Putri Ayudya soal di Balik Adegan Intim dan Kekerasan di Suamiku Lukaku

- Putri Ayudya berperan ganda di film Suamiku Lukaku sebagai pemain pendukung dan Intimacy Coordinator untuk memastikan adegan intim serta kekerasan dilakukan dengan aman bagi para aktor.
- Ia bekerja sama dengan dua kru stunt karena banyaknya adegan kekerasan, menjadi pengalaman pertamanya bergabung langsung dengan tim tersebut sejak menekuni profesi Intimacy Coordinator.
- Tim produksi juga menyediakan ruang konsultasi bagi penonton yang merasa terpicu secara emosional, agar film ini bisa menjadi wadah diskusi tentang kekerasan rumah tangga dan kesehatan mental.
Jakarta, IDN Times - Putri Ayudya tidak hanya bergabung sebagai salah satu pemeran pendukung di film Suamiku Lukaku. Dalam film yang disutradarai oleh Sharad Sharan dan Viva Westi ini, ia juga terlibat sebagai Intimacy Coordinator.
Bagi yang belum familier, Intimacy Coordinator sendiri sederhananya adalah mereka yang bertugas memastikan adegan intim dilakukan dengan aman dan nyaman bagi para pemain.
Dalam sesi press conference yang berlangsung di XXI Epicentrum, Kamis (21/5/2026), Putri banyak membagikan cerita di balik perannya dalam film tersebut. Ia mengungkap, banyaknya adegan kekerasan di Suamiku Lukaku membuatnya untuk pertama kalinya harus bekerja sama langsung dengan dua kru stunt.
1. Alasan Putri Ayudya mau jadi Intimacy Coordinator film Suamiku Lukaku

Dalam sesi press conference yang juga dihadiri oleh tim produksi dan para pemain lainnya, Putri Ayudya mengaku langsung tertarik saat pertama kali diajak bergabung oleh sutradara Sharad Sharan. Menurutnya, proyek ini sejak awal bukan hanya diposisikan sebagai film hiburan, tetapi juga sebuah campaign yang membahas isu penting.
“Pertama kali saya dihubungi, Pak Sharad yang diajak adalah saya mau bikin campaign. Jadi bukan saya mau bikin film, kata pertama adalah ‘Saya mau bikin campaign. Buat saya ada isu yang penting dan saya mau kamu bantu saya untuk jaga keamanan teman-teman.’ Jadi statusnya kali ini saya jadi safety team sebenarnya. Mainnya dadakan. Tiba-tiba ya kalau itu. Saya mendadak dangdut tuh yang itu,” kata Putri sambil bercanda.
Putri merasa, isu yang dibawa film ini penting untuk dibicarakan lewat medium film fiksi. Menurutnya, isu berat, seperti kekerasan rumah tangga lebih sering hadir dalam bentuk dokumenter. Hal inilah yang membuatnya langsung menerima tawaran menjadi Intimacy Coordinator film Suamiku Lukaku.
2. Pertama kali bergabung dengan kru stunt karena banyak adegan kekerasan

Selama proses produksinya, Putri ternyata tidak bekerja sendirian. Ia juga bergabung dengan dua kru stunt, karena film ini memiliki cukup banyak adegan kekerasan.
“Saya sebenarnya tidak sendirian. Ada saya, ada Mas Mawang dan Dino. Jadi ada kami bertiga, yang dua dari tim stunt karena banyak kekerasannya,” ungkap Putri.
Ia kemudian menjelaskan, ketika ada adegan intim dan kekerasan, mereka pun harus bekerja bersama untuk memastikan para pemain tetap merasa aman selama syuting berlangsung.
“Jadi kalau adegannya intimacy dan ada violence atau kekerasan, kami harus bareng,” lanjutnya.
Putri mengungkap, pengalaman ini menjadi pertama kalinya ia bekerja langsung dengan tim stunt sejak memulai profesi sebagai Intimacy Coordinator.
“Jadi ini pertama kalinya juga setelah saya memulai jadi intimacy coordinator, saya benar-benar bisa bergabung dengan tim stunt.”
Selain itu, Putri Ayudya juga mengaku senang bisa bekerja bersama para aktor ternama yang selama ini ia kagumi, termasuk Acha Septriasa.
3. Sediakan ruang konsultasi untuk penonton yang ke-trigger

Tak hanya fokus pada keamanan pemain saat syuting, Putri Ayudya menceritakan bahwa tim produksi Suamiku Lukaku juga memikirkan kondisi emosional penonton setelah menyaksikan film tersebut. Putri mengatakan, pihak produksi menyediakan ruang konsultasi bagi penonton yang merasa emosional atau ke-trigger usai menonton.
“Kalau habis nonton film ini ada yang merasa tidak enak hati, merasa emosional atau ter-trigger dan merasa butuh bicara, di luar ruangan ini kami menyediakan tempat untuk bicara,” jelasnya.
Menurut Putri, langkah tersebut dilakukan agar film ini benar-benar bisa menjadi ruang diskusi soal kekerasan dalam rumah tangga dan kesehatan mental.
Film Suamiku Lukaku tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026. Dibintangi oleh Baim Wong dan Acha Septriasa, film ini mengikuti kisah kehidupan Amina yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya, Irfan Khalid. Di mata publik, Irfan dikenal sebagai sosok motivator yang tampak sempurna dan penuh karisma. Namun di balik itu, ia justru bersikap kasar kepada sang istri.

















