Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengalaman Nonton Whalefall di 4DX: Sesaknya Double!
cuplikan film Whalefall (youtube.com/20th Century Studios)

Jakarta, IDN Times - Awalnya, saya mengira menonton Whalefall di 4DX hanya akan memberikan sensasi tambahan lewat kursi yang bergerak dan efek air. Namun ternyata, pengalaman ini membuat suasana film terasa lebih intens.

Apalagi saat Jay Gardiner (Austin Abrams) terjebak di dalam tubuh paus sperma. Saat itu, guncangan kursi dan percikan air membuat situasinya terasa semakin nyata. Saya pun bisa merasakan bagaimana format 4DX menambah ketegangan yang sudah dibangun melalui cerita dan sinematografinya.

Jujur, saat menonton film ini dalam screening yang berlangsung pada Senin (12/10/2026), kondisi saya sedang kurang fit. Alhasil, guncangan dari kursi sempat membuat kepala saya sedikit pusing. Saya pun sempat mematikan efek air agar tetap bisa menonton dengan nyaman. Meski begitu, secara keseluruhan, menonton Whalefall di 4DX memberikan pengalaman berbeda yang cukup berkesan.

Film garapan sutradara Brian Duffield ini sendiri diadaptasi dari novel berjudul sama karya Daniel Kraus. Ceritanya mengikuti Jay, seorang penyelam yang berusaha mencari jasad ayahnya, Mitt Gardiner di perairan lepas pantai California. Namun, pencarian tersebut berubah menjadi perjuangan hidup dan mati ketika Jay ditelan paus sperma raksasa. Dengan persediaan oksigen yang terbatas, ia pun harus mencari jalan keluar sebelum terlambat.

Kendati demikian, di balik cerita survival yang menegangkan tersebut, Whalefall juga menyimpan kisah emosional tentang hubungan ayah dan anak yang tidak berjalan harmonis. Konflik Jay dan Mitt memperlihatkan bagaimana komunikasi yang buruk serta perasaan yang tak tersampaikan dapat meninggalkan luka, bahkan setelah seseorang pergi untuk selamanya.

1. Efek 4DX gak langsung mengguncang sejak awal, sempat bikin penonton tertawa juga

cuplikan film Whalefall (youtube.com/20th Century Studios)

Sebenarnya, menonton Whalefall di 4DX gak langsung membuat saya merasakan guncangan kursi sejak awal. Efeknya hadir secara bertahap, mengikuti adegan yang berlangsung di layar. Salah satu momen yang saya ingat adalah ketika Jay mengendarai mobil di awal film.

Pada adegan tersebut, kamera secara perlahan menjauh dari Jay dan mulai memperlihatkan mobilnya yang terus melaju di tengah bentang alam yang begitu luas dan indah. Tangkapan gambar tersebut terasa sinematik, memberikan ruang bagi penonton untuk menikmati lanskap yang tersaji di layar. Menariknya, seiring mobil yang terus melaju, suasana di bioskop mulai terasa berbeda. Udara mendadak dingin, disusul gerakan kursi yang membuat saya seolah-olah ikut berada di dalam mobil bersama Jay.

Sebenarnya, babak awal film Whalefall dibuka dengan adegan yang cukup emosional. Penonton diperlihatkan hubungan rumit antara Jay dan ayahnya yang menyimpan banyak persoalan. Namun, di tengah suasana tersebut, ada momen tak terduga yang memberikan pengalaman berbeda saat menonton dalam format 4DX. Ketika Jay menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur, kursi bioskop mendadak ikut bergerak mengikuti adegan tersebut. Jujur saja, saat itu rasanya seperti menjadi kasur yang menahan tubuh Jay.

Beberapa penonton di sekitar saya pun tampak berusaha menahan tawa hingga pada akhirnya tawa tersebut menjadi pecah ketika Jay mematikan alarm dengan gerakan yang cukup kuat. Bagaimana tidak? Setelah merasa seperti menjadi kasur, kami seolah-olah juga menjadi alarm yang ikut menerima hantaman Jay. HAHAHAHAHA!

2. Berasa ikut menemani Jay masuk ke tubuh paus, sesaknya double!

cuplikan film Whalefall (youtube.com/20th Century Studios)

Pada babak awal, efek 4DX ini memang masih terasa cukup ringan. Namun, sensasinya mulai berubah ketika Jay menyelam ke laut. Beberapa kali percikan air menyembur, membuat saya seolah ikut masuk ke dalam air bersamanya. Efek tersebut memberikan pengalaman yang lebih nyata, apalagi ketika adegan mulai memperlihatkan perjuangan Jay menghadapi situasi berbahaya di bawah laut.

Sensasinya semakin intens ketika Jay terjebak di dalam tubuh paus sperma. Ruang yang sempit, persediaan oksigen yang terbatas, dan perjuangannya mencari jalan keluar membuat suasana film terasa semakin mencekam. Belum lagi, berbagai benturan yang dihadapi Jay pada adegan klimaks membuat kursi terus berguncang semakin keras mengikuti aksi di layar.

Pada bagian ini, saya benar-benar merasakan bagaimana efek 4DX menambah ketegangan film. Namun, karena kondisi tubuh saya sedang kurang fit, guncangan kursi yang semakin intens sempat membuat kepala saya jadi sedikit pusing. Saya pun sempat mematikan efek semburan air agar tetap bisa menonton dengan lebih nyaman.

Meski begitu, hal tersebut tetap gak mengurangi keseruan pengalaman menonton Whalefall di 4DX. Gerakan kursi yang terus mengguncang hingga perubahan suhu tetap memberikan sensasi berbeda yang membuat suasana bawah laut terasa lebih nyata. Rasanya bukan cuma sekadar menyaksikan perjuangan Jay dari balik layar, tetapi seperti ikut berada di tengah situasi yang dihadapinya. Pokoknya, sesaknya double!

3. Guncangan dan efek 4DX lainnya gak mengalihkan fokus dari kisah Jay

cuplikan film Whalefall (youtube.com/20th Century Studios)

Meski kursi bioskop beberapa kali berguncang secara mendadak, perhatian saya tetap kembali ke layar. Ada rasa penasaran yang membuat saya ingin terus mengikuti perjuangan Jay, bukan hanya untuk mengetahui bagaimana ia bisa keluar dari tubuh paus tersebut, tetapi juga untuk memahami hubungan rumitnya dengan sang ayah.

Sesekali, saya melirik penonton lain di sekitar saya. Mereka pun tampak merasakan hal sama. Meski kursi terus bergerak mengikuti adegan, mereka tampak tak kehilangan fokus dalam menyimak cerita di layar. Bagi saya, ini cukup menarik karena efek 4DX memang memberikan sensasi fisik yang berbeda, namun cerita Whalefall tetap mampu mempertahankan perhatian penonton di tengah berbagai efek yang hadir.

Kisah emosional di balik perjuangan bertahan hidup Jay menjadi salah satu hal yang membuat saya terus mengikuti film ini. Kilas balik dan persoalan yang belum terselesaikan antara Jay dan ayahnya membuat saya gak sekadar menunggu adegan berikutnya yang menegangkan. Saya juga ingin memahami bagaimana hubungan mereka membentuk diri Jay dan apa yang ia rasakan ketika harus menghadapi kenangan tentang sang ayah di tengah situasi hidup dan mati. Whalefall tayang perdana di bioskop Indonesia mulai 14 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article