Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Panduan Lengkap Quidditch, Olahraga Sihir di Semesta Harry Potter
Harry Potter: Quidditch Champions (dok. Unbroken Studios/Harry Potter: Quidditch Champions)
  • Quidditch adalah olahraga sihir di atas sapu terbang dengan tujuh pemain per tim, menggunakan bola Quaffle, Bludger, dan Golden Snitch untuk mencetak poin dan mengakhiri pertandingan.
  • Lapangan Quidditch berbentuk oval dengan tiga gawang tinggi di tiap ujungnya, dilengkapi perlengkapan khas seperti Quaffle merah, dua Bludger hitam yang menyerang, dan Snitch emas bersayap.
  • Terdapat empat posisi utama: Keeper menjaga gawang, Chaser mencetak gol, Beater melindungi tim dari Bludger, dan Seeker menangkap Snitch; turnamen digelar di Hogwarts hingga level dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Coba bayangkan, kamu bisa terbang dengan sapu di ketinggian puluhan meter. Bola hitam sengaja menyerangmu sementara kamu harus tetap fokus sambil berusaha menang. Kedengarannya gila, ya?

Selamat datang di dunia Quidditch, olahraga ikonik dari semesta Harry Potter! Olahraga ini bukan cuma seru untuk diceritakan, melainkan juga punya aturan, posisi, dan sejarah kompleks yang patut diketahui. Kalau kamu merasa belum benar-benar paham Quidditch, ulasan ini hadir khusus buat kamu yang ingin mengenalnya lebih jauh lagi.

1. Quidditch menjadi olahraga di atas sapu terbang populer di Wizarding World

Quidditch adalah olahraga sihir yang dimainkan di atas sapu terbang dalam dunia Harry Potter. Dua tim biasanya berisi tujuh pemain. Mereka akan berhadapan dengan tujuan mencetak poin sebanyak mungkin.

Poin bisa didapat dengan dua cara: melempar bola merah bernama Quaffle ke gawang lawan atau menangkap bola kecil bernama Golden Snitch. Permainan akan berakhir setelah Snitch berhasil ditangkap. Namun, bola kecil itu tentu sukar untuk ditangkap begitu saja.

Ada fakta menarik yang perlu kamu tahu tentang Quidditch. Terdapat 700 cara untuk melakukan pelanggaran dalam olahraga ini. Semuanya kebetulan pernah terjadi dalam satu pertandingan di Piala Dunia 1473. Angka itu fantastis, tetapi membuktikan betapa kacaunya Quidditch sekaligus betapa serunya menonton pertandingannya.

2. Memiliki perlengkapan wajib sendiri di lapangan

Harry Potter: Quidditch Champions (dok. Unbroken Studios/Harry Potter: Quidditch Champions)

Lapangan Quidditch berbentuk oval dan berumput dengan tiga lingkaran sebagai gawang di tiap ujungnya. Karena permainannya berlangsung di udara, tribun penonton sengaja dibuat tinggi agar semua orang bisa menyaksikan aksi pemain tanpa halangan. Ketiga gawang itu berdiri sekitar 50 kaki di udara. Jadi, kalau kamu takut ketinggian, Quidditch jelas bukan pilihan yang tepat untukmu.

Bola utama yang digunakan Chaser untuk mencetak gol disebut Quaffle. Bola ini berwarna merah, berbentuk bulat, dan seukuran bola sepak. Tiap kali Quaffle masuk ke gawang lawan, tim penyerang mendapat sepuluh poin.

Ada pula Golden Snitch, bola mungil seukuran kenari berwarna emas dengan sayap perak. Begitu Seeker berhasil menangkapnya, pertandingan langsung berakhir. Tim tersebut mendapat 150 poin sekaligus.

Jangan lupakan si bola paling menyebalkan. Namanya Bludger. Ia berwarna hitam pekat, sedikit lebih kecil dari Quaffle, tetapi bisa bergerak sendiri. Dua buah Bludger akan melayang-layang di lapangan dengan satu tujuan: menjatuhkan pemain dari sapu mereka. Percaya atau tidak, inilah yang membuat Quidditch terasa seperti olahraga ekstrem versi dunia sihir.

