Penjelasan Ending Lee Cronin's The Mummy, Plot Twist-nya Memuaskan!

- Katie Cannon kembali setelah delapan tahun menghilang dan ternyata dijadikan wadah bagi entitas jahat kuno melalui ritual mumifikasi kejam oleh ibu Layla.
- Teror mencapai puncak saat roh jahat dalam tubuh Katie menimbulkan kekacauan berdarah di malam pemakaman neneknya, bahkan membuat mayat sang nenek bangkit menyerang.
- Ayah Katie, Charlie Cannon, berkorban memindahkan roh jahat ke tubuhnya sendiri demi menyelamatkan putrinya, lalu kutukan itu akhirnya dialihkan kepada pelaku utama di akhir cerita.
Artikel ini mengandung spoiler bagi yang belum menonton Lee Cronin's The Mummy!
Karya terbaru sutradara Lee Cronin, Lee Cronin's The Mummy (2026), berhasil memberikan napas baru bagi karakter monster klasik ini. Menjauhi latar padang pasir, Cronin justru membawa kutukan tersebut ke ranah horor domestik yang klaustrofobik dan brutal lewat kepulangan misterius Katie Cannon ke tengah keluarganya.
Di balik rentetan teror berdarah yang memuncak di babak ketiga, lapisan misteri utama akhirnya terkuak. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Katie selama 8 tahun menghilang hingga kembali dalam sebuah sarkofagus kuno? Lantas, bagaimana nasib Katie dan keluarganya? Begini penjelasan ending dan plot twist filmnya di bawah ini!
1. Fakta di balik penculikan Katie

Awalnya, kondisi Katie (Natalie Grace) yang memprihatinkan sempat dijelaskan secara medis. Dokter menyatakan bahwa ia mengalami malnutrisi dan kekurangan paparan sinar matahari selama bertahun-tahun.
Diagnosis ini menjadi jawaban logis atas fisiknya yang rapuh setelah ia ditemukan secara misterius di dalam sebuah sarkofagus kuno yang ikut jatuh dalam sebuah insiden pesawat. Namun, kebenaran di baliknya jauh lebih gelap.
Prosesi mumifikasi dengan cairan hitam dan pelapisan segel hieroglif di bawah kulit Katie menjadi jawaban mengerikan mengapa ia ditemukan dalam kondisi fisik yang sedemikian rupa. Menggunakan panduan dari sebuah rekaman video milik ibu Layla (teman masa kecil Katie), perempuan tersebut dengan kejam menjadikan Katie kecil sebagai "wadah" baru bagi entitas jahat kuno karena tubuh anak-anak dianggap bisa bertahan lebih lama.
2. Teror di malam pemakaman

Meski sabar menyimpan misteri utamanya dari awal cerita, sang sutradara menebar kengerian sejak film dimulai, membuat para pencinta horor merasa senang sekaligus bergidik ngeri. Ketegangan kemudian mencapai puncaknya pada malam pemakaman nenek Katie. Entitas yang bersemayam di tubuh Katie akhirnya mengambil alih sepenuhnya dan menciptakan teror domestik berdarah.
Lee Cronin tidak menahan diri untuk menampilkan adegan ekstrem, mulai dari Katie yang melakukan tindakan mengerikan pada jenazah neneknya sendiri, hingga adik-adiknya yang ikut berada di bawah pengaruh roh jahat.
Lebih gilanya lagi, mayat sang nenek ikut bangkit layaknya Deadites di film Evil Dead Rise (2023) dan menyerang satu-satunya polisi yang ada di sana. Terornya brutal banget!
3. Pengorbanan sang ayah

Di tengah kekacauan yang brutal tersebut, sang ayah, Charlie Cannon (Jack Reynor), akhirnya menemukan cara untuk menghentikan teror. Dihantui rasa bersalah karena merasa gagal menjaga Katie 8 tahun lalu, ia mengambil keputusan nekat saat Katie menyerangnya.
Sambil memeluk putrinya yang agresif, Charlie menyuruh sang polisi untuk melafalkan mantra pemindah roh yang mereka dapatkan dari video rekaman. Pengorbanan ini membuat roh jahat kuno tersebut berhasil ditarik keluar dari tubuh Katie dan berpindah sepenuhnya ke tubuh sang ayah.
4. Balas dendam yang memuaskan

Lewat lompatan waktu beberapa tahun setelah malam horor tersebut, Katie diperlihatkan kembali hidup normal sebagai remaja bersama adik-adiknya. Sang ayah pun digambarkan tetap hidup, meski harus bertahan dalam wujud mumi dan hanya bisa berkomunikasi lewat ketukan kode Morse pada petinya.
Tidak sampai di situ, kejutan terbesarnya ada di adegan penutup. Charlie, sang istri, beserta detektif polisi mendatangi sel penjara tempat ibu Layla dikurung. Ketika pintu sel tertutup dan mantra pemindah roh mulai dibacakan, seolah memberi kesan kuat bahwa mereka memindahkan kutukan sarkofagus tersebut kepada pelaku utama.
Secara keseluruhan, Lee Cronin's The Mummy sukses membuktikan bahwa film horor dengan visual ekstrem bisa ditutup dengan resolusi yang epik dan melegakan. Setelah diajak melewati rentetan teror penuh ketegangan yang bikin nahan napas, penonton juga diberikan kepuasan saat antagonis utamanya mendapatkan hukuman yang setimpal.
Nah, gimana menurutmu tentang plot twist di akhir film ini? Apakah hukuman kutukan mumi di sel penjara tersebut berhasil dan pantas untuk ibu Layla? Jangan lupa bagikan pendapat dan reaksi kamu di kolom komentar, ya!

![[QUIZ] Berdasar Lagu Justin Bieber Favoritmu, Kami Tebak Nasib Percintaanmu!](https://image.idntimes.com/post/20260415/upload_e7b243a7ca3ed1a688085b11d4e71ecb_17c6d5b6-cb71-45b4-b3b5-ccedd24a78e6.png)
















