Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Reality Club-Idgitaf Kaget Lagunya Viral di Luar Negeri, Sampai Chile!

Reality Club-Idgitaf Kaget Lagunya Viral di Luar Negeri, Sampai Chile!
Acara "Spotify Loud & Clear 2026" di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (25/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Intinya Sih
  • Reality Club mengungkapkan lagu-lagunya kini didengar di berbagai negara, termasuk Chile, berkat perkembangan teknologi streaming musik yang memperluas jangkauan pendengar mereka secara global.
  • Idgitaf menjelaskan lagu 'Sedia Aku Sebelum Hujan' viral hingga Malaysia, Singapura, dan Australia, serta menilai fitur Spotify membantu memperkenalkan musiknya ke pasar internasional.
  • Meski sempat merasa tertekan setelah masuk program RADAR Spotify 2022, Idgitaf bersyukur karena platform digital mempermudah musisi Indonesia menembus kancah global dengan karya yang semakin eksploratif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Platform musik digital kini membuka peluang lebih besar bagi musisi Indonesia untuk menjangkau pendengar di berbagai penjuru dunia. Hal tersebut dirasakan langsung oleh grup band Reality Club dan penyanyi solo Idgitaf.

Dalam acara Spotify Loud & Clear yang digelar di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026), para musisi ini membagikan pengalaman mereka melihat karya-karyanya diterima oleh pendengar mancanegara. Bahkan, beberapa lagu mereka ternyata viral hingga ke negara-negara yang sebelumnya tak pernah mereka bayangkan.

1. Reality Club akui lagu-lagunya didengar di banyak negara

Reality Club akui lagu-lagunya didengar di banyak negara.jpg
Reality Club di acara "Spotify Loud & Clear 2026" di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (25/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Bagi Reality Club, perkembangan teknologi streaming musik telah membawa karya mereka melampaui batas geografis. Grup yang digawangi Faiz Novascotia Saripudin, Fathia Izzati, Era Patigo, dan Nugi Wicaksono itu mengaku sempat tidak percaya ketika melihat data pendengar mereka di Spotify. Siapa sangka, lagu-lagu Reality Club ternyata berhasil menemukan pendengarnya sendiri di berbagai negara, bahkan hingga negara Amerika Latin seperti Chile.

"Dan itu selalu terasa seperti mimpi sampai akhirnya kami melihat datanya, bagaimana orang-orang dari negara-negara lain mendengarkan lagu-lagu kami," kata sang vokalis sekaligus gitaris, Faiz.

Faiz mengaku hal paling mengejutkan baginya adalah kenyataan bahwa musik Reality Club bisa ditemukan oleh pendengar dari berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika.

"Jadi, bagi saya, hal yang paling mengejutkan adalah bisa ditemukan oleh pendengar di seluruh dunia," ujar Faiz.

Senada dengan sang kakak, Fathia Izzati juga mengaku tak menyangka lagu-lagu Reality Club bisa diterima dengan cepat oleh pasar internasional, khususnya di Amerika Serikat.

"Meskipun kami memang punya target agar musik kami bisa didengar di Amerika Serikat, tapi kami enggak menyangka bisa secepat itu. Itu sangat mengejutkan buat kami," kata Fathia.

2. Lagu Idgitaf, Sedia Aku Sebelum Hujan, juga viral di mancanegara

Lagu Idgitaf, Sedia Aku Sebelum Hujan, juga viral di mancanegara.jpg
Idgitaf di acara "Spotify Loud & Clear 2026" di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (25/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Tak hanya Reality Club, Idgitaf juga merasakan dampak besar dari platform streaming musik. Penyanyi bernama lengkap Brigitta Sriulina Beru Meliala tersebut mengungkapkan bahwa lagu "Sedia Aku Sebelum Hujan" berhasil menjangkau banyak pendengar di luar Indonesia.

Menurut pelantun "Mengudara" itu, berbagai fitur yang dimiliki Spotify sangat membantunya memperluas jangkauan musik ke pasar internasional.

"'Sedia Aku Sebelum Hujan' juga mendapatkan banyak eksposur dari luar negeri, melampaui Indonesia. Terima kasih kepada Spotify, karena 'Sedia Aku Sebelum Hujan' (didengar) sampai ke Malaysia, Singapura, bahkan Australia. Banyak fitur di Spotify yang sangat membantu,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Idgitaf juga mengenang perjalanannya sejak terpilih sebagai bagian dari program RADAR Spotify pada 2022. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan karier bermusiknya.

"Kurasa Spotify banyak membantuku lewat program RADAR itu karena ada banyak alat dan fitur yang membantu musisi mempromosikan musik mereka," tambah Idgitaf.

3. Meski lagunya viral di laur negeri, Idgitaf sempat merasa tertekan

Meski lagunya viral, IDGITAF sempat merasa tertekan.jpg
Idgitaf di acara "Spotify Loud & Clear 2026" di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (25/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Di balik berbagai pencapaian tersebut, Idgitaf mengaku sempat merasakan tekanan besar. Ia merasa harus terus menghadirkan karya-karya terbaik setelah namanya masuk dalam program RADAR Spotify.

"Jadi, Idgitaf itu masuk ke RADAR kembali pada tahun 2022. Dan itu sebenarnya datang dengan banyak tekanan karena kurasa aku hanya perlu membuat lebih banyak musik bagus yang disebarkan secara digital maupun luring," ungkapnya.

Meski begitu, ia bersyukur karena berbagai fitur digital yang tersedia dapat membantu musisi Indonesia memperkenalkan karya-karyanya ke tingkat global. Idgitaf pun bangga melihat musik Indonesia kini semakin dikenal karena keberaniannya bereksperimen.

"Kurasa musik kita saat ini sangat unik, sangat eksploratif, dan sangat luar biasa (out of the box). Bahkan sebagai orang Indonesia sendiri, aku pun terkejut," tutup Gita.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah

Related Articles

See More