Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbedaan Kepribadian Walt dan Heisenberg dalam Breaking Bad
Walter White dan Heisenberg dalam Breaking Bad (dok. Sony Pictures Television/Breaking Bad)
  • Walter White awalnya digambarkan sebagai guru kimia yang penuh tanggung jawab dan rela melakukan apa pun demi keluarganya, termasuk terjun ke dunia narkoba setelah didiagnosis kanker.
  • Ketika berubah menjadi Heisenberg, Walt kehilangan empati dan menjadi sosok dingin serta manipulatif yang tak ragu membunuh demi mempertahankan kekuasaan dan dominasinya di bisnis narkoba.
  • Perbedaan mencolok terlihat pada motivasi dan ego: Walt merasa gagal sebagai individu, sedangkan Heisenberg merasa superior, genius, dan haus akan pengakuan serta penghormatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Alasan kenapa Breaking Bad sangat disukai bukan hanya karena seri ini memperlihatkan betapa kejamnya dunia narkoba. Namun, seri ini juga mendalami perubahan psikologi sang protagonis, Walter White. Bayangkan saja, seorang guru kimia yang sangat mencintai keluarganya, bisa berubah menjadi sosok paling kejam hanya untuk mendominasi bisnis narkoba.

Meski pada dasarnya Walt dan Heisenberg adalah orang yang sama, tetapi terlihat jelas adanya perbedaan kepribadian antara Walt dengan Heisenberg. Nah, pada kesempatan kali ini, penulis akan membedah perbedaan kepribadian antara Walter White dan Heisenberg. Simak ulasan berikut!

1. Walt memiliki rasa tanggung jawab yang besar sebagai kepala keluarga

Walt berbicara dengan Walter Jr. (dok. Sony Pictures Television/Breaking Bad)

Walt bisa dibilang sebagai sosok yang sangat family man. Walt sangat mencintai keluarganya, sehingga dirinya akan melakukan apa saja demi keluarganya. Hal ini yang menjadi alasan kenapa Walt terjun ke dunia narkoba.

Ketika dirinya didiagnosis dengan penyakit kanker, Walt ingin meninggalkan sesuatu untuk keluarganya. Walt sadar bahwa dirinya tidak bisa melakukan hal tersebut dengan gajinya sebagai guru kimia. Itu karenanya, Walt menggunakan pengetahuannya dalam kimia untuk menghasilkan uang dari narkoba.

Namun, tujuannya mulai bergeser ketika dirinya berubah menjadi Heisenberg. Walt tidak lagi melakukan segalanya demi keluarganya. Sebagai Heisenberg, Walt tidak hanya mengincar uang, tetapi dirinya juga ingin mendominasi pasar dan menjadi sosok yang sangat dihormati.

2. Heisenberg tidak pernah takut untuk membunuh orang lain

Walt menembak pengedar. (dok. Sony Pictures Television/Breaking Bad)

Setelah memasuki dunia narkoba, Walt menyadari bahwa tidak ada orang yang aman dalam bisnis ini. Semua orang bisa mati kapan saja, entah karena persaingan atau perebutan wilayah kekuasaan. Demi keselamatannya sendiri, Walt lebih memilih untuk menjadi bahaya itu sendiri, ketimbang menjadi orang yang sedang dalam bahaya.

Heisenberg telah membuktikan bahwa Walt adalah ancaman bagi semua orang. Heisenberg tidak pernah ragu untuk membunuh siapa saja yang berpotensi mengganggu bisnisnya. Bahkan ketika seseorang mencoba untuk membunuhnya, Heisenberg akan merancang strategi untuk membunuh orang tersebut terlebih dahulu.

Sementara Heisenberg adalah sosok yang apatis dan kejam, Walt adalah kebalikannya. Terlihat, pada awal seri, Walt sangat kesulitan untuk membunuh Krazy-8, meski dirinya sadar bahwa Krazy-8 adalah ancaman terbesar dalam bisnisnya. Bahkan setelah membunuh Krazy-8, Walt terus dihantui oleh rasa bersalah karena telah membunuh seseorang.

