- Genre: drama
- Pemain: Nadine Labaki, Gisele Aouad
- Sutradara: Nadine Labaki
5 Rekomendasi Film Lebanon Underrated untuk Ibadah Sinema

- Artikel menyoroti lima film Lebanon underrated dari berbagai era dan genre yang menggambarkan kompleksitas sosial serta keberagaman budaya negara tersebut.
- Beberapa film seperti Caramel, Arze, dan Where Do We Go Now? menonjolkan perspektif perempuan dalam menghadapi realitas sosial dan konflik di Lebanon.
- Karya-karya seperti West Beirut dan Tramontane memperlihatkan dampak segregasi serta pencarian identitas di tengah situasi politik dan kemanusiaan Lebanon.
Sudah pernah nonton film dari Lebanon sebelumnya? Mungkin selama ini kamu baru familier dengan dua judul yang pernah tembus Oscar, seperti The Insult (2017) dan Capernaum (2019). Kebetulan, kalau kamu ingin menjalankan ibadah sinema hari ini, kelima film underrated Lebanon berikut bisa jadi rujukan.
Datang dari berbagai genre dan era, kamu bakal menyelami keberagaman Lebanon yang susah dijelaskan. Unik, tetapi juga kerap bikin hidup rakyatnya pelik karena segregasi yang sengaja dipelihara. Penasaran? Langsung catat film-film berikut.
1. Caramel (2007)

Sering disebut Sex and the City-nya Lebanon, Caramel adalah sebuah film yang menawarkan perspektif perempuan. Pada 2000-an, perspektif ini cukup langka mengingat banyaknya orang yang fokus pada sisi politik Lebanon yang terkoyak oleh perang.
Caramel berlakonkan 5 perempuan yang sering berkumpul dan merumpi di sebuah salon. Status mereka beragam, begitu pula profesi dan masalah hidup masing-masing. Satu harus puas jadi selingkuhan lelaki yang dicintainya, satu lagi tak kunjung dapat tawaran kerja impiannya.
Di satu sisi, ada yang galau karena akan menikah dan takut rahasianya terbongkar. Namun, di sisi lain, ada perempuan yang harus menanggung beban pengasuhan anggota keluarganya. Menarik, sederhana, kaya kearifan lokal Lebanon, deh.
2. Arze (2023)

Arze juga ditulis dari sudut pandang perempuan. Namanya dijadikan judul dan ia diceritakan sebagai seorang ibu tunggal yang harus menghidupi anak dan kakak perempuannya. Arze sehari-hari berjualan pai buatannya sendiri dan mengantarnya pula ke rumah pembeli. Terkadang sang anak membantunya dengan upah uang jajan. Satu hari, Arze ingin mengembangkan bisnisnya dan menyicil sebuah motor.
Namun, saat motor itu ditinggal sang anak untuk nongkrong selepas mengantar pesanan, motor itu lenyap ditelan bumi. Jadilah Arze dan putranya berkeliling kota Beirut yang ternyata masih tersegrasi untuk mencari motor itu. Tentu setelah tahu kalau laporan yang mereka buat ke polisi tak digubris.
- Genre: drama, satir
- Pemain: Diamant Bou Abboud, Bilal Al Hamwi
- Sutradara: Mira Shaib
3. Where Do We Go Now? (2011)

Sebelum Capernaum, Nadine Labaki juga pernah membuat film berjudul Where Do We Go Now? Lagi-lagi, perspektif perempuan jadi nyawa karya sinematiknya. Latarnya sebuah desa terpencil yang dihuni warga Muslim dan Kristen secara turun-temurun.
Mereka hidup rukun dan damai, sampai sebuah berita tentang perang sipil antaragama menyeruak di beberapa kota besar di Lebanon. Sebelum berita itu tersebar, penduduk perempuan sepakat untuk menyembunyikannya dari penduduk pria. Sensor mandiri ini terpaksa mereka lakukan demi mempertahankan kedamaian dan mencegah pertumpahan darah.
- Genre: drama, komedi
- Pemain: Leyla Hakim, Claude Msawbaa
- Sutradara: Nadine Labaki
4. West Beirut (1998)

West Beirut adalah sebuah mahakarya asal Lebanon yang sayangnya terlupakan begitu saja. Sesuai judulnya, film ini berlatarkan kota Beirut yang terkoyak oleh konflik antaragama setelah pembunuhan massal warga muslim Palestina di Lebanon oleh kelompok paramiliter Phalangist.
Beirut terbagi menjadi beberapa area berdasarkan etnis dan agama penduduknya. Remaja bernama Omar yang kebetulan muslim diharuskan berada di bagian barat. Masalahnya, beberapa keperluan dan relasi Omar ada di wilayah Timur yang notabene dihuni oleh penduduk Kristen. Jadilah, ia terkadang menyelinap dan menembus area perbatasan tanpa benar-benar memikirkan risikonya. West Beirut digarap sutradaranya The Insult, lho! Sudah nonton?
- Genre: drama, komedi, coming of age
- Pemain: Rami Doueiri, Mohamad Chamas
- Sutradara: Ziad Doueiri
5. Tramontane (2016)

Seorang pria difabel netra bekerja sebagai editor naskah Braille dan musisi untuk bertahan hidup. Ia sosok yang sederhana dan tak neko-neko, sampai ia dikejutkan oleh fakta bahwa identitas yang selama ini ia pegang dan percaya bukanlah dirinya. Bagaimana bisa? Film ini mengikuti petualangannya untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya. Tentu dalam prosesnya ia harus menghadapi birokrasi yang menyebalkan.
- Genre: drama
- Pemain: Barakat Jabbour, Julia Kassar
- Sutradara: Vatche Boulghourjian
Lebanon memang negara yang posisinya cukup rawan. Mereka sendiri tersegregasi dengan parahnya dan benar saja, konflik yang sudah lama terjadi masih menyisakan bekas sampai sekarang. Namun, lagi-lagi, tak ada yang bisa mengalahkan tekad seniman untuk berkarya. Jadilah kita bisa menikmati film-film Lebanon sampai sekarang.


















