[REVIEW] Jujutsu Kaisen Season 3—Battle Royale Penyihir Terkuat
![[REVIEW] Jujutsu Kaisen Season 3—Battle Royale Penyihir Terkuat](https://image.idntimes.com/post/20260403/new_2de385fb-9f82-4a05-afab-749dcd7378a2.png)
Jujutsu Kaisen Season 3 mengangkat Culling Game, turnamen maut antar-Penyihir Jujutsu untuk menggagalkan rencana Kenjaku dan membebaskan Satoru Gojo.
Fokus cerita bergeser ke battle royale penuh strategi dengan Yuta Okkotsu sebagai pusat perhatian.
Visual dan aksi meningkat signifikan meski soundtrack kurang memorable serta tempo cerita kadang tidak stabil.
Jujutsu Kaisen merupakan salah satu serial anime paling populer saat ini. Anime ini mengisahkan perjuangan para Penyihir Jujutsu dalam menumpas Roh Kutukan yang mengganggu manusia. Diadaptasi oleh MAPPA pada 2020, anime ini sudah berjalan sebanyak tiga musim. Bahkan, musim ketiganya baru saja selesai ditayangkan pada 26 Maret 2026 kemarin.
Musim ketiga memiliki tema yang berbeda dari musim kedua sebab berfokus pada pertarungan antar-Penyihir Jujutsu. Lantas, apa yang baru dari musim ketiga? Apakah ia mengalami peningkatan dibandingkan dengan musim kedua? Yuk, simak ulasan Jujutsu Kaisen Season 3 dari penulis di bawah ini!
1. Jujutsu Kaisen Season 3 mengadaptasi salah satu babak terbaik: The Culling Game

Jujutsu Kaisen Season 2 diakhiri dengan dramatis, antara lain Satoru Gojo disegel, Yuta Okkotsu balik ke Jepang, dan dimulainya rencana besar Kenjaku. Musim ketiga menceritakan upaya para Penyihir Jujutsu untuk menghentikan rencana Kenjaku dan membebaskan Gojo. Mereka harus bergabung dalam Culling Game, sebuah turnamen maut yang diikuti oleh para Penyihir Jujutsu terkuat dari berbagai era.
The Culling Game Arc merupalkan salah satu bagian cerita terbaik dari Jujutsu Kaisen. Ia mengubah cerita tentang berburu Roh Kutukan menjadi battle royale antar-Penyihir Jujutsu yang intens. Ia dipenuhi pertarungan adu taktik dan kekuatan yang sangat menarik untuk disimak.
Pengembangan dunia dan ceritanya pun berkembang, mulai dari penjelasan mendalam tentang aturan Culling Game hingga pengenalan berbagai karakter ikonis. Sayangnya, karena formatnya berupa pertarungan ke pertarungan dengan karakter berbeda, ceritanya tidak terfokus. Itu sebabnya, dampak emosionalnya terasa lebih ringan dibandingkan dengan musim kedua.
2. Yuta Okkotsu menjadi bintang utama pada musim ketiga

Karena berformat turnamen, jatah tampil karakter utama jadi berkurang. Bahkan, Yuji Itadori dan gengnya terasa terbayangi oleh perkembangan karakter lain yang lebih mencuri perhatian. Yuta Okkotsu seolah menjadi karakter utama baru. Apalagi, ia selalu mendapatkan momen terbaik dalam musim ketiga ini. Selain itu, semuanya dapat jatah yang pas karena tidak ada yang terasa kurang. Tiap karakter memiliki momen ikonis tersendiri.
Musim ketiga mengenalkan karakter baru hampir setiap episode. Namun, mereka tidak terasa seperti karakter sampingan yang hanya muncul demi berjalannya alur. Karakter baru, seperti Fumihiko Takaba, Hiromi Higuruma, dan Ryu Ishigori, memiliki momen keren mereka sendiri. Mereka juga disiapkan untuk peran yang lebih penting nantinya.
3. Visual makin cerah, adegan aksi makin heboh

Kalau soal visual dan animasi, MAPPA tidak menahan diri sama sekali. Dari segi visual, mereka sangat totalitas menggarap anime ini. Sebenarnya, gaya gambarnya masih sama seperti musim sebelumnya, tetapi mereka lebih berani dalam pewarnaan untuk menyesuaikan suasana yang ingin digambarkan. Pertarungan Yuji dan Higuruma, misalnya, dibalut dengan efek neon yang cocok dengan tema kelam yang hendak dibawa. Sementara itu, karena kebanyakan berlatar siang hari di tengah kota, visualnya dibikin cerah dan detail.
Untuk animasi, musim ketiga lebih banyak menampilkan pertarungan bertempo cepat dengan banyak efek distorsi visual. Ini membuat pertarungan jauh lebih hype. Meski pertarungan berjalan cepat, penonton masih bisa melihat semua gerakan dengan jelas. Teknik Kutukan para Penyihir Jujutsu juga dibuat dengan efek yang heboh, tetapi tidak berlebihan. Efek Teknik Kutukan Granite Blast dan Sky Manipulation, misalnya, terlihat tak hanya destruktif, tetapi juga memanjakan mata.
4. Jujutsu Kaisen Season 3 kuat dalam iringan pertempuran, tetapi soundtrack kurang memorable