3. Walt selalu merasa sebagai orang yang gagal

Walter White (dok. Sony Pictures Television/Breaking Bad)

Sebagai ahli kimia, Walt sadar bahwa dirinya memiliki potensi. Namun, Walt menyadari bahwa potensinya terbuang sia-sia, karena dirinya harus berakhir menjadi guru kimia dan bekerja di pencucian mobil. Ditambah Gray Matter yang justru semakin sukses tanpanya, Walt selalu dihantui oleh rasa kegagalan yang luar biasa.

Namun, sebagai Heisenberg, Walt justru selalu merasa bahwa dirinya adalah pembuat narkoba terhebat yang pernah ada. Walt tidak pernah merasa gagal sebagai Heisenberg, karena tidak ada orang yang bisa menandingi tingkat kemurnian narkoba buatannya. Hal ini menjelaskan kenapa Walt memiliki ego yang sangat tinggi sebagai Heisenberg. Ketika semua orang menganggap bahwa narkoba buatannya adalah mahakarya, Heisenberg justru menganggap bahwa itu hanyalah pengetahuan dasar dalam dunia kimia.

4. Heisenberg merupakan sosok genius sekaligus manipulatif

Walt menembak Mike. (dok. Sony Pictures Television/Breaking Bad)

Perbedaan antara Walt dan Heisenberg juga bisa terlihat dalam bagaimana dirinya mengambil sebuah keputusan. Sebagai Heisenberg, Walt cenderung berkepala dingin dalam menghadapi konflik. Meski Heisenberg harus berhadapan dengan seseorang yang lebih kuat darinya, Walt akan merancang strategi rumit agar dirinya tidak bisa dikalahkan.

Tak hanya itu, Heisenberg juga memiliki sifat yang sangat manipulatif. Jesse Pinkman bukan hanya partner bagi Heisenberg, tetapi dirinya juga merupakan korban terbesar dalam kelicikan seorang Heisenberg. Sepanjang seri berlangsung, kita sudah melihat bagaimana Heisenberg mengendalikan Jesse untuk tetap berada di pihaknya.

Hal ini sangat berbeda dengan Walt yang mudah panik dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Walt sering mengambil keputusan bukan karena rencana yang matang, tetapi hanya karena dirinya sedang terdesak. Sebagai contoh, pembunuhan Mike Ehrmantraut sebenarnya adalah pembunuhan yang tidak dibutuhkan. Namun, Walt tetap melakukannya hanya karena dirinya merasa terdesak.

5. Walt selalu ingin terlihat sebagai suami dan ayah yang baik

Walt menggendong Holly. (dok. Sony Pictures Television/Breaking Bad)

Sebagai orang yang sangat mencintai keluarganya, Walt hampir tidak pernah memperlihatkan sisi Heisenberg pada keluarganya. Bahkan setelah istrinya, Skyler White, mengetahui apa yang ia lakukan, Walt tetap berusaha untuk menjadi suami dan ayah yang baik. Sekalipun keluarganya membenci Walt karena apa yang sudah ia lakukan, Walt tetap sangat mencintai keluarganya.

Hal ini dibuktikan dengan Walt yang membelikan Walter White Jr sebuah mobil mahal atau ketika Walt memaafkan Skyler setelah mengetahui istrinya tidur dengan Ted Beneke. Buktinya lainnya terlihat ketika Walt membawa putrinya, Holly White, ketika Walt sudah tidak diterima oleh keluarganya. Walt melakukan hal tersebut karena setidaknya ada orang yang akan menerima apa yang ia tinggalkan.

Hal ini tentunya sangat berbeda dengan Heisenberg. Sebagai Heisenberg, Walt menganggap semua orang di sekitarnya tidak lebih dari sekadar batu loncatan. Heisenberg tidak pernah ingin membangun ikatan yang kuat dengan seseorang, karena dirinya hanya ingin dihormati

Walter White dan Heisenberg benar-benar merupakan dua sisi yang berbeda. Walt hanyalah seorang guru kimia biasa yang sangat mencintai keluarganya. Sementara itu, Heisenberg adalah sosok yang sangat kejam, manipulatif, dan haus akan kekuasaan. Jadi, bagaimana pendapatmu tentang perbedaan kepribadian Walter White dan Heisenberg?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team