- Rusia: 27 Agustus 2026
- Malaysia: 3 September 2026
- Italia: Akan diumumkan selanjutnya
Film Pelangi di Mars Siap Go Internasional, Bakal Tayang di 3 Negara

Film fiksi ilmiah Pelangi di Mars akan tayang di Rusia pada 27 Agustus 2026, Malaysia pada 3 September 2026, dan Italia
Setelah rilis bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026 dan meraih 234.398 penonton, film ini dijadwalkan hadir di Netflix mulai 14 Agustus 2026.
Disutradarai Upie Guava, film ini mengikuti Pelangi, manusia pertama kelahiran Mars, yang mencari Zeolit Omega demi harapan kelangsungan hidup manusia saat Bumi dilanda krisis.
Pelangi di Mars membawa kabar baik. Setelah menyelesaikan penayangannya di bioskop Indonesia sebagai salah satu film lebaran 2026, kini film fiksi ilmiah karya sutradara Upie Guava tersebut bersiap memperluas jangkauannya ke pasar internasional.
Film ini dipastikan akan diputar di tiga negara, lho. Tentunya pencapaian ini akan menjadi langkah baru dalam perjalanannya menembus pasar global.
1. Pelangi di Mars dipastikan akan diputar di Malaysia, Rusia, dan Italia

Pada Kamis (6/8/2026), akun Instagram resmi Pelangi di Mars mengumumkan bahwa film yang dibintangi Messi Gusti dan Lutesha tersebut akan menyapa menyapa penonton mancanegara.
“Pelangi & Para Robot mulai keliling Bumi. Saatnya bertemu lebih banyak teman baru, Sampai jumpa di pemberhentian berikutnya!,” tulis akun instagram @pelangidimars.
Gak tanggung-tanggung, film animasi tersebut dipastikan akan tayang di tiga negara, yaitu Malaysia, Rusia, dan Italia. Di mulai dari Rusia, berikut detail jadwal penayangannya.
2. Bakal tayang di Netflix pada 14 Agustus 2026

Gak cuma merambah pasar internasional, film Pelangi di Mars juga dipastikan akan segera hadir di platform streaming. Film ini dijadwalkan tayang di Netflix mulai 14 Agustus 2026. Kehadiran Pelangi di Mars di Netflix tentunya diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton, baik di Indonesia maupun mancanegara.
Tayang perdana di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026, Pelangi di Mars belum berhasil menarik antusiasme penonton. Film ini gagal bersaing dengan lima film Lebaran lainnya dan menutup masa penayangannya sebagai film dengan raihan penonton terendah di musim Lebaran 2026. Berdasarkan data Cinepoint, Pelangi di Mars mengakhiri masa tayangnya dengan 234.398 penonton.
3. Sinopsis film Pelangi di Mars

Sebenarnya, Pelangi di Mars sempat menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan menjelang Lebaran 2026. Film garapan Upie Guava ini menarik perhatian karena mengusung genre fiksi ilmiah yang masih jarang diangkat di perfilman Indonesia, bahkan menawarkan penggunaan teknologi seperti extended reality (XR), virtual production, dan artificial intelligence (AI) dalam proses produksinya.
Namun, setelah tayang di bioskop, Pelangi di Mars justru menuai beragam kritik. Sejumlah penonton menyoroti alur cerita dan dialog yang dinilai kurang kuat, sementara penggunaan AI dalam proses produksi turut memicu perdebatan di media sosial. Tak sedikit juga netizen yang mempertanyakan kualitas visual film hingga muncul tudingan penggunaan buzzer untuk membangun opini positif, meski tuduhan tersebut telah dibantah oleh sutradara Upie Guava.
Juga dibintangi oleh Rio Dewanto, film Pelangi di Mars mengikuti kisah Pelangi, gadis yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Di tengah krisis yang mengancam Bumi, ia pun memulai perjalanan untuk mencari Zeolit Omega, mineral langka yang diyakini dapat menjadi harapan baru bagi kelangsungan hidup umat manusia.

![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Itu Nyata, Jadi Robot Apa Kamu di Film Pelangi di Mars?](https://image.idntimes.com/post/20260329/upload_95aa679a4286246a3385741d0a1bd031_feab9a56-359d-4354-9dd9-6708806c0811.png)




