Selain visual dan animasi, tata suara serta soundtrack juga sangat krusial dalam adaptasi anime. Karena musim ketiga ini kebanyakan fokusnya adalah pertarungan, MAPPA menonjolkan suara latar dan iringan untuk adegan aksi. Sebagao contoh, ada efek suara pelepasan Teknik Kutukan yang sangat apik dan iringan musik dramatis untuk membangun atmosfer serta intensitas pertarungan yang sengit.
Namun, lagu soundtrack Jujutsu Kaisen Season 3 kurang memorable, contohnya lagu pembuka "AIZO" dari King Gnu. Meski catchy, ia tidak sampai viral seperti "SPECIALZ" yang sebelumnya mereka bawakan untuk musim kedua. Ditambah lagi, animasi untuk lagu pembukanya juga minimalis karena kebanyakan berisi slideshow untuk karakter dan adegan penting.
5. Jujutsu Kaisen Season 3 sukses menghadirkan adaptasi yang akurat dengan bumbu untuk mempercantiknya

Shōta Goshozono kembali menjadi sutradara untuk musim ketiga. Ia berhasil menyajikan perubahan tema dari musim kedua. Dari sebuah insiden yang mencekam dan emosional, ia mengubahnya menjadi sebuah turnamen pertarungan yang intens pada musim ketiga. Ia mengubah tema cerita melalui gaya visual, tata suara, dan penyesuaian laju cerita agar penonton tetap merasa terhibur. MAPPA sudah tahu kekuatan utama The Culling Game Arc ialah adegan pertarungan sehingga ia menonjolkan aspek tersebut.
Karena termasuk story arc panjang, The Culling Game Arc tidak selesai dalam satu musim. Keputusan untuk mengakhiri musim ketiga dengan pertarungan paling epik dalam Culling Game, yakni Yuta melawan dua Ryu dan Takako Uro, sangat tepat. Tentu saja, MAPPA menambahkan berbagai adegan aksi untuk memperpanjang dan membuat pertarungan lebih heboh. Alhasil, meski berhenti di tengah jalan, akhir musim ketiga masih terasa seperti sebuah puncak yang memuasakan setelah dibangun selama 12 episode.
Jujutsu Kaisen Season 3 seperti sebuah transformasi cerita dengan balutan visual yang memanjakan mata. Berdasarkan penilaian pribadi penulis, Jujutsu Kaisen Season 3 mendapatkan skor 4,5/5. MAPPA berhasil menonjolkan kekuatan utama dari cerita The Culling Game Arc dengan hanya beberapa kelemahan, seperti soundtrack dan laju cerita yang kadang melompat-lompat. Namun, Jujutsu Kaisen Season 3 kemungkinan masih menjadi kandidat kuat untuk Anime of the Year tahun ini.
Sinopsis Jujutsu Kaisen Season 3
Jujutsu Kaisen Season 3 berfokus pada Culling Game, turnamen mematikan antar-Penyihir Jujutsu untuk menghentikan rencana Kenjaku dan membebaskan Satoru Gojo. Cerita berubah dari perburuan roh kutukan menjadi battle royale penuh strategi. Di tengah pertarungan intens dan visual spektakuler, para Penyihir Jujutsu dari berbagai era saling bertarung demi bertahan hidup dan menentukan nasib dunia.
| Producer | Mainichi Broadcasting System, TOHO animation, Shueisha, dugout, Toho Music, Sumzap |
| Writer | Hiroshi Seko |
| Age Rating | 18+ |
| Genre | aksi, supratural |
| Duration | 23 Minutes |
| Release Date | 9-1-2026 |
| Theme | pertarungan, strategi, dan konflik antarmanusia |
| Production House | MAPPA |
| Where to Watch | Netflix, CATCHPLAY+, Vidio, Crunchyroll |
| Cast | Junya Enoki, Yuma Uchida, Asami Seto, Megumi Ogata, Yuichi Nakamura, Takahiro Sakurai, Kenjiro Tsuda, Tomokazu Seki, Mikako Komatsu |


















![[QUIZ] Dari Bisnis Upin dan Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)