3. Ada empat posisi pemain yang masing-masing punya tugasnya sendiri

Keeper bertugas menjaga gawang. Ia mirip seperti kiper dalam sepak bola. Tiap tim hanya memiliki satu Keeper dan tugasnya adalah mencegah Chaser lawan mencetak gol.

Oliver Wood, kapten Quidditch Gryffindor pada masa Harry Potter sekolah di Hogwarts, adalah salah satu Keeper populer dalam cerita Harry Potter. Ron Weasley, sahabat Harry, yang menjadi Keeper pada tahun kelima salah satu lainnya.

Tiap tim juga memiliki tiga Chaser yang bertugas melempar Quaffle ke gawang lawan. Mereka harus saling mengoper bola sambil menghindari Bludger dan bertahan di atas sapu. Menariknya, posisi Chaser menjadi posisi tertua dalam Quidditch karena permainan ini dulunya hanya berfokus pada urusan mencetak gol.

Gryffindor pernah punya Chaser berbakat dalam diri Ginny Weasley. Saudari kandung Ron itu bermain di sana pada masa sekolahnya di Hogwarts. Setelah lulus, dia bahkan terjun ke dunia Quidditch profesional, lalu menjadi editor olahraga di Daily Prophet.

Selain Keeper dan Chaser, ada Beater yang bertugas melindungi rekan setim dari serangan Bludger. Tiap tim memiliki dua Beater yang menggunakan pemukul untuk mengarahkan Bludger kepada pemain lawan. Posisi ini sangat menuntut keseimbangan tubuh. Kadang mereka harus melepas kedua tangan dari sapu di tengah pertandingan.

Sebagai contoh, Fred dan George Weasley pernah menjadi Beater andalan Gryffindor di Hogwarts. Mereka dikenal sebagai pemain yang berbakat dan agresif. Fred dan George biasanya bertugas melindungi Harry Potter sebagai Seeker dari serangan Bludger.

Seeker ini biasanya anggota tim dengan tubuh paling ringan dan dengan gerakan paling cepat, yang tugas utamanya adalah menangkap Golden Snitch untuk mengakhiri pertandingan. Terdengar glamor memang, tetapi ia juga merupakan pemain yang paling sering menjadi sasaran pelanggaran. Bahkan, dalam buku The Beaters Bible karya Brutus Scrimgeour, aturan nomor satu berbunyi: "Habisi Seeker-nya!". Tidak heran Harry, yang bermain sebagai Seeker, sering menjadi sasaran Bludger sehingga Fred dan George perlu melindunginya.

4. Hogwarts punya turnamen Quidditch yang selalu ditunggu-tunggu

Harry Potter: Quidditch Champions (dok. Unbroken Studios/Harry Potter: Quidditch Champions)

Di Hogwarts, ada turnamen antarasrama yang disebut Inter-house Quidditch Tournament. Keempat tim dari tiap asrama akan bertanding sepanjang musim. Asrama dengan poin terbanyak pada akhir musim berhak mengangkat Quidditch Cup. Trofi ini adalah impian terbesar Oliver Wood. Dia berlatih tanpa ampun demi meraihnya di sepanjang cerita Harry Potter.

Di level internasional, ada Quidditch World Cup. Turnamen ini digelar tiap 4 tahun sekali seperti Piala Dunia sepak bola. Ia mempertemukan tim-tim Quidditch dari seluruh penjuru dunia. Harry Potter sendiri berkesempatan menyaksikan final ke-422 dari Piala Dunia Quidditch pada 1994. Dia menyaksikan pertandingan sengit antara Irlandia dan Bulgaria.

Sementara itu, Quidditch League di Britania Raya dan Irlandia dibentuk pada 1674 dan beranggotakan 13 tim. Liga ini sengaja didirikan untuk membatasi jumlah pertandingan Quidditch yang digelar tiap tahun. Ini agar para Muggle tidak curiga. Tim favorit Ron Weasley, Chudley Cannons, termasuk anggota meski mereka belum pernah menang sejak 1892.

Quidditch bukan sekadar olahraga fiksi yang keren untuk ditonton di layar bioskop. Di balik tiap pertandingannya, ada strategi dan kerja sama berikut risiko nyata. Sekarang, kamu sudah tahu segalanya, dari lapangan, bola, posisi pemain, sampai turnamen bergengsinya. Kalau ada yang tanya soal Quidditch, kamu siap jadi yang paling woke di ruangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team