Jakarta, IDN Times - Sejak The Odyssey karya Christopher Nolan tayang, timeline media sosial saya dipenuhi video penonton yang mencoba format 4DX. Mulai dari kursi yang bergerak, efek angin, sampai reaksi penonton yang teriak sekaligus tertawa karena sensasinya disebut mirip naik wahana.
Karena penasaran, saya akhirnya memutuskan menjadikan The Odyssey sebagai film pertama yang saya tonton di studio 4DX. Saya termasuk tipe penonton yang lebih memprioritaskan kualitas cerita dibanding jenis layar, kursi, atau teknologi bioskop yang digunakan. Jadi, saya datang tanpa ekspektasi berlebihan. Tujuan saya sederhana, ingin membuktikan apakah pengalaman 4DX memang seheboh yang ramai dibicarakan atau sebenarnya cuma sekadar gimik.
Setelah hampir tiga jam berada di dalam studio, saya akhirnya paham kenapa format ini punya banyak penggemar. Pengalaman menontonnya memang terasa sangat berbeda dibanding bioskop biasa. Meski begitu, ada beberapa hal yang menurut saya sangat berkesan, sekaligus beberapa catatan yang mungkin perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan membeli tiket 4DX.
