Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Pesan KPop Demon Hunters yang Relate bagi Gen Z, Mengena!
KPop Demon Hunters (dok. Sony Pictures Animation/KPop Demon Hunters)
  • Film animasi musikal KPop Demon Hunters sukses global di Netflix dan Billboard, bahkan meraih penghargaan bergengsi seperti Oscar 2026 dan Grammy 2026.
  • Kisah Rumi, Zoey, Mira, dan Jinu menghadirkan pesan kuat tentang penerimaan diri, kejujuran, serta pentingnya menjaga jati diri di tengah tekanan sosial.
  • Melalui karakter-karakternya, film ini menyoroti nilai pertemanan sejati dan pembelajaran dari kesalahan sebagai refleksi untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tak terasa, setahun telah berlalu sejak penayangan KPop Demon Hunters (2025) di Netflix. Film animasi musikal yang berfokus pada girl group fiktif bernama HUNTR/X ini sudah meraih sejumlah rekor manis, mulai dari bertahan di jajaran Top Global 10 Netflix selama 1 tahun penuh hingga menjadi soundtrack film pertama yang tampil di Billboard Hot 100 dengan 4 lagunya yang masuk sepuluh besar: "Golden", "Your Idol", "Soda Pop", dan "How It's Done".

Sepanjang tahun, KPop Demon Hunters tidak berhenti menunjukkan sinarnya di berbagai ajang penghargaan, termasuk Oscar 2026 dan Grammy 2026 yang dikenal sebagai puncak prestasi di dunia perfilman dan musik. Kemenangan itu mengukir sejarah baru.

KPop Demon Hunters tak hanya mempersembahkan deretan lagu catchy yang diputar oleh jutaan pendengar. Sebagai blockbuster global, film ini menyelipkan banyak pelajaran yang terasa relate dengan kehidupan dan realitas para Gen Z. Lantas, apa saja pelajaran yang bisa kamu petik selaku Gen Z dari KPop Demon Hunters?

1. Self-acceptance adalah langkah awal untuk berkembang

Rumi dalam KPop Demon Hunters (dok. Sony Pictures Animation/KPop Demon Hunters)

Walau menceritakan sepak terjang HUNTR/X, KPop Demon Hunters lebih banyak menyoroti perjalanan sang leader, Rumi (Arden Cho), yang memiliki identitas setengah iblis dari ayahnya. Karena dinasihati untuk merahasiakan identitas iblisnya, Rumi harus menanggung beban yang membuatnya kehilangan suara saat hendak membawakan "Golden" di awal film. Meski rahasianya terbongkar dengan cara yang pahit, Rumi akhirnya menerima identitasnya dan bangkit dari keterpurukan dengan menyanyikan lagu "What It Sounds Like" yang emosional.

Konflik yang dirasakan Rumi sekilas mengingatkanmu pada Elsa dari film Frozen (2013) yang sama-sama bergulat dengan identitas diri mereka. Film ini mengajarkan bahwa penerimaan diri bukan berarti pasrah pada keadaan, melainkan keberanian untuk menyayangi diri kita tanpa merasa malu. Bagi Gen Z, Rumi menjadi bukti bahwa ketidaksempurnaan adalah sesuatu yang manusiawi.

2. Berbohong tidak selalu menjadi jalan untuk keluar dari masalah

HUNTR/X dalam KPop Demon Hunters (dok. Sony Pictures Animation/KPop Demon Hunters)

Masih dari Rumi, salah satu konflik terbesar dalam KPop Demon Hunters terjadi ketika dia memutuskan untuk menyembunyikan identitas dan kebenaran tentang dirinya. Dia bahkan rela berbohong kepada Mira (May Hong) dan Zoey (Ji Young Yoo), rekan-rekan seperjuangannya di HUNTR/X, agar mereka tidak menjauhinya.

Namun, keputusan tersebut hanya menciptakan kebohongan demi kebohongan yang tiada akhir. Puncaknya, ketika rahasia Rumi terbongkar, Mira dan Zoey merasa dikhianati, yang mengakibatkan mereka sempat menjauh darinya.

