Artikel ini berisi spoiler bagi kamu yang belum menonton film Backrooms!
Backrooms karya Kane Parsons—baik film layar lebar maupun serial populernya di YouTube—mungkin sangat menakutkan dan juga membingungkan. Yap, daya tarik pada franchise ini sebenarnya ada pada Kane Parsons dalam membentuk tren yang kini disebut sebagai horor liminal. Ini adalah subgenre horor yang berkembang dari tren di internet yang disebut creepypasta. Biasanya sih, berkaitan dengan hal yang familiar dan unik tapi dibuat mengancam.
Film-film sejenis (creepypasta) lainnya, seperti Skinamarink, Exit 8, dan Undertone yang rilis tahun ini, cenderung mengikuti tren arthouse dengan menyampaikan kengeriannya lewat rasa takut psikologis ketimbang adegan berdarah-darah. Nah, Backrooms sendiri gak terkecuali. Sebab, Kane Parsons dan penulis naskahnya, Will Soodik, membuat film ini terasa seperti drama indie awal tahun 2000-an yang perlahan berubah menjadi horor liminal saat setiap karakter menemukan jalan mereka ke ruangan yang gak berujung tersebut.
Dikutip Variety, jika serial YouTube Kane Parsons sebagian besarnya terdiri dari rekaman POV yang ditemukan (found footage), film Backrooms justru berupaya menggabungkan cerita berbasis karakternya bersama ambiguitas yang khas dengan serial tersebut, tapi berujung menjadi bahaya yang mematikan (dengan beberapa adegan rekaman yang ditemukan). Oleh karena itu, narasinya gak sesederhana film horor atau fiksi ilmiah. Lalu, bagaimana sih, akhir dari film Backrooms itu? Siapa yang tersisa dan berhasil selamat? Kira-kira, inilah beberapa pertanyaan jika film ini dibuat sekuelnya.
