Promotor Sebut Kanye West Langsung ACC saat Ditawari Gelar Konser di GBK

Kanye West dijadwalkan menggelar konser perdana "Ye Live in Jakarta" pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Promotor menyebut Ye memilih Indonesia karena melihat kekuatan akar seni, termasuk Gamelan Jawa, serta ingin pesannya dipahami penggemar, bukan sekadar mengejar pasar.
Jakarta dinilai strategis bagi penonton Asia Tenggara dan Australia; Ye langsung menyetujui gelar konser di GBK setelah ditawarkan pihak promotor.
Jakarta, IDN Times – Musisi sekaligus rapper Kanye West dipastikan bakal menggelar konser perdananya di Jakarta pada Oktober 2026. Saat ini, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang bakal dikunjungi pria 49 tahun itu dalam rangkaian tur konsernya.
Terpilihnya Jakarta sebagai venue konser sang rapper bukan tanpa alasan. CEO Raw Vision Collective, Micha Ananda, mengungkap setidaknya ada tiga alasan kuat yang membuat musisi yang akrab disapa Ye itu setuju menggelar konser di Jakarta. Ye bahkan langsung setuju saat ditawari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
1. Bagi Ye, Indonesia bukan sekadar pasar musik saja

Di hadapan awak media, Nanda menjelaskan, dipilihnya Indonesia bukan melihat dari potensi besarnya jumlah penonton yang ada. Justru paling penting bagi Ye, pesan dalam karya musiknya dapat benar-benar dipahami penggemar.
Selain itu, Ye memilih menggelar konser di Jakarta, karena Indonesia juga dianggap memiliki akar seni yang kuat. Salah satunya seperti Gamelan Jawa yang disebut Nanda sudah menjadi banyak rujukan bagi musisi dunia dalam berkarya.
"Bagi seniman seperti Ye, Indonesia bukan sekadar pasar. Indonesia adalah sumber seni dan musik," ujarnya dalam press conference di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
2. Jakarta juga dianggap sebagai lokasi strategis untuk negara tetangga

Lebih lanjut, Nanda menyebut, Jakarta dipilih sebagai venue yang tepat bagi konser Ye, karena lokasi yang strategis dan dapat dijangkau oleh penonton lain di luar Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, hingga Australia.
Raw Vision Collective sebagai promotor konser Kanye West pun menyadari bakal ada penonton dari negara tetangga yang rela terbang menuju Jakarta untuk melihat aksi panggung Ye di GBK mendatang.
"Kedua, posisi geografis. Jakarta mudah dijangkau oleh penonton dari Singapura, Malaysia, Filipina, hingga Australia. Mereka tidak perlu terbang jauh. Artinya, ini bukan hanya konser untuk Indonesia, ini adalah titik temu Asia Tenggara dan Pasifik," sambungnya.
3. Ye langsung setuju saat ditawarkan gelar konser di GBK

Alasan yang paling kuat mengapa Ye memilih Jakarta sebagai venue konser kali ini adalah dari sisi kesiapan infrastruktur yang telah memadai. Apalagi, Jakarta sudah berkali-kali menjadi tuan rumah konser musik internasional bagi banyak artis.
Menariknya, pelantun lagu "Runaway" itu langsung gas acc gelar konser di GBK setelah ditawari oleh pihak promotor dalam pertemuan di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
"Ketika kami menunjukkan GBK kepada Ye dan timnya, arah pembicaraan langsung berubah. Dari apa mungkin menjadi 'Okay, let's do this.' Kami juga sampaikan kepada mereka, kami ingin mengembalikan Indonesia sebagai party pop musik dunia, karena sesungguhnya itu bukan hal yang baru bagi kita," tambah Nanda.
Konser ini pun diharapkan tak hanya menjadi pengalaman berkesan bagi penggemar, tapi juga ikut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi seni dan musik internasional.
Kanye West dijadwalkan bakal menggelar konser "Ye Live in Jakarta" pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Tiket konser Ye sudah mulai dijual melalui situs yejakarta.com pada 29 Juli 2026. Sudahkah kamu mengamankan tiketnya?





















