Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Album EKLEKTIKO Isyana Sarasvati Ada 18 Track Dibagi 4 Chapter, Ini Maknanya

Album EKLEKTIKO Isyana Sarasvati Ada 18 Track Dibagi 4 Chapter, Ini Maknanya
potret Media Day album EKLEKTIKO Isyana Sarasvati di CGV fX Sudirman, Rabu (20/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Isyana Sarasvati merilis album kelima berjudul EKLEKTIKO pada 21 Mei 2026, menampilkan eksplorasi bebas lintas genre yang mencerminkan perjalanan personal dan musikalnya selama satu tahun proses kreatif.
  • Album EKLEKTIKO berisi 18 lagu yang dibagi dalam empat chapter ciptaan Isyana—Lunora, MAMIU, Cecilia, dan ABADHI—masing-masing menggambarkan warna emosi serta perspektif berbeda dalam perjalanan musiknya.
  • Pengerjaan album melibatkan banyak kolaborator seperti Hindia, Afgan, Kamga, hingga orkestra internasional; lagu The Final Curtain dan rest area disebut paling kompleks karena harmoni dan aransemen vokalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Isyana Sarasvati kembali menggebrak industri musik dengan merilis album baru berjudul EKLEKTIKO pada 21 Mei 2026. Album ini terasa sangat istimewa bagi Isyana, karena menjadi album studio kelimanya yang merangkum perjalanan personalnya sebagai musisi sekaligus individu melalui pendekatan yang bebas, eksploratif, dan tidak terikat pada batasan genre.

Dalam Media Day yang berlangsung di CGV fX Sudirman, Rabu (20/5/2026), Isyana mengungkap album ini menghadirkan total 18 lagu yang dibagi ke dalam empat chapter unik bernama Lunora, MAMIU, Cecilia, dan ABADHI. Lantas, apa sih makna EKLEKTIKO itu sendiri dan lagu-lagu apa saja yang hadir di dalamnya?

1. Penjelasan Isyana Sarasvati soal makna album EKLEKTIKO

Seorang perempuan berdiri di atas panggung kayu dengan latar layar besar dan dua kursi tinggi di acara Media Day album EKLEKTIKO di CGV fX Sudirman.
potret Media Day album EKLEKTIKO Isyana Sarasvati di CGV fX Sudirman, Rabu (20/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam Media Day yang berlangsung selama 2 jam, Isyana Sarasvati tidak hanya memperdengarkan potongan lagu-lagu dari album EKLEKTIKO kepada awak media yang hadir, tetapi juga banyak menceritakan makna hingga proses kreatif di balik penciptaan album yang menghabiskan waktu selama satu tahun tersebut.

Ia menjelaskan bahwa EKLEKTIKO merupakan penggabungan berbagai macam gaya, pemahaman, rasa, dan warna yang kemudian dilebur menjadi satu kesatuan yang unik dalam bentuk autentikasi musikal.

“EKLEKTIKO buat aku, itu adalah penggabungan berbagai macam gaya, pemahaman, rasa, warna yang akhirnya aku leburkan menjadi satu kesatuan yang unik dalam bentuk autentification,” kata Isyana Sarasvati dengan nada excited.

“Di album ini pun sudah terdengar sangat jelas kenapa EKLEKTIKO, karena kalau gak EKLEKTIKO aku gak tahu lagi namanya apa. Mungkin es campur,” tambah Isyana sambil bercanda.

Bisa dikatakan, EKLEKTIKO ini sendiri merupakan perpaduan dari berbagai genre musik. Menariknya, gak cuma eksploratif, album kelima Isyana ini juga terasa semakin kaya berkat kolaborasinya dengan sejumlah musisi, seperti Hindia, Afgan, Kamga, hingga mendiang Vidi Aldiano lewat lagu “Frenemy” yang sudah lebih dulu dirilis pada tahun lalu.