Niat Rumi di sini mungkin terdengar baik, tetapi kebohongan tidak selamanya menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah. KPop Demon Hunters mengajarkan kepada kita bahwa kejujuran merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan pertemanan yang sehat. Terkadang, sesuatu yang awalnya kita anggap baik justru bisa menjadi faktor yang merusak kedekatan dan kepercayaan dalam hubungan tanpa kita sadari.

3. Jangan mengorbankan jati diri demi memenuhi ekspektasi orang lain

Zoey dalam KPop Demon Hunters (dok. Sony Pictures Animation/KPop Demon Hunters)

Di balik rupanya yang imut nan menggemaskan, Zoey menyimpan kisah yang cukup pilu sebelum menjadi rapper di HUNTR/X. Gadis kelahiran Korea Selatan yang tumbuh di Amerika Serikat ini diceritakan sering diremehkan oleh lingkungan sekolahnya karena kebiasaannya menulis lirik lagu di buku catatan. Meskipun begitu, Zoey tetap bertahan dengan passion-nya sampai dia menemukan tempatnya bersama Rumi dan Mira.

Secara tidak langsung, KPop Demon Hunters telah menggambarkan sebuah realitas yang sering dialami Gen Z, yaitu penolakan hanya karena dianggap "berbeda". Perjalanan Zoey yang pahit ini bisa menjadi pengingat bahwa penolakan bukanlah alasan untuk mengubah jati diri kita demi validasi dari orang lain. Di tengah gempuran tren dan standar kesempurnaan yang sering kali tidak realistis, gadis ceria ini menunjukkan bahwa selalu ada tempat bagi kita untuk diterima apa adanya.

4. Teman sejati adalah mereka yang bersedia mengkritik dan meluruskan

HUNTR/X dalam KPop Demon Hunters (dok. Sony Pictures Animation/KPop Demon Hunters)

Mira mungkin tampak seperti sosok yang galak dan cuek, padahal kenyataannya dia memiliki sisi yang jarang ditunjukkan dalam KPop Demon Hunters. Sebagai dancer sekaligus koreografer HUNTR/X, Mira memainkan peran penting sebagai orang yang peka sekaligus penyeimbang, agar teman-temannya tidak kehilangan arah. Makanya, dia menjadi orang pertama yang menyadari perubahan sikap Rumi dan tidak ragu untuk mengingatkannya.

Dari Mira, kita bisa memetik pelajaran bahwa teman tidak selalu menjadi sosok yang terus mendukung dan mengiyakan setiap langkah. Kadang-kadang, seorang teman juga perlu mengingatkan kita ketika kita melakukan kesalahan. Walaupun mungkin terasa pahit, justru sosok seperti ini yang layak disebut sebagai teman sejati yang sesungguhnya.

5. Kesalahan ada untuk menjadi pelajaran, bukan pelarian

Jinu dalam KPop Demon Hunters (dok. Sony Pictures Animation/KPop Demon Hunters)

Jinu (Ahn Hyo Seop) mungkin dapat disebut sebagai salah satu villain dengan arc redemption terbaik dalam film animasi. Dia diceritakan hidup dalam bayang-bayang kesalahan masa lalu, sehingga membuatnya menjadi sosok yang tertutup. Namun, pertemuannya dengan Rumi menjadi gerbang yang membuka jalan bagi dirinya untuk menebus kesalahannya dengan mengorbankan diri demi melindungi sang leader HUNTR/X dari serangan Gwi-Ma (Lee Byung-hun).

Jinu memang bukanlah sosok yang baik, tetapi ia telah mengajarkan satu pesan yang relate bagi banyak Gen Z. Rasa bersalah dari masa lalu bukanlah untuk disangkal, melainkan diakui dan dijadikan bahan refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pesan ini senada dengan teori psikoanalisis Kleinian yang menyebutkan bahwa proses penyembuhan baru dapat terjadi ketika seseorang mampu menerima dan mengakui kesalahan yang pernah dilakukannya.

Di balik kisah tentang idol KPop yang menyamar sebagai pemburu iblis, KPop Demon Hunters membawa banyak pelajaran penting yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kamu dapat menemukan pelajaran lain yang dapat diambil setelah menonton KPop Demon Hunters?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article