) mantan kekasihnya meski dalam porsi minim.

Film yang disutradarai Randy Karompis dan didanai produser Hollywood Mario Nassar ini melenggang mulus ke luar negeri. Foxtrot Six juga berkesempatan tayang di Tokyo International Film Festival dan beberapa negara.

Itulah tadi 7 rekomendasi film hingga serial yang dibintangi aktor papan atas Indonesia, Oka Antara. Seru dan keren semua 'kan ceritanya? Kalau disuruh pilih, mana nih yang bakal kamu tonton duluan? 

Baca Juga: 10 Pesona Rara Wiritanaya, Istri Oka Antara yang Jarang Disorot!

Mbak Endut Photo Verified Writer Mbak Endut

IG & Twitter: @Mbakendut1

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya