Review Film Gudang Merica, Horor Komedi Nyeleneh Ala Imam Darto

- Film Gudang Merica garapan Imam Darto mengisahkan empat mahasiswa kedokteran yang diteror setelah pasien misterius meninggal di rumah sakit terpencil, memadukan unsur horor dan komedi absurd.
- Aktor Ardhito Pramono dinilai tampil kurang ekspresif dalam perannya, sementara Rizky Inggar dan Benidictus Siregar justru mencuri perhatian lewat akting serta adegan komedi yang mengundang tawa.
- Penggunaan jumpscare awalnya efektif namun menjadi mudah ditebak karena sering dipatahkan oleh humor nyeleneh, membuat ketegangan film perlahan berkurang meski tetap menghibur bagi penikmat horor-komedi.
Jakarta, IDN Times - Gudang Merica hadir di tengah menjamurnya genre komedi horor yang semakin digemari penonton Indonesia. Menjadi film panjang ketiga Imam Darto sebagai sutradara, film yang tayang mulai 21 Mei 2026 ini mengajak penonton untuk mengikuti kisah empat mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani koas di Rumah Sakit Harapan Ayah.
Namun, situasinya berubah mencekam setelah seorang pasien misterius meninggal di tangan mereka. Sejak saat itu, berbagai teror aneh pun mulai bermunculan.
Dari premisnya saja, film ini sebenarnya sudah terdengar cukup menarik, bukan? Bahkan, judul Gudang Merica sendiri sukses memancing rasa penasaran tentang kaitannya dengan cerita yang disajikan. Rasa penasaran itulah yang saya bawa saat menyaksikan film ini lebih awal di acara press screening yang berlangsung di XXI Epicentrum pada Selasa (12/5/2026). Lantas, seberapa seram sekaligus lucu Gudang Merica? Berikut ulasannya.
Sinopsis Film Gudang Merica (2026)
Film Gudang Merica mengikuti kisah empat mahasiswa kedokteran bernama Razi, Adit, Rindu, dan Tanti yang sedang menjalani masa koas di Rumah Sakit Harapan Ayah, sebuah rumah sakit di daerah terpencil. Namun, situasi mendadak berubah mencekam setelah seorang pasien misterius meninggal dunia di tangan mereka.
Sejak saat itu, keempat mahasiswa tersebut mulai diteror berbagai kejadian aneh. Keadaan pun menjadi semakin chaos ketika jenazah pasien tersebut tiba-tiba menghilang dan memicu rentetan peristiwa mengerikan lainnya.
| Producer | Raam Punjabi |
| Writer | Imam Darto, Sesa Nasution, Warman Nasution |
| Age Rating | D 17+ (Adults) |
| Genre | Horror, Comedy |
| Duration | 98 menit Minutes |
| Release Date | 21-05-2026 |
| Theme | Medis |
| Production House | MVP Pictures |
| Where to Watch | XXI, CGV, Cinepolis |
| Cast | Ardhito Pramono, Fatih Unru, Zulfa Maharani, Arla Ailani |
Trailer Film Gudang Merica (2026)
Cuplikan Film Gudang Merica (2026)
1. Premis menarik dengan banyak plot twist
Gak bisa dimungkiri, premis film Gudang Merica memang cukup menarik. Film ini bahkan langsung membangun suasana misterius sejak awal lewat visual rumah sakit yang menyeramkan serta karakter Rizky Inggar sebagai Suster Ella.
Seiring berjalannya cerita, film ini menghadirkan banyak plot twist yang membuat penonton semakin penasaran. Mulai dari kebohongan salah satu mahasiswa, misteri hilangnya mayat, hingga kemunculan sosok-sosok menyeramkan yang meneror mereka, semuanya membuat alur cerita terasa penuh kejutan. Bahkan cerita yang perlahan mengungkap alasan kenapa film ini diberi judul Gudang Merica pun terasa sangat fresh dan menarik.
