Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Review Film Balas Budi, Misi Balas Dendam Korban Love Scammer

Review Film Balas Budi, Misi Balas Dendam Love Scammer.jpg
Balas Budi (dok. Im-a-gin-e/Balas Budi)
Intinya sih...
  • Balas Budi (2026) menghadirkan plot investigasi kriminal dengan tema girl power
  • Film ini menggunakan pendekatan breaking the fourth wall dan karakter MPDG
  • Secara keseluruhan, Balas Budi adalah film dengan alur sederhana tapi cukup bikin gregetan karena fokus pada proses balas dendam dan solidaritas korban
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apa jadinya jika The Other Woman (2014) bertemu Ocean’s Eight (2018) lalu dibungkus gaya lokal yang nyentil? Kurang lebih itulah yang ditawarkan Balas Budi (2026). Film terbaru karya Reka Wijaya ini tak cuma mengandalkan manisnya rom-com, tapi juga tampil beda lewat pendekatan breaking the fourth wall yang jarang dipakai film Indonesia.

Dengan isu love scamming yang sangat dekat dengan realitas hari ini, Balas Budi mencoba menjadi hiburan ringan yang tetap punya taji sosial. Hasilnya? Tidak selalu mulus, tapi cukup berani. Berikut ulasan lengkapnya!

Table of Content

Sinopsis Balas Budi (2026)

Sinopsis Balas Budi (2026)

Kisah Balas Budi dimulai dari hubungan asmara yang tampak sempurna antara Alma (Michelle Ziudith) dan Budi (Yoshi Sudarso). Budi hadir sebagai pria idaman semua wanita. Ia menawan, perhatian, bahkan menjadi sosok yang "menyelamatkan" Alma di momen krusial hidupnya. Namun dongeng itu runtuh seketika saat hari pernikahan mereka.

Alma mendapati fakta pahit bahwa Budi adalah penipu ulung. Dengan kemampuan manipulasi identitas yang nyaris teatrikal, Budi bisa berubah menjadi pangeran impian, koki keturunan Prancis, hingga pengusaha sukses demi satu tujuan: menguras harta korbannya hingga miliaran rupiah. Alma bukan korban pertama, dan nyaris bukan yang terakhir. Ia lalu mengumpulkan korban Budi lainnya dengan satu tujuan: membalas Budi.

Balas Budi
2026
2.5/5
Directed by Reka Wijaya
Producer

Chetan A. Samtani

Writer

Omar Aly Adly, Raditya

Age Rating

R13

Genre

Romance, comedy

Duration

88 Minutes

Release Date

5 Februari

Theme

Feel-Good Romance

Production House

Im-a-gin-e, Anami Films, Ten Cuts

Where to Watch

Bioskop

Cast

Yoshi Sudarso, Michelle Ziudith, Niken Anjani, Gisella Anastasia, Givina, Asri Welas, Ferry Salim

Trailer Balas Budi (2026)

Cuplikan film Balas Budi (2026)

Review Film Balas Budi

1. Bawakan plot investigasi kriminal dengan tema girl power

Balas Budi (2026) memosisikan dirinya sebagai film rom-com dengan tulang punggung investigasi kriminal. Aliansi para korban perempuan seperti Alma, Ayu, Uli, dan Thalita membentuk poros utama cerita. Solidaritas ini bukan sekadar tempelan, tapi menjadi jantung film: tentang keberanian korban untuk bangkit, saling menguatkan, dan mengambil alih narasi yang selama ini merugikan mereka.

Satu hal yang menarik adalah film ini tidak berhenti pada balas dendam personal. Misi mereka juga berfungsi sebagai upaya memutus mata rantai kejahatan Budi agar tidak ada korban berikutnya. Dalam konteks ini, Balas Budi terasa cukup edukatif tanpa terasa menggurui, terutama dalam menggambarkan betapa mudahnya manipulasi emosional bekerja di era digital.

Isu love scamming yang diangkat terasa relevan dan membumi. Film ini secara halus mengingatkan penonton soal relasi kuasa, kepercayaan, dan bagaimana cinta bisa dijadikan alat eksploitasi. Sebuah pesan yang sederhana, tapi penting untuk disebarluaskan.

2. Gunakan breaking the fourth wall dan karakter MPDG

Pendekatan breaking the fourth wall menjadi ciri paling mencolok dari film ini. Alma beberapa kali "mengajak bicara" penonton, membocorkan isi kepalanya, sekaligus menarik kita ke dalam proses investigasi. Gaya ini jelas mengingatkan pada serial Fleabag (2016), terutama dalam cara Alma menyampaikan humor dan trauma secara beriringan.

Karakter Alma juga dibangun dengan nuansa Manic Pixie Dream Girl (MPDG), perempuan yang enerjik, cerdas, dan emosional. Di tangan Reka Wijaya, karakter ini tidak sepenuhnya jatuh ke stereotip cegil, meski sesekali nyaris tergelincir. Di satu titik, film terasa ringan dan dekat. Ketika meleset, ia terasa seperti gimmick yang terlalu sadar diri.

Namun harus diakui, pilihan ini membuat Balas Budi punya identitas visual dan naratif yang berbeda dibanding rom-com lokal kebanyakan. Tentu saja, itulah poin plus yang dicari penonton film saat ini, bukan?

3. Apakah Balas Budi recommended buat ditonton?

Secara keseluruhan, Balas Budi adalah film dengan alur sederhana tapi cukup bikin gregetan karena fokus pada proses balas dendam dan solidaritas korban. Durasi yang relatif singkat membuat ceritanya mengalir cepat. Konsekuensinya adalah beberapa konflik terasa kurang dieksplorasi secara mendalam.

Sinematografinya rapi, dengan warna-warna mencolok khas film-film OTT. Namun menurut penulis, ada satu adegan pesta yang justru terasa mengganggu dan sedikit merusak pengembangan karakter perempuan di dalamnya. Meski film ini membawa semangat girl power, naskahnya masih terjebak dalam male gaze.

Meski tidak sempurna, Balas Budi tetap layak ditonton, terutama bagimu yang mencari rom-com dengan sudut pandang perempuan yang berani dan relevan. Balas Budi tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More

Harga Tiket Konser Mitski di Jakarta 2026, Paling Murah Rp900 Ribuan

04 Feb 2026, 18:42 WIBHype