Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Pertanyaan jika Film Backrooms Dibuat Sekuelnya

4 Pertanyaan jika Film Backrooms Dibuat Sekuelnya
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)
Intinya Sih
  • Film Backrooms menyoroti kisah Clark dan Dr. Mary Kline yang terjebak di dimensi misterius, menghadapi versi gelap diri mereka hingga berakhir dengan nasib Mary yang ambigu.
  • Akhir film dibiarkan terbuka, menimbulkan pertanyaan apakah Mary benar-benar keluar dari Backrooms atau masih terperangkap bersama entitas tiruannya di bawah pengawasan Async Corporation.
  • Potensi sekuel Backrooms bisa mengikuti kisah Phil dan Async Corporation atau berbentuk antologi, namun A24 belum memastikan kelanjutannya demi menjaga nuansa misteri horor liminalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Artikel ini berisi spoiler bagi kamu yang belum menonton film Backrooms!

Backrooms karya Kane Parsons—baik film layar lebar maupun serial populernya di YouTube—mungkin sangat menakutkan dan juga membingungkan. Yap, daya tarik pada franchise ini sebenarnya ada pada Kane Parsons dalam membentuk tren yang kini disebut sebagai horor liminal. Ini adalah subgenre horor yang berkembang dari tren di internet yang disebut creepypasta. Biasanya sih, berkaitan dengan hal yang familiar dan unik tapi dibuat mengancam.

Film-film sejenis (creepypasta) lainnya, seperti Skinamarink, Exit 8, dan Undertone yang rilis tahun ini, cenderung mengikuti tren arthouse dengan menyampaikan kengeriannya lewat rasa takut psikologis ketimbang adegan berdarah-darah. Nah, Backrooms sendiri gak terkecuali. Sebab, Kane Parsons dan penulis naskahnya, Will Soodik, membuat film ini terasa seperti drama indie awal tahun 2000-an yang perlahan berubah menjadi horor liminal saat setiap karakter menemukan jalan mereka ke ruangan yang gak berujung tersebut.

Dikutip Variety, jika serial YouTube Kane Parsons sebagian besarnya terdiri dari rekaman POV yang ditemukan (found footage), film Backrooms justru berupaya menggabungkan cerita berbasis karakternya bersama ambiguitas yang khas dengan serial tersebut, tapi berujung menjadi bahaya yang mematikan (dengan beberapa adegan rekaman yang ditemukan). Oleh karena itu, narasinya gak sesederhana film horor atau fiksi ilmiah. Lalu, bagaimana sih, akhir dari film Backrooms itu? Siapa yang tersisa dan berhasil selamat? Kira-kira, inilah beberapa pertanyaan jika film ini dibuat sekuelnya.

1. Bagaimana akhir cerita Backrooms, dan siapa yang meninggal?

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Backrooms berpusat pada karakter Clark (diperankan Chiwetel Ejiofor) dan Dr. Mary Kline (diperankan Renate Reinsve). Clark terpuruk selama bertahun-tahun. Ia kecewa dan marah karena kariernya yang diimpikan sebagai arsitek gagal dan gak sesuai rencananya. Hidupnya semakin tertekan ketika hubungannya dengan mantan istrinya gak harmonis.

Sementara itu, Dr. Mary Kline adalah terapisnya. Mary menjanjikan kesembuhan dengan teknik terapinya yang khas. Ketika Clark menghilang setelah ngasih tahu tentang penemuan portal di ruang bawah tanah toko furniturnya yang terhubung ke alam dimensi yang aneh, Mary pun khawatir.

Mary kemudian berinisiatif untuk menyelidikinya sendiri. Hal ini didorong oleh masa lalunya yang penuh masalah. Yap, ibu Mary ternyata menderita penyakit mental. Ibunya mengurung Mary (selama masa kecilnya) dan dirinya di apartemen. Namun, hal itu berakhir setelah ibunya berhasil dibawa pergi.

Adapun, Mary akhirnya berhasil menemukan Clark di Backrooms bersama beberapa penghuni aslinya, atau salinan orang-orang di dunia nyata yang diciptakan oleh alam dimensi tersebut. Versi Clark di Backrooms adalah perwujudan kegelapannya berupa monster tinggi mengerikan dan ganas yang mengenakan kostum maskot tokonya, Captain Clark, yang dibenci Clark. Monster ini membunuh karyawan Clark yang bernama Bobby (diperankan Finn Bennett) dan Kat (diperankan Lukita Maxwell), yang sedang menjelajahi Backrooms bersama Clark.

Clark mencoba berunding dengan monster itu, tetapi monster itu malah menggigit lehernya hingga tewas dan mengejar Mary. Mary berhasil lolos dari Captain Clark (Pirate Clark). Tapi Mary malah tertangkap oleh perwakilan perusahaan Async Corporation, yang sedang mempelajari Backrooms. Saat Phil (diperankan Mark Duplass), seorang perwakilan Async Corporation, menginterogasi Mary, penonton dialihkan ke area lain di Backrooms yang berisi versi cermin dari rumah masa kecil Mary dan versi dirinya yang bermutasi.