Tapi entah kenapa, berbagai hal yang menarik tersebut terasa kurang maksimal saat dieksekusi. Menurut saya, eksekusinya terasa masih memakai formula lama dengan banyak misteri yang diungkap lewat dialog antar karakter. Alhasil, sejumlah plot twist yang seharusnya bisa menjadi kekuatan utama justru kurang memberi kejutan yang kuat bagi penonton.
2. Akting Ardhito Pramono terasa kurang menggigit
Gudang Merica dipimpin oleh Ardhito Pramono sebagai pemeran utama bernama Razi. Dalam film ini, ia tampil sebagai sosok mahasiswa yang cupu dengan gaya rambut belah tengah dan kacamata yang khas. Tapi, yang menarik perhatian saya bukan penampilannya, melainkan bagaimana ia membawakan karakternya.
Menurut saya, akting Ardhito terasa cukup kaku, terutama saat menampilkan ekspresi ketakutan. Di beberapa momen yang seharusnya menegangkan, ekspresi dan intonasinya justru terasa kurang mampu membangun rasa panik maupun teror yang ingin disampaikan film. Alhasil, emosi yang seharusnya sampai ke penonton jadi terasa tertahan. Hal tersebut pun terasa cukup jomplang jika dibandingkan dengan performa Rizky Inggar yang langsung mencuri spotlight di babak awal. Padahal, screen time-nya tidak terlalu banyak.
Meski begitu, bukan berarti penampilan Ardhito gagal total. Ia tetap terlihat berusaha maksimal menghidupkan perannya dalam film yang menjadi proyek layar lebar ketujuhnya tersebut.
Selain Rizky Inggar, kehadiran Benidictus Siregar juga sukses mencuri perhatian. Saat sesi screening berlangsung, suasana studio bahkan sempat pecah oleh tawa penonton berkat sejumlah adegan komedi absurd yang melibatkan karakternya.
Film ini juga menghadirkan cameo tak terduga yang sukses mencuri perhatian dan membuat satu studio ngakak sekaligus terheran-heran. Pasalnya, sosok yang biasanya tampil cool itu justru hadir dengan karakter nyeleneh khas Imam Darto. Sentuhan komedinya terasa absurd, random, tetapi justru berhasil menjadi salah satu momen paling menghibur di film ini.
Fakta menariknya, ternyata adegan cameo tersebut dibuat secara dadakan di lokasi syuting setelah tim produksi harus mengganti scene karena hujan. Hal ini diungkap langsung oleh Imam Darto dalam sesi doorstop interview.
3. Jumpscare yang lama-lama mudah ditebak
Sebagai film horor-komedi, Gudang Merica cukup sering mengandalkan jumpscare untuk membangun ketegangan. Di awal film, formula ini masih terasa sangat efektif karena penonton belum bisa menebak arah ceritanya. Atmosfer misterius yang dibangun juga cukup membantu menciptakan rasa penasaran soal berbagai teror yang muncul.
Namun seiring berjalannya cerita, film mulai terlalu sering mematahkan momen seram dengan komedi absurd. Banyak adegan yang awalnya dibangun menegangkan, ternyata berujung punchline atau tingkah nyeleneh para karakternya. Karena pola ini terus diulang, penonton akhirnya mulai terbiasa dan bisa menebak bahwa momen horor tersebut kemungkinan besar akan berubah menjadi lelucon. Akibatnya, efek jumpscare yang seharusnya memberi rasa kaget perlahan jadi berkurang. Ketegangan yang sudah dibangun pun sering kali langsung menghilang begitu punchline komedi muncul.
Bagi penonton yang memang menyukai horor absurd khas Imam Darto, pendekatan ini mungkin tetap terasa menghibur. Namun, bagi yang mencari sensasi horor yang lebih intens, pola tersebut kemungkinan akan membuat bosan.


















![[QUIZ] Film Indonesia Ini Gambarkan Isi Dompetmu Saat Kurs Dollar Terus Naik!](https://image.idntimes.com/post/20260520/upload_35ad8f0ed51bf5d70bd20538c443f736_27e93140-9a74-47bd-a955-dec1dfa6438f.png)
