Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penjelasan Ending Hokum 2026 Menurut Sutradara Damian McCarthy

Penjelasan Ending Hokum 2026 Menurut Sutradara Damian McCarthy
Cuplikan adegan film Hokum
Intinya Sih
  • Film Hokum (2026) mengikuti perjalanan Ohm yang dihantui rasa bersalah atas kematian ibunya, hingga bertemu sosok penyihir simbolis yang mencerminkan trauma dan penebusan dirinya.
  • Antagonis sejati film ini adalah Mal, karyawan hotel yang membunuh Fiona demi menutupi kejahatannya, sebelum akhirnya diseret penyihir sebagai bentuk hukuman moral.
  • Sutradara Damian McCarthy mengubah ending agar lebih memberi harapan bagi Ohm, sementara twist tentang Alby dan efek jamur membuat seluruh pengalaman supranatural tetap ambigu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sudah nonton Hokum (2026) dan masih bingung dengan akhirnya? Tenang, kamu tidak sendiri. Disutradarai Damian McCarthy, film horor yang dibintangi Adam Scott ini mengisahkan Ohm, seorang penulis sinis yang dihantui oleh trauma masa lalunya. Memutuskan untuk melakukan perjalanan dadakan ke pedesaan Irlandia, tempat orang tuanya menjalin ikatan bertahun-tahun sebelumnya, Ohm awalnya terpuruk dalam kesedihannya.

Namun, ketika seorang karyawan hotel yang telah berbuat baik kepadanya menghilang, Ohm bertekad mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sayangnya, pencarian itu justru membawanya berhadapan dengan sosok penyihir misterius yang menghantui hotel tersebut. Dengan atmosfer dingin hingga teror supranatural yang ambigu, Hokum sukses meninggalkan banyak pertanyaan setelah kredit bergulir. Berikut penjelasan ending-nya!

Awas, artikel ini mengandung spoiler ending Hokum!

1. Siapa sosok penyihir yang menghantui Ohm?

Hokum 5.jpg
Hokum (dok. NEON/Hokum)

Sepanjang film, Ohm diteror oleh sosok "penyihir" yang ada di honeymoon suite. Namun, banyak yang menganggap kalau penyihir dalam Hokum sebenarnya lebih mirip sebagai simbol kematian dan rasa bersalah ketimbang monster biasa. Sosok itu diperkenalkan sejak awal ketika pemilik hotel menceritakan legenda tentang wanita yang menyeret jiwa-jiwa tersesat ke alam baka.

Pemilik hotel rupanya mengetahui kisah tersebut bukan sekadar dongeng. Ia pernah menangkap penyihir itu dan mengurungnya di kamar pengantin yang sudah lama terbengkalai. Walau tidak pernah dijelaskan secara detail bagaimana semuanya terjadi, film perlahan memperlihatkan bahwa ancaman supranatural itu memang nyata. Namun inti cerita Hokum sebenarnya datang dari trauma Ohm sendiri.

Sepanjang film, kita melihat petunjuk kecil tentang rasa bersalah yang terus menghantuinya sejak kecil. Pada akhirnya terungkap bahwa Ohm tanpa sengaja membunuh ibunya sendiri saat bermain pistol milik ayahnya. Tragedi itu menghancurkan hubungan Ohm dengan ayahnya dan membuat hidupnya dipenuhi depresi selama bertahun-tahun. Penyihir dalam film kemudian memanfaatkan rasa bersalah itu untuk terus mengejek dan menghancurkannya secara psikologis.

Meski begitu, film ini tidak sepenuhnya menghukum Ohm. Dalam salah satu adegan paling emosional, roh ibunya muncul ketika Ohm ditangkap penyihir, memberi Ohm kesempatan kedua untuk bertahan hidup. Pengampunan tersebut menjadi titik balik karakter Ohm. Ia tidak benar-benar terbebas dari trauma, tetapi untuk pertama kalinya mulai menerima dirinya sendiri dan berhenti hidup dalam rasa bersalah.

2. Musuh Ohm sebenarnya bukan penyihir, tapi manusia

Hokum 4.jpeg
Hokum (dok. NEON/Hokum)

Meski penyihir menjadi sumber teror utama film, antagonis sebenarnya justru adalah Mal. Awalnya ia hanya terlihat seperti karakter sampingan hotel yang agak bodoh, tetapi perlahan terungkap bahwa dialah penyebab hilangnya Fiona. Fiona ternyata mengandung anak Mal. Takut rahasia itu terbongkar, Mal pun membius Fiona saat pesta Halloween lalu menyeretnya ke kamar pengantin.

Di sana, Fiona ditinggalkan begitu saja hingga akhirnya mati, entah karena kelaparan atau menjadi korban penyihir tersebut. Ketika Ohm dan Jerry mulai menyelidiki kasus hilangnya Fiona, Mal langsung berubah menjadi ancaman nyata. Ia bahkan membunuh Jerry dan mencoba membunuh Ohm demi menutupi semua kebohongannya.

Perbedaan terbesar antara Mal dan Ohm adalah rasa bersalah mereka. Ohm dan Jerry memang dihantui kematian orang-orang terdekat mereka, tetapi keduanya masih memiliki empati dan berusaha memperbaiki kesalahan. Sementara Mal sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas apa yang ia lakukan pada Fiona dan anak yang dikandungnya.

Karena itulah ending film terasa seperti bentuk hukuman moral. Penyihir akhirnya menyeret Mal ke neraka dengan brutal, sedangkan Ohm berhasil selamat.

3. Penjelasan ending Hokum menurut sang sutradara

Hokum.jpeg
Hokum (dok. NEON/Hokum)

Sutradara Damian McCarthy mengungkapkan bahwa ending Hokum sebenarnya jauh lebih gelap. Dalam versi awal naskah, Ohm tidak berhasil keluar dari ruang bawah tanah hotel. Seolah-olah, dia pantas mendapatkan karma buruk. Namun, McCarthy akhirnya mengubah ending tersebut karena merasa terlalu depresif seperti Oddity (2024).

"Dalam naskah aslinya, dia (Ohm) tidak selamat. Dia sama sekali tidak berhasil keluar dari ruang bawah tanah. Rasanya terlalu suram. Saya berpikir, 'Apakah ada yang akan menonton ulang film ini? Apakah ini akan menghibur?'" kata McCarthy kepada Inverse (2/5/2026).

Final ending yang dipakai film akhirnya memberi sedikit harapan bagi Ohm. Trauma masa lalunya memang tidak hilang, tetapi ia kini punya kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih baik.

Hal lain tang membuat ending Hokum semakin menarik adalah twist terakhir tentang Alby, pelayan hotel yang sempat disundut Ohm di awal film. Diam-diam Alby ternyata mencampurkan wiski Ohm dengan jus jamur milik Jerry sebagai bentuk balas dendam. Twist ini membuat seluruh pengalaman supernatural Ohm menjadi ambigu. Apakah semua teror itu benar-benar nyata? Atau hanya halusinasi akibat efek psilocybin?

Sang pemeran Ohm, Adam Scott, justru menyukai ambiguitas tersebut karena menurutnya ending itu tidak membatalkan seluruh cerita yang sudah terjadi.

"Terlepas dari apakah itu nyata atau tidak, terlepas dari apakah semua itu terjadi atau tidak, Ohm berada di tempatnya sekarang. Dia berada di tempat yang lebih baik, dan dia menantikan sisa hidupnya sekarang. Tapi juga, dia masih memiliki bekas luka di pergelangan tangannya karena dirantai. Jadi, siapa yang tahu?" kata bintang Severance tersebut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More