2. EKLEKTIKO menghadirkan 18 tracklist yang dibagi dalam 4 chapter unik

Suasana Media Day peluncuran album kelima berjudul EKLEKTIKO di CGV fX Sudirman dengan dua pembicara di depan layar besar.
potret Media Day album EKLEKTIKO Isyana Sarasvati di CGV fX Sudirman, Rabu (20/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Album EKLEKTIKO sendiri menghadirkan total 18 tracklist. Karena dikemas dengan konsep multichapter, seluruh track di album ini dibagi lagi ke dalam empat chapter bernama Lunora, MAMIU, Cecilia, dan ABADHI. Kamu pernah dengar nama-nama chapter tersebut? Cukup asing, kan? Nah, ternyata nama-nama tersebut lahir dari bahasa ciptaan Isyana sendiri.

“Kalau ditanya kayak gak pernah dengar, ya pasti. Pasti gak pernah dengar karena itu bahasa aku sendiri, aku yang ciptain,” ucapnya.

Menurut Isyana, masing-masing dari setiap chapter tersebut membawa warna musikal, emosi, visualisasi, dan perspektif yang berbeda. Ia menjelaskan bahwa Lunora menggambarkan semangat kolaborasi dan keberagamaan, sementara MAMIU mengeksplorasi sisi imajinatif dengan pesan tentang kemurnian dan kebaikan. Di sisi lain, Isyana juga menampilkan sisi yang lebih dewasa, feminin, dan reflektif lewat Cecilia. Sedangkan chapter ABADHI sendiri menjadi titik penyatuan dan keseimbangan dari semua perjalanan yang telah dilaluinya.

Selengkapnya, berikut daftar tracklist di album EKLEKTIKO.

Disc 1 | Chapter Lunora

  1. “Hari Ini” (feat. Hindia)
  2. “Frenemy” (feat. Vidi Aldiano)
  3. “Something New” (feat. Afgan)
  4. “Be Alright” (feat. Kamga)

Disc 2 | Chapter MAMIU

  1. “Game of Love”
  2. “Menarilah dengan Jiwamu”
  3. “rest area”
  4. “Ada-Ada Aja” (with ISYANATION)

Disc 3 | Chapter Cecilia

  1. “I’m on My Way”
  2. “Aku Rindu”
  3. “terima kasih dariku.”
  4. “tiM3 tRaVeLLeR”

Disc 4 | Chapter ABADHI

  1. “The Final Curtain”
  2. “BURN”
  3. “my Mystery” (feat. Marty Friedman)
  4. “World on Fire!”
  5. “><”
  6. “Babel”

Adapun lagu “BURN” dari chapter ABADHI dipilih sebagai focus track, karena dianggap mewakili energi paling intens dalam album EKLEKTIKO. Lagu tersebut hadir dengan nuansa rock yang dinamis dan penuh ritme, serta dapat dirasakan secara fisik melalui elemen gerak dan groove yang kuat.

3. Pengerjaan lagu The Final Curtain dan rest area disebut paling kompleks

Tiga orang duduk di atas kursi tinggi di atas panggung saat acara Media Day album EKLEKTIKO di CGV fX Sudirman, berbincang santai.
potret Media Day album EKLEKTIKO Isyana Sarasvati di CGV fX Sudirman, Rabu (20/5/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Kenan Loui yang turut hadir dalam acara ini mengungkapkan, proses pengerjaan album ini melibatkan banyak orang karena porsi choir yang cukup besar. Ia menjelaskan, album tersebut menghadirkan The Resonanz Children’s Choir, Batavia Madrigal Singers, hingga Budapest Orchestra.

Sebagai produser, Kenan menyebut ada dua lagu di album ini yang cukup kompleks untuk dikerjakan, terutama dari sisi pembagian harmoninya. Salah satunya ada lagu, “The Final Curtain”.

“Yang paling kompleks, paling saya bilang dari sisi pembagian harmoni aja deh, suaranya yang paling banyak, itu ada dua sebenarnya. Yang pertama “The Final Curtain,” kata Kenan.

Selanjutnya, Kenan menyebut “rest area” juga menjadi tantangan tersendiri karena memiliki harmoni yang sangat beragam serta lirik yang dibuat layaknya sound effect.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah

Related Articles

See More