Jakarta, IDN Times - Awalnya, saya mengira menonton Whalefall di 4DX hanya akan memberikan sensasi tambahan lewat kursi yang bergerak dan efek air. Namun ternyata, pengalaman ini membuat suasana film terasa lebih intens.
Apalagi saat Jay Gardiner (Austin Abrams) terjebak di dalam tubuh paus sperma. Saat itu, guncangan kursi dan percikan air membuat situasinya terasa semakin nyata. Saya pun bisa merasakan bagaimana format 4DX menambah ketegangan yang sudah dibangun melalui cerita dan sinematografinya.
Jujur, saat menonton film ini dalam screening yang berlangsung pada Senin (12/10/2026), kondisi saya sedang kurang fit. Alhasil, guncangan dari kursi sempat membuat kepala saya sedikit pusing. Saya pun sempat mematikan efek air agar tetap bisa menonton dengan nyaman. Meski begitu, secara keseluruhan, menonton Whalefall di 4DX memberikan pengalaman berbeda yang cukup berkesan.
Film garapan sutradara Brian Duffield ini sendiri diadaptasi dari novel berjudul sama karya Daniel Kraus. Ceritanya mengikuti Jay, seorang penyelam yang berusaha mencari jasad ayahnya, Mitt Gardiner di perairan lepas pantai California. Namun, pencarian tersebut berubah menjadi perjuangan hidup dan mati ketika Jay ditelan paus sperma raksasa. Dengan persediaan oksigen yang terbatas, ia pun harus mencari jalan keluar sebelum terlambat.
Kendati demikian, di balik cerita survival yang menegangkan tersebut, Whalefall juga menyimpan kisah emosional tentang hubungan ayah dan anak yang tidak berjalan harmonis. Konflik Jay dan Mitt memperlihatkan bagaimana komunikasi yang buruk serta perasaan yang tak tersampaikan dapat meninggalkan luka, bahkan setelah seseorang pergi untuk selamanya.