2. Apakah akhir cerita Backrooms mengisyaratkan sekuelnya? Dan apa yang terjadi pada Dr. Mary Kline?

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Akhir dari film Backrooms masih terbuka untuk banyak interpretasi. Meskipun Mary agaknya berhasil keluar dari Backrooms dengan selamat, hal itu pun masih menjadi pertanyaan, karena penonton gak melihatnya melewati portal untuk kembali ke dunia nyata. Apalagi fasilitas Async Corporation tempat Mary berada, bisa jadi berada di dalam Backrooms itu sendiri.

Ambiguitas ini saja membuka kemungkinan bagi Mary untuk kembali, dengan atau tanpa Phil. Jelas, jika Dr. Mary Kline berhasil kembali ke dunia nyata setelah mengalami pengalaman ini, ada kemungkinan, baik dia maupun pihak berwenang akan mencari tahu apa sebenarnya ruangan tersebut. Inilah jawaban rumitnya.

Montase akhir film yang mencekam dan menyeramkan, yang menampilkan lokasi yang telah kita lihat sebelumnya dalam film dan tiruan Mary di Backrooms, penuh dengan janji. Ini adalah manifestasi yang mirip dengan pengalaman Clark. Yap, ini menyiratkan bahwa Backrooms, merupakan refleksi dan manifestasi dari orang dan objek di dunia nyata.

Belum sepenuhnya jelas apakah Backrooms pada dasarnya jahat atau enggak. Tapi, penonton bisa melihat Backrooms sebagai neraka bagi pribadi seseorang. Terutama jika orang itu punya masalah yang belum terselesaikan atau belum disadari (yang sebagian besar kita alami di dunia nyata). Apakah sosok dalam adegan terakhir itu adalah versi mengerikan dari Mary? Atau apakah dia hanya salinan dirinya yang hilang dan kesepian, seperti orang-orang Backrooms lainnya yang kita lihat?

3. Akankah film Backrooms selanjutnya mengikuti kisah Phil dan Async Corporation, atau berupa antologi?

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Seperti halnya menjelajahi Backrooms itu sendiri, jika sekuel Backrooms dibuat, mungkin alurnya akan berbeda sama sekali dari cerita sebelumnya. Seperti yang dibuat Kane Parsons dalam serial YouTube Backrooms-nya, perusahaan Async Corporation secara gak sengaja membuka pintu ke Backrooms pada tahun 1989, tapi filmnya justru berlatar tahun 1990. Meskipun film Backrooms lebih menyoroti apa yang dilakukan Async Corporation, tapi masih ada banyak ruang untuk dikembangkan dan dieksplorasi.

Lagipula, seperti yang dijelaskan Phil kepada Mary, perusahaan itu hanya membuat MRI sampai mereka secara gak sengaja menemukan Backrooms. Jadi keberadaan mereka sebagai perusahaan penelitian ilmiah rahasia juga relatif baru. Jadi, akankah sekuel Backrooms mengikuti Phil saat ia menyelidiki orang lain yang secara gak sengaja masuk ke Backrooms? Sangat mungkin bagi Backrooms untuk mengadopsi struktur antologi, dan itu bisa dibilang pilihan yang paling kreatif. Namun, kesinambungan plot dan karakternya juga bisa menarik.

Nah, karena Mary adalah "Gadis Terakhir" dari Backrooms, akan lebih bagus lagi jika dia kembali untuk sekuel berikutnya. Mungkin bisa aja sih, menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Jadi, karakternya bisa masuk dan keluar dari narasi semudah mereka masuk ke Backrooms.

4. Apakah Backrooms punya akhir cerita?

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Semua diskusi tentang akhir Backrooms dan potensi sekuelnya karena kesuksesan Backrooms di box office, memunculkan kontradiksi menarik di inti pembahasan dan analisis film tersebut. Mengingat ada banyaknya ambiguitas dan misteri seputar film dan karakternya, yang menurut Kane Parsons harus disertakan, mungkin akhir film Backrooms bertentangan dengan premisnya.

Backrooms adalah horor liminal, dan juga horor eksistensial, yang sulit untuk ditarik kesimpulannya ataupun kelanjutanya. Itu berarti, sekuelnya justru bisa mengancam kemurnian dari ceritanya. Studio A24 sendiri juga gak mau terburu-buru dengan mempertimbangkan sekuel Backrooms. A24 seolah ngasih waktu bagi para sineas untuk mengembangkannya.

Yap, mungkin sekuel Backrooms gak akan hadir dalam waktu dekat, nih. Tapi, jika ternyata memang dibuat sekuelnya, kemungkinan besar akan ngasih beberapa jawaban beserta puluhan pertanyaan baru lagi. Menurut pendapat kamu sendiri gimana? Apa kamu setuju film ini dibuat sekuelnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna

Related Articles

See